TERKUTUKLAH ABORSI!


Atas nama bayi-bayi yang berakhir di pelimbahan, TERKUTUKLAH ABORSI!  Untuk kalian para pendosa yang berkutat dengan penyelamatan muka di depan masyarakat dan peradaban, membusuklah kalian di neraka paling kerak!  Membunuh saja sudah sedemikian hina, dan kalian masih berani menyebut diri sebagai manusia setelah tangan-tangan kalian berlumur darah daging janin sendiri.  Cih!  Sudah sedemikian anjing dan setankah kepala kalian kini? 
Pembelaan seperti apakah yang akan kalian rapal?  Dosa dibalas tuba?  Muka diselamatkan hilangnya nyawa?  Tidakkah otak kalian yang bebal itu bisa sedikit saja dibawa mengeja hidup yang di dalamnya kalian tinggal dan bernafas dan bercinta dan berjelaga dan kelak mati berkalang tanah?  Di sini, di kefanaan ini, tidak ada satu pun pilihan tanpa pemberat di belakangnya.  Camkan itu baik-baik! Perjalanan, seterjal apa pun adalah untuk dimenangkan, bukan untuk ditikam langkah-langkah pangkas dan gegas.  Jika kalian sudah sebegitu menyerah terhadap rasa sakit, maka berhentilah memamah dan menanam duri!  Berhentilah berjudi terhadap nasib sendiri!
Atas nama bayi-bayi yang berakhir di pelimbahan, AKU MASIH MENGUTUK KALIAN!  Perempuan dan laki-laki yang tak berani menghadapi badainya sendiri; para pengecut berhati kisut.  Semoga kelak kalian disadarkan dari anfalnya pikiran.  Bahwa janin-janin yang luruh bagai biluh itu akan bersuara, kelak akan menjadi jegal dan jagal. 
Maka tertawalah, berbahagialah, berpura-puralah menjadi manusia-manusia yang genap tanpa cacat di masyarakat.  Tutuplah mata dan telinga semua orang meski dengan begitu kalian harus menenggelamkan janin kalian di selokan.  Tapi bersedihlah kemudian, sebab kalian resmi bertukar dari manusia menjadi setan.  Bersedihlah…
(catatan penuh rasa geram bertabur garam, ketika berdiri di hadapan cermin)

Leave a Reply