Up Green Tea
Dua tahun terakhir ini, saya tergila-gila pada dua jenis minuman: green tea latte dan smoothies. Jika ada kesempatan nongkrong di kafe biasanya saya memesan salah satu jenis minuman ini. Tidak jarang pula sengaja menjajal kelezatan green tea latte di berbagai kafe dan membuat catatan kecil sebagai bahan perbandingan juga referensi. Meski kafe bertebaran di Bandung, namun sulit menemukan kafe yang menyajikan green tea latte yang pas (setidaknya di lidah saya). Ada yang rasanya pas, tapi terlalu encer. Ada yang kekentalannya pas, tapi terlalu manis. Ada yang manis dan kekentalannya pas, tapi ada rasa pahit-pahitnya. Begitulah.


Sejak melahirkan 11 bulan lalu, saya nyaris tidak bisa keluar “kandang”. Jangankan nongkrong di kafe, ke acara-acara sastra saja harus mengatur jadwal seminggu sebelumnya. Akhirnya saya lebih sering membuat green tea latte dan smooties di rumah. Rasanya? Lumayan. Mungkin suatu hari saya harus membuka kafe untuk menyalurkan hobi eksplorasi berbagai jenis minuman (baca: membuat dapur berantakan). ^-^

Jadi ketika mendapatkan oleh-oleh Up Green Tea dari CNI pada acara Fun Blogging 6, Sabtu, 5 September 2015 kemarin, yang terpikir dalam benak saya adalah: Ini kayaknya seru kalau dibuat latte atau smoothies.

Tapi sebelum kita sampai pada acara membuat dapur berantakan, saya mau cerita dulu tentang kenapa saya tergila-gila pada teh hijau dan smoothies. Well, saya perokok dan peminum kopi militan. Satu hari bisa menghabiskan 1-2 bungkus rokok kretek (tergantung banyaknya deadline tulisan dan layoutan) dan 4-8 cangkir kopi. Karena saya alergi terhadap beberapa jenis protein hewani, pola makan saya juga berantakan. Usia saya 32 tahun, tapi kulit saya tampak jauh lebih tua. Belum lagi kurang olah raga sehingga semua lemak berkumpul di tempat yang berbahaya: perut.

Memang, sejak beberapa tahun lalu saya setengah vegan, tapi karena pola hidup yang tidak sehat, tidak ada perubahan berarti baik pada lemak maupun kulit saya. Saya juga malas diet-dietan. Ketika orang-orang mencoba berbagai cara diet terbaru, saya mah cuek-cuek saja. Diet artinya makan teratur sedangkan saya hanya makan kalau sempat atau ingat. Sayangnya meski asupan makanan tidak terlalu banyak, metabolisme tubuh saya payah, jadi berat badan saya masih jauh dari ideal.

Saya butuh asupan nutrisi yang mampu mengikis radikal bebas, memperlancar metabolisme, sekaligus mengalihkan perhatian dari kopi. Mengonsumsi makanan sehat (setahun terakhir saya juga tergila-gila pada salad) dan teh hijau adalah salah satu solusi yang saya pilih.

Kenapa harus teh hijau, bukan jenis teh lainnya? Karena teh hijau mengandung EGCG (Epigallo 3-catechin gallate), EGCG ini adalah polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan bermanfaat untuk menghambat kerja radikal bebas yang dihasilkan dari radiasi sinar UV matahari. As we know, sinar UV akan mengikis kolagen pada kulit dan menyebabkan kulit menjadi kusam, kering, dan tidak lentur. Kulit saya yang kering dan mulai menampakkan keriput di kantung mata dan sudut bibir bisa dikembalikan kelembapan dan kekenyalannya dengan teh hijau. Dan yang paling penting, teh hijau dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Mengonsumsi secangkir teh hijau di pagi hari dapat membakar lemak hingga 4% dalam waktu 24 jam.

Yang malas diet dan olah raga tapi ingin perut rata, coba mana suaranya? ^-^

Biasanya, saya mengonsumsi teh hijau celup yang banyak dijual di supermarket. Atau kalau ingin membuat green tea latte, saya memakai ekstrak matca. Tapi ya itu, kantong teh kalau dicelup terlalu lama akan berbahaya bagi kesehatan, kalau dicelup sebentar malah tehnya tidak keluar. Dilema, sampai-sampai saya harus memasang timer agar mendapatkan rasa teh yang tepat tanpa mengganggu kesehatan. Sampai segitunya effort yang harus saya kerahkan. Hahahah. And you know what? Ekstrak matcha ini mahal, dijual per ons dengan harga yang lumayan. Bangkrut saya kalau terus-terusan begini. #eh

Untungnya, Up Green Tea ini berbentuk ekstrak, bisa langsung diseduh dengan air hangat atau air suhu ruangan. Hindari menyeduh teh hijau dengan air mendidih agar tidak merusak antioksidan di dalamya. Tanpa kantong teh! Bye-bye timer!

Selain itu, Up Green Tea adalah teh hijau jenis Sencha, teh hijau yang kandungan polifenol catechin-nya lebih tinggi dari jenis teh hijau lainnya dan memiliki kandungan kafein yang lebih rendah. What a good news. Jujur, saya baru tahu kalau ada jenis teh hijau selain matcha. Sebagai penggila green tea latte, saya merasa gagal. >.<

*
Banyak cara untuk menikmati secangkir teh hijau. Anda bisa langsung menyeduhnya dengan air hangat atau menambahkan perasan jeruk lemon untuk menambah kesegaran. Bisa juga dibuat penganan untuk si kecil seperti yang dilakukan teman saya mamah muda Armita Fibriyanti. Sssttt … tahukah Anda bahwa kesegaran Up Green Tea juga bisa dipakai untuk nyepik-nyepik mertua? Coba intip tips dari Ceu Dian Andari Yuan.

Karena saya penggila green tea latte dan smoothies, saya membuat dua jenis minuman itu dengan bahan dasar Up Green Tea, seperti di bawah ini:

UP GREEN TEA LATTE

Up Green Tea Latte

 

Bahan-bahan:

1. 1 sachet Up Green Tea
2. 2 sdm krimer nonfat (bisa juga menggunakan 100 ml susu UHT)
3. 100 ml air hangat
4. Bubuk kayu manis

Cara membuat:

1. Masukkan Up Green Tea dan krimer ke dalam mug yang agak besar, aduk.
2. Tuangkan air hangat lalu aduk menggunakan pengaduk teh, pengaduk kue, atau garpu agar sedikit berbusa. Kira-kira 30 detik. Karena saya pemalas, saya menggunakan blender. 😀
3. Tuangkan ke dalam cangkir, taburi dengan bubuk kayu manis.
4. Sajikan.

Tips:

1. Hindari menambahkan gula sebab gula akan menambah radikal bebas.
2. Jika Anda lebih suka dengan rasa manis, bisa menambahkan madu.
3. Atur kuantitas air sesuai selera Anda.
4. Jika ingin mendapatkan rasa teh yang lebih pekat, tingkatkan perbandingan menjadi 1:1 menjadi 2 sachet Up Green Tea + 2 sdm krimer. Tapi saya tidak menyarankan menambahkan krimer terlalu banyak sebab rasa teh hijaunya akan hilang.

Testimoni:

Aroma teh yang didapat sama menggodanya dengan ketika menggunakan jenis teh hijau lain, cuma kali ini mendapat bonus kandungan polifenol lebih tinggi. Karena saya menggunakan krimer nonfat, rasa gurihnya tidak terlalu kuat sehingga aroma teh hijaunya justru lebih muncul. Ini takaran yang pas buat saya, apalagi ditambah dengan aroma kayu manis. Hmmm … jadilah buka kafe kalau begini.


*

UP GREEN TEA MANGO SMOOTHIES

Up Green Tea Mango Smoothies

 

Bahan-bahan:

1. 2 sachet Up Green Tea
2. 1 buah mangga, kupas dan potong-potong
3. 1 buah pisang, kupas dan potong-potong
4. 1 gelas atau 250 ml susu UHT plain

CARA MEMBUAT:

1. Masukkan semua bahan dan blender hingga halus.
2. Tuangkan ke dalam gelas.
3. Sajikan.

Tips:

1. Hindari menambahkan gula, rasa manis dari buah-buahan sudah lebih dari cukup.
2. Pilih mangga yang tidak terlalu banyak serat dan sudah matang. Saya menggunakan mangga harum manis.
3. Anda boleh menambahkan pisang atau tidak. Saya sendiri sengaja menambahkan pisang agar lebih creamy dan kandungan gizinya jadi lebih kaya.
4. Saya sering menggunakan pisang ambon atau pisang raja.
5. Kalau tidak ada susu murni, saya menyarankan untuk memakai susu UHT. Hindari menggunakan susu kental manis karena gulanya aduh sekali.

Testimoni:

Rasanya kaya. Aroma dan rasa teh hijau, mangga, pisang, dan gurih susu dalam satu gelas. Sehat, segar, dan mudah. Oh dan satu lagi, saya menamakan smoothies ini sebagai “minuman tanpa rasa bersalah”.


*


Well, resep di atas hanya dua cara menikmati Up Green Tea. Please feel free to create your own recipe. Bagi Anda yang sudah bosan dengan dilema kantong teh, ingin hidup sehat dengan cara yang tidak riweuh, mungkin sudah waktunya Anda mengganti jenis minuman favorit Anda.

Di mana sih Teh bisa beli Up Green Tea? Mangga, silakan jalan-jalan ke Gerai CNI. Ada banyak pilihan produk kesehatan, Anda bisa memilih sesuai selera dan kebutuhan Anda.

Sehat itu ternyata mudah ya? Selamat tinggal lemak-lemak di perut, selamat tinggal kulit keriput. 😀

Have a good day,

~eL

18 Comments

  1. September 18, 2015 at 7:16 am

    Bwahaha, nama gue disebut. :p

  2. September 18, 2015 at 7:26 am

    Udah dapet warisan belom? Hahahah.

  3. September 18, 2015 at 8:53 am

    Wah enak pisan, nyoba ah bikin

  4. September 18, 2015 at 9:00 am

    Rekomendasi: cobain bikin smoothies deh. 😀

  5. September 18, 2015 at 10:13 am

    eh ada namaku juga… btw itu smoothie mangga nya mengoda pisan Teh..

  6. September 18, 2015 at 11:43 am

    Ya ampuuun enak ituuuu <3 sok der ah teh bikin kafe 🙂

  7. September 18, 2015 at 4:57 pm

    Hahahaha. Habisnya kreatif sih, kepikiran aja gitu bikin puding.
    Eh eh, smoothies ini bisa juga dikonsumsi anak-anak. Aku mah kalau bikin, susunya diganti sufor aja.

  8. September 18, 2015 at 5:01 pm

    Menunya variasi green tea dan kopi. Beneran kepikiran terus.

  9. September 18, 2015 at 8:03 pm

    hmmm kyknya enak ya teh…coba ah mumpung masih ada green teanya hihi 🙂

  10. September 18, 2015 at 9:20 pm

    punya saya stoknya udah abis euy. diminum sendiri & dibagiin ke sodara yg dateng ke rumah 😀

Leave a Reply