WHAT A MESS JOB

Pekerjaanku benar-benar kacau akhir-akhir ini. Confirm sana, confirm sini. Bujuk sana, bujuk sini. Tanya sana, tanya sini. Kacau sana, kacau sini. Lantak sana, lantak sini.

Aku tak bisa berbuat apa-apa selain menunggu dan berserah diri kepada Allah SWT ketika revisi masterlist-ku tak kunjung selesai sebab Kasubdit meeting terus selama dua hari. Juga tak bisa menjelaskan tentang kontainer kami yang mendekam di pelabuhan begitu lama. Laporan impor belum selesai, laporan surveyor tak kunjung datang. Betapa hari-hari yang melelahkan.

Mungkin aku harus kembali jadi Production Coordinator atau pustakawan seperti dulu. Jadi Prodcord, setidaknya aku bisa ‘memaksa’ seluruh line untuk kerja rodi. Jadi pustakawan, aku bisa puas-puasin baca buku dan memberikan testimoni kepada customer, dibayar pula.

Solving problem ability-ku sama sekali tidak berguna. Digilas buldozer berlabel birokrasi. Dan jangan harap aku mau mengenal tentang segala sesuatu yang bernama ‘uang kopi’, ‘uang rokok’, ‘uang bensin’, ‘under table money’, ataupun ‘underwear money’ :D. Totally not my way.

Beberapa waktu yang lalu aku pernah berniat untuk jadi PPJK, eh sekarang setelah tahu betapa susah memasukan barang ke Batam, aku lebih memilih jadi sopir taksi atau ojek aja deh, daripada harus sakit kepala. Every fucking single day! (Tapi.. aku kan nggak bisa nyetir. Oke, mungkin tidak harus jadi tukang ojek atau sopir taksi).

Hhhh… sebenarnya aku bukan orang yang suka mengeluh. Tapi tumpukan dokumen di file ‘import in progress’ mau tak mau memicu adrenalin. Workaholic en workaholic. Hanya ingin semuanya segera selesai.

Barangkali celetukan teman satu kantor yang mengatakan bahwa aku ini ibarat kecoak atau kaktus dengan kemampuan dan kemauan bertahan hidup yang tinggi ada benarnya juga. Dan sedikit banyak berguna untuk memicu semangat, agar tetap bekerja tanpa sakit kepala. Solving problem ability-ku bisa saja membentur birokrasi, tapi survival ability kan masih ada. Dikatain kaktus atau kecoak pun tak apa. 😀

Maka kukeluarkan seluruh kemampuan untuk mengurai segala kekacauan. Beramunisikan segambreng peraturan pemerintah, aku siap tempur.

Leave a Reply