Tiga Penghuni dalam Kepalaku*

*Judul diambil dari cerpen Guntur Alam

X. Minerva 
Perempuan ini adalah mantan agen antisipasi pemurtadan. Di tangannyalah pisau-pisau itu tergenggam. Ahli menggunakan senjata tajam, bermulut lebih kotor daripada comberan. Jika tak ada dia, maka Susanti Sumpena sudah lama mati dalam puluhan percobaan bunuh diri. Jika tak ada dia, Susanti Sumpena sudah akan dikuburkan bertahun silam.
Minervalah yang memutarbalikkan kesedihan menjadi kemarahan, meledakkan keadaan. Tapi setelah ledakan itu terjadi, ia kembali mengasingkan diri. 

Ishtar
Ia adalah pelacur sesungguhnya. Meniduri banyak lelaki bukan karena cinta, tapi hanya karena ingin uji coba pesona. Karena ia, Susanti Sumpena sering kali mendapatkan masalah, tapi ia pulalah yang mendorong situasi ke setapak paling tepi. Jika Ishtar menginginkan, tak ada lelaki yang bisa luput darinya, tak ada yang bisa melarikan diri. Bagi Ishtar, laki-laki adalah daerah jajahan, hewan-hewan liar yang harus ia taklukkan. 
Biasanya ia datang sebelum Minerva. Ishtar yang menaruh granat-granat, dan Minerva yang meledakkannya. Kolaborasi mematikan bagi para korban. 

Susan
Perempuan rapuh seperti daun luruh. Selalu terlambat menyadari bahwa kedua orang itu lebih kuat darinya. Tapi mungkin karena merekalah ia tetap hidup. Ketika menghadapi badai, hanya satu solusi yang ada di kepala Susan ==> MATI. 
Susanlah yang selalu menangis, selalu mengalah, selalu menyerah kalah, bahkan ketika ia tidak salah. 

Leave a Reply