Pagi ini saya ada jadwal syuting – dalam arti harfiah – di Jakarta. Tadinya mau berangkat tadi malam supaya salse. Tapi, tidak ada tiket kereta malam yang berangkat dari Stasiun Bandung atau Cimahi. Jadi, saya memutuskan untuk berangkat dengan kereta paling pagi karena sudah harus ada di studio MNC tepat pukul 9.

Urusan booking-membooking tiket ini kelihatannya mudah, tapi tidak bagi saya. Setelah saya cek di https://tiket.kereta-api.co.id, masih ada seat tersedia untuk keberangkatan Rabu, 27 April 2016, pukul 05.13. Argo Parahyangan, kelas eksekutif, seperti biasa. Da nggak ada lagi kereta lain atuh ari ke Jakarta mah. Dari sinilah masalah mulai timbul: tiket tidak bisa di-booking karena hari keberangkatan kurang dari H-2. 

Di website-nya, PT KAI memberikan beberapa opsi pembelian tiket, saya pun mencoba satu per satu.


1. Alfamarat/Indomaret

Pergilah saya ke Alfamart di depan gang, tapi apa? Sistem mereka sedang bermasalah sehingga tidak bisa dipakai untuk membeli tiket. 

Di Indomaret Cibabat lebih parah lagi, ternyata mereka sama sekali tidak menyediakan fasilitas pembelian tiket kereta api. 

Saya berniat untuk mencari ke Alfa dan Indomaret lain, sayangnya waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 dan itu artinya tidak semua minimarket masih buka. Saya dibantu teman di Bandung juga, tapi di Indomaret yang dia kunjungi hanya ada tiket kereta api untuk pukul 9 pagi. Ini juga tidak bisa karena saya harus berada di studio tepat pukul 9.


2. Tiket KAI

Di www.tiketkai.com masih tersedia kereta untuk pukul 05.13. Saya gembira dan memutuskan untuk memesan dengan metode pembayaran transfer bank. Ketika akan melakukan transfer via internet banking, entah mengapa saya tidak bisa mengingat user ID dan password-nya. Sama sekali tidak ingat. Catatan saya pun entah ke mana. 

Singkat cerita, dalam waktu satu malam dua internet banking saya sukses diblokir.


3. Tiket.com

Di mitra yang ini harga tiketnya murah sekali, mungkin karena tiket promo (harga asli dari PT KAI-nya 50rb), tapi yang tersedia hanya untuk keberangkatan pukul 06.44. Oke, saya mencoba alternatif lain.


4. Oke Tiket

Oketiket.com ini lebih brutal lagi. Kita harus log in terlebih dahulu jika ingin mengecek ketersediaan seat. Saya katakan brutal karena setelah sign up masih diperlukan verifikasi akun yang memakan waktu 22 jam. 

Ini mau beli tiket apa nungguin kamu jadi duda, sih? Ribet amat. Dengan senang hati saya tinggalkan.


5. Baraya Travel

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.35 ketika saya memutuskan untuk memakai moda transportasi lain. Saya senang dong ketika menemukan jadwal keberangkatan pukul 4 pagi di tiketux.com, website pemesanan yang berafiliasi dengan beberapa travel dan bus kota. Tapi, ada satu lagi masalah. Oke, dua, eh banyak masalah:

  • Metode pembayaran

Karena internet banking saya sudah diblokir, jadi metode pembayaran yang tersedia hanya dua: Indomaret dan ATM. Mula-mula saya pergi ke ATM, tapi ternyata kedua bank saya tidak bisa dipakai untuk membayar tiket Baraya. Oke, no problem, pikir saya. Pergilah saya ke Alfamart dengan niat untuk membayar tiket Baraya. Tapi apa yang terjadi, Saudara-Saudara? Alfa belum bekerja sama dengan tixetux.com. Oke, sebetulnya saya salah mengira Alfa sebagai Indomaret.  

  • Lokasi penjemputan

Lokasi penjemputan ada di Surapati, saya tidak punya kendaraan, tidak punya saudara atau teman yang bisa mengantar. Angkot? Tidak ada angkot pada jam 3 pagi, keleus. Go-jek? Sarare keneh eung tukang ojek na oge, arisia. #eh

  • Kredibilitas pelayanan 

Terakhir kali naik Baraya, mobilnya telat sampai 1 jam. Jadi kalau memang terburu-buru, travel bukan moda transportasi yang tepat untuk digunakan. 


6. Call center 021-121

Alternatif terakhir adalah memesan tiket via call center. Pukul 00.25 saya menelepon lalu tut tut tut, pulsa habis. Di titik ini saya ingin sekali menangis dan gogoleran di jalan, maka dengan tertatih-tatih saya kembali lagi ke ATM untuk mengisi pulsa. 

Oh iya, teman-teman yang menelepon call center PT KAI, langsung saja tekan angka 1 setelah tersambung karena kalau tidak Anda harus mendengarkan pembukaan dari operator yang nauzubillah lamanya. Itu kalau dibikin slot iklan, udah bisa jadi iklan radio.

Dengan suara yang dibuat semerdu mungkin, saya bertanya kepada operator. “Mas, kalau reservasi tiket di sini bisa?” 

“Bisa, Bu. Untuk keberangkatan kapan?” jawab operator di seberang sana. 

Saya menyebutkan stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan, menyebutkan tanggal, dan jam yang diinginkan. 

“Oke, Bu. Masih ada tersedia 87 seat untuk kelas eksekutif bla bla bla.”

Sebentar, 87 seat? Naha atuh aing tatadi booking online via tiket hapalah itu ceunah euweuh seat, sateh? 

Well, meski kesal, tapi saya tetap berusaha agar suara saya terdengar merdu. Saya meminta seat yang dekat dengan jendela, seperti biasa. Ada dua jenis eksekutif yang tersedia, yang satu 120 ribu yang lain 115 ribu. Saya memilih yang 120 ribu karena satu alasan: biar keren aja. 

Oh iya, ketika pesan tiket via call center, ada beberapa data yang harus dilengkapi:

  • Nama (nama asli ya, bukan nama panggung)
  • Nomor KTP/SIM/Paspor
  • Nomor ponsel 

Setelah verifikasi data selesai, sampailah kepada metode pembayaran. Karena waktu itu saya sedang berada di ATM (baca: nongkrong di pos satpam), saya meminta metode pembayaran via ATM. Mas-Mas operator yang kalau dari suaranya ganteng itu dengan senang hati memandu saya untuk transaksi via ATM BNI. 

“Mas, ini kita kok kayak modus-modus penipuan transfer itu ya? Masnya nggak menghipnotis saya, kan?”

“Tidak Ibu, ini aman, kok,” jawabnya meski saya mendengar dia mati-matian menahan tawa. Hey, saya hanya mencoba menghibur para pekerja shift malam.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pembayaran
  2. Tiket
  3. Kereta api
  4. Masukkan kode pembayaran

Kode pembayaran ini didiktekan oleh si masnya. Seharusnya ada poin kelima berupa konfirmasi pembayaran, tapi sayangnya ATM saya malah macet, layar sama sekali tidak berfungsi ketika ditekan-tekan.

“Ya ampun, ATM saya tertelan. Mas, ATM saya tertelan, Mas. Cobaan apa lagi ini, Tuhaaannn?” saya histeris. 

Satu menit kemudian ATM keluar dan saya mencoba ATM di bilik lain, kejadian yang sama terulang. Ternyata eh ternyata, mungkin itu masalah jaringan atau BNI sudah tidak bekerja sama lagi dengan PT KAI. Oh, jadi kalian musuhan? Gara-gara apa? Rebutan mantan? Hih!

“Ya sudah, bisa kok bayar di Alfa atau Indomaret,” kata si Mas. 

“Tapi kan saya nggak hafal kode pembayarannya, nggak hafal kode booking-nya. Saya nggak tahu harus berbuat apa lagi. Besok saya harus syuting di televisi lho, Mas. Ini gimana ini?”

“Bu, Bu, nanti di-SMS-kan, kok,” si Mas mulai terdengar garang. 

“Ohhh … oke,” saya lega sekaligus malu. 

Dengan tergopoh-gopoh saya menyeberang, kembali ke Alfamart dan akang-akang kasir yang kelihatannya mulai kesal dengan saya. 

Singkat cerita, tiket berhasil dibayar dan saya siap menuju ke Jakarta pagi ini. Yang harus saya pikirkan tinggal bagaimana caranya ngesot dari kosan ke stasiun pada pukul 4 pagi. 



PELAJARAN MORAL

Sebagai inspirator muda yang merangkap sebagai calon seleb, sudah sepantasnya saya menutup postingan ini dengan pelajaran moral. Bukan apa-apa, biar dikira beriman saja. 

  1. Pesan tiket jauh-jauh hari, kalaupun harus mendadak di hari yang sama usahakan memesan tiket di bawah pukul 10 malam.
  2. Alternatif pertama pemesanan tiket kereta api: Alfa atau Indomaret tapi pastikan kedua minimarket itu tidak berada di pasisian semacam Cimahi.
  3. Alternatif kedua: call center. Walau harus menghabiskan banyak pulsa, setidaknya bisa mendengar suara operator yang merdu, eh, maksudnya seat yang tersedia adalah real time. Lupakan website-website booking online itu kalau tidak mau ribet seperti saya. 
  4. Jangan lupa user ID dan password internet banking dalam keadaan apa pun. 
  5. Calling a friend untuk masalah-masalah seperti ini kadang malah membuat frustrasi, beneran. Peduli apa orang saya telat syuting atau tidak? Peduli apa orang saya muter-muter Cimahi untuk nyari tiket? Peduli apa orang saya jungkir-jumpalik neneangan transportasi ke Surapati? Ini hidup saya, maka saya harus mengurusnya sendirian. 






Poin kelima mengandung unsur baper, Anda boleh mengabaikannya supaya tidak DEPRESI. 

Salam,
~eL



20 Comments

  1. April 26, 2016 at 10:19 pm

    Ini curhat kan, bukan iklan? Hahaha. Sukses ya kakak. Jadi nama aslinya siapa? *kaboorr

  2. April 27, 2016 at 12:31 am

    Skrg bisa pesen tiket di tokopedia mba, lg ada diskon lagi smp 30 april ini. Bs bayar pakai CC juga. *bukaniklan*

  3. April 27, 2016 at 12:33 am

    Very entertaining! ��

    Glad to know you're back, Chan.
    Good luck!

  4. April 27, 2016 at 1:05 am

    Coba daytrans di sekitaran cihampelas teh. Cmiiw ada yang 24 jam kan?

  5. April 27, 2016 at 2:13 am

    Aku baca jam 9 lewat, berarti sekarang lagi syuting kan? Kalo enggak, berarti …..

  6. April 27, 2016 at 3:52 am

    Waahhh, tambah ngehits aja mamak.
    Sudah tayang dong ya, yaaa ketinggalan

  7. April 27, 2016 at 5:01 am

    Tar ya belum berea baca sampai akhir.keburu pengen komen. Jadi begini, aku antara karunya sama ketawa sendiri gimana iniiih baca postingan ini Chaaaan …

  8. April 27, 2016 at 5:03 am

    Nah udah beres bacanya. *tetep ngakak Uchaaannn … hahaha

  9. April 28, 2016 at 2:28 am

    Dramaaa abiis.
    Aku pernah tuh..pas beli drama (tapi g separah ini)..pas udah sampai dalem gerbong eh ternyata salah beli tiket. Tiket yg didapetin dg drama itu buat keberangkatan besoknya

  10. May 1, 2016 at 8:21 am

    Heuheu makanya prioritaskan tiket dan persiapan keberangkatan, lah kemarin pake pengin pijit2 dulu 😀

Leave a Reply