Genre : action, drama
Rilis : December 12, 1995
Durasi : 101 Menit
Sutradar : Hark Tsui
Pemain : Vincent Zhao (Ding On)
Xin-Xin Xiong (Fei Lung/Flying Dragon)
Moses Chan (Iron Head)
Valerie Chow (prostitute)
Sang Ni (Ling)
Collin Chou (Ayah Ding On)
Austin Wai (Pemilik pabrik pembuatan pedang)


Review by: Fahri



Alkisah dalam film yang mengadaptasi film klasik “The One Armed Swordsman” (1967) yang dibintangi aktor kawakan Jimmy Wang Yu ini, diceritakan pada zaman dahulu tentang seorang pekerja bernama Ding On (Vincent Zhao), yang bekerja di sebuah pabrik pembuatan pedang, Sharp Manufacturer. Ding On yang sejak kecil dibesarkan oleh pemilik pabrik Sharp Manufacturer (Austin Wai) karena ayah kandungnya tewas dibunuh oleh penjahat yang berilmu tinggi, yakni Flying Dragon (Xin Xin Xiong). Satu-satu peninggalan ayahnya yang dimilikinya yakni sebuah pedang patah.

Sang pemilik pabrik tersebut mengharapkan Ding On mau mengambil alih pabrik tersebut setelah ia mengundurkan diri. Namun dendam atas kematian ayahnya masih membara dalam hati Ding On sehingga ia menolak keinginan sang ayah angkatnya dan bahkan berhenti kerja dari pabrik tersebut. Kemudian Ding On menggunakan pedang patah yang dimilikinya sebagai senjata, untuk mencari pembunuh ayahnya. Setelah melalui usaha yang keras, akhirnya ia berhasil menemukan pembunuh tersebut.


Sayangnya, dalam pertarungan pertamanya dengan sang pembunuh, ia malah dihajar secara brutal dan harus kehilangan salah satu lengannya. Sadar ilmunya masih rendah dan dendamnya belum terbalaskan, sehingga Ding On pun melatih ilmu pedangnya dari sebuah buku yang disebut The Blade. Setelah semua ilmu yang ada dalam buku tersebut dikuasai, ia kembali mencari pembunuh ayahnya untuk membalas dendam. Film yang di negara asalnya dikenal dengan judul “Dao” ini berhasil masuk sebagai nominator dalam Hong Kong Film Awards tahun 1996 serta meraih penghargaan dalam ‘Hong Kong Film Critics Society Awards’ pada tahun yang sama.

Review by: Skylash



Review di atas adalah reviewnya ala resensor tivi, aku ambil (tanpa minta izin) dari indosiar. Aku tak akan membahas jalan cerita atau dendam-dendamannya Ding On. Yang menarik dari film ini menurutku justru dari cara Ling bernarasi.



Ling yang diperankan oleh Sang Ni adalah putri pemilik Sharp Manufacturer, ia tertarik kepada Ding On dan rival sekaligus rekan kerja Ding On yang bernama Iron Head (Moses Chan). Iron dan Ding bersaing memperebutkan cinta Ling, Ling membiarkan mereka bersaing memperebutkan dirinya. Ling adalah tipe perempuan yang berpura-pura menghindar bila dikejar, kemudian lebih agresif lagi mengejar jika lawannya sudah kehilangan minat.



Ding On ternyata lebih mementingkan pembalasan dendamnya ketimbang mengejar Ling terus menerus. Iron Head sendiri mulai merasa bosan karena Ling selalu berpura-pura jual mahal, maka ia berpaling kepada seorang pelacur cantik (Valerie Chou). Iron berusaha membebaskan pelacur cantik itu (aku tak tahu namanya) dari cengkaraman bandit, tapi kemudian menggunakannya untuk kesenangan pribadi. Ling patah hati, karena kedua laki-laki yang dulu menggandrunginya telah berpindah kelain hati; Ding On pada pelajaran pedang, dan Iron Head pada perempuan yang lebih cantik dari dirinya dan ‘siap dipakai’ pula.



Narasi terus bergulir sampai beberapa tahun kemudian. Saat Ling sudah beranjak tua, dan masih menunggu kedua laki-laki itu kembali.



Selain tattoo kerennya Flying Dragon dan kungfu ala film mandarin yang tidak pernah mengecewakan, film ini menyimpan rasa pekat yang masih kuingat sampai sekarang. Aku menontonnya sepuluh tahun lalu. Bayangkan apa yang dipikirkan seorang gadis 16 tahun tentang dua buah cinta yang ia rasa ada di tangannya, tapi ternyata keduanya hilang.



Satu kalimat Ling di penghujung cerita yang masih sanggup membuatku meneteskan air mata: “Kenapa datang, kenapa pergi. Kenapa kita harus bertemu.”

4 Comments

  1. nyubi-Reply
    April 10, 2009 at 4:11 am

    duuh jadi kepengen nonton nih teh, salam kenal

  2. Skylashtar-Reply
    April 13, 2009 at 4:35 am

    sok atuh ditonton. ini film jadul sih, tapi masih asyik ditonton. salam kenal juga…

  3. Skylashtar-Reply
    April 16, 2009 at 7:24 am

    Iya, coba deh nonton. Seru….

  4. April 16, 2009 at 1:56 am

    Film action yg memperhatikan unsur drama (nggak cuma gebak-gebuk) gini nih yg kusuka. Biarpun 1995, nanti kucari deh DVD-nya.

Leave a Reply