W.S. RENDRA

Tadi malam aku bermimpi

kita berdua bersanding di balai-balai

bercakap tentang malam yang tak pernah usai

mengeluh tentang hujan di pelataran, berinai-rinai

Tadi malam aku bermimpi

kita berdua bergandengan tangan

setelah sebelumnya

sebuah sajak tuntas kumasak di atas tungku

terhidang di atas meja makan lumutan

kau kunyah sebait, kumamah sebait

dandang raib tika sebuat kabut menggedor pintu

aku marah

“Tak apa!” katamu. “Kumasakkan sajak baru untukmu.”

Leave a Reply