WANITA-WANITA YANG TAK KUASA MEMILIH

Pagi ini aku tak lagi berjumpa dengannya. Perempuan sebaya Ibuku yang terbiasa merokok di sebuah rumah semi permanen bertuliskan ‘Kedai Kellimutu’. Biasanya kami akan saling menatap lalu mengangguk. Dia di sana, duduk bersama cucunya di beranda. Aku di atas motor yang melaju mengantarku pergi kerja.

Bukit senyum, sebuah daerah di Batam yang sarat dengan kisah. Hampir setiap hari aku melewati jalan ini. Dengan rute yang sama; Muara Takus – Bukit Senyum – ke Jalan Majapahit – menuju Union Industrial Park. Konon, daerah BS ini (Bukit Senyum) dulunya adalah tempat lokalisasi. Tapi sekarang sudah tidak lagi.

Sisa-sisa masa lalu BS masih terasa di mataku. Rokok dan perempuan memang bertolak belakang. Dalam pandangan orang-orang, rokok + perempuan = jalang. Wanita-wanita yang tengah merokok di teras, bahkan sambil berjalan kerap kutemui.Wajah-wajah yang berpapasan denganku setiap pagi dan sore. Padahal aku tak mau berburuk sangka.

Saking seringnya kami berpapasan, maka tercipta semacam saling pengertian yang diinduksikan lewat pandangan. Aku tahu kadang mereka malu, menyembunyikan rokoknya atau membuangnya. Tapi aku tidak ingin mencibir apalagi mengahakimi. Mereka perempuan, aku juga perempuan. Ada keterikatan.

Seandainya aku di pihak mereka, aku tak akan meminta lebih pada orang-orang; hanya pemakluman. Bukan bermaksud meminta pembenaran; melainkan hanya pemakluman.

Mata-mata mereka berkata; aku perempuan dan kau juga perempuan. Kau punya kesempatan untuk memilih, sedangkan aku tidak. Kau punya kesempatan untuk mengenyam pendidikan dan bekerja di tempat sepantasnya, sedangkan aku tidak. Kau punya laki-laki sebagai suami untuk melindungi, sedangkan aku hanya punya laki-laki, yang hanya punya kepentingan pada tubuhku tanpa kemauan untuk melindungi. Kau berjalan di setapak berumput tebal, sedangkan aku mendaki bukit terjal. Apanya yang aneh jika aku terjerembab ke dasar jurang?

Jika aku mempunyai pilihan, aku akan memilih menjadi sepertimu. Karena kau mempunyai pilihan, maka kau memilih untuk tidak jadi sepertiku.

-SKY-

Leave a Reply