Mana yang Lebih Bagus, Blogspot atau WordPress?

Sebetulnya ini bahasan basi, sudah jutaan blogger yang menulis tentang perbandingan antara WordPress dengan Blogspot. Tapi meskipun jutaan artikel sudah bertebaran di internet, pertanyaan “Bagusan mana sih WordPress ama Blogspot?” terus-menerus diajukan, mau tak mau saya terpanggil juga untuk menuliskan ini.

Jadi, mana yang lebih baik, Blogspot (BP) atau WordPress (WP)? Jujur, saya tidak bisa memberikan jawaban yang absolut, semuanya relatif. Tim Renata WordPress mengatakan bahwa WP lebih baik, sedangkan tim BP mengatakan bahwa Blogspotlah adalah CMS paling cihuy. Saya mah orangnya moderat da, pantang memihak kalau tidak ada bayarannya. *kumaha?

Anyway, karena setiap kali saya membahas tentang teknologi selalu ada yang berkomentar, “Aduh, saya mah gaptek”, sepertinya saya perlu memberikan pembukaan berupa basic knowledge dulu deh biar ke depannya kita sama-sama memahami. Oh, bukan, ini bukan karena saya benar-benar menganggap Anda gaptek. Ini lebih kepada intronspeksi untuk diri saya sendiri karena seperti kata Einstein, jika kau benar-benar memahami sesuatu, maka kau bisa menjelaskannya kembali dengan bahasa paling sederhana. Siap-siap, blog post ini akan panjang.

Selain kemampuan menulis, seorang blogger juga dituntut untuk memahami hal-hal yang berkaitan dengan platform yang digunakan. Ada beberapa poin pengetahuan dasar yang sebaiknya Anda ketahui sebelum kita ngobrol lebih jauh.

1. CONTENT MANAGEMENT SYSTEM (CMS)

Secara sederhana, CMS adalah perangkat lunak yang yang dipergunakan untuk membuat situs web, membuat dan mengedit konten, serta mengelolanya. CMS menerjemahkan kode-kode program (HTML, CSS, dll.) yang tadinya hanya bisa dibaca oleh browser ke dalam tampilan yang bisa dibaca oleh manusia. Ada banyak platform (program) CMS, di antaranya Blogspot, WordPress, Drupal, Joomla, Ghost, Magento, dan lain-lain.

 

2. KODE HTML, CSS, JAVASCRIPT, DLL.

Anda tentu sudah sering mendengar istilah-istilah ini. Well, kode HTML dan para sepupunya adalah bahasa pemrograman yang membangun sebuah situs web, termasuk blog yang kita gunakan. Kode-kode ini disimpan di dalam template. Karena web browser (Chrome, Mozilla, dll.) tidak bisa membaca data “telanjang”, maka kode-kode ini diperlukan agar browser bisa menampilkan data sesuai dengan yang kita inginkan. HTML (Hypertext Markup Language) digunakan untuk mengatur konten, sedangkan CSS (Cascade Styling Sheets) lebih ke desain dan tampilan seperti layout, background, warna huruf, dan lain-lain. Contoh kode HTML:

  • <h1>Heading</h1> ► kata atau kalimat akan ditampilkan sebagai heading/judul
  • <i>Italic</i> ► kata/kalimat akan ditampilkan miring
  • <li>Bullet</li> ► ini untuk bullet

Ruang kelas: Belajar kode HTML di W3School

Anda tak harus paham koding atau programming karena itu tugas mulianya para web designer dan programmer. Tapi setidaknya, pahami hal-hal dasar. Contoh, mengubah warna huruf aja dulu. Gaptek itu bukan alasan untuk berhenti belajar. Percaya sama saya, ini untuk kebaikan Anda sendiri.

 

3. THEME/TEMPLATE

Theme/template adalah tampilan blog, sederhananya sih begitu. Di dalamnya terdapat kode HTML, CSS, dan lain-lain. Template WP tidak bisa digunakan di BP, begitu juga sebaliknya, karena basis kodenya berbeda. Setiap platform memiliki kelebihan dan kerumitan masing-masing. Perbedaan antara template WordPress dengan Blogspot akan kita bahas di subbab selanjutnya.

 

4. DOMAIN & HOSTING

FYI, domain dan hosting adalah dua hal yang berbeda. Domain merupakan alamat situs web/blog kita, sedangkan hosting adalah bunganya rumahnya. Hosting atau web hosting adalah tempat data-data blog kita disimpan. Teks, foto, video, plugin, template, semuanya disimpan di dalam hosting.

Domain bersifat unik. Artinya tidak ada domain yang sama di belantara internet. “Tapi Teh, saya punya blog dengan domain ininamadomain.com dengan ininamadomain.net, kok.” Iya, itu berbeda, beda ekstensi.

Jenis Domain
  • Subdomain atau free domain ► domain gratis yang disediakan oleh platform. Alamatnya “numpang”. Contoh: www.langitamaravati.blogspot.com.
  • Top Level Domain (TLD)/custom domain ► domain berbayar, memiliki banyak sekali pilihan ekstensi. Contoh: www.langitamaravati.com.

 

Anatomi Domain

Ekstensi Top Level Domain

TLD memiliki beberapa jenis ekstensi, yang paling umum digunakan oleh personal atau perusahaan adalah dot com. Biasanya, ekstensi ini menandakan bidang sebuah situs web.

Contoh:

  • .org ► untuk organisasi.
  • .edu ► lembaga pendidikan.
  • .go.id ► lembaga pemerintah di Indonesia. Yang satu ini tidak bisa dimiliki oleh sembarang web sebab harus ada persetujuan dan verifikasi dari Kementrian Komunikasi dan Informatika.
  • .co.id ► hampir sama dengan .com, .id = Indonesia, artinya ini web dari/dibuat oleh orang Indonesia.

 

Pengertian Web Hosting

Fasilitas penyimpanan data-data sebuah blog/web. Tempatnya disebut server. Ketika kita membuat blog di platform gratis, data-data blog kita disimpan di server mereka. Analoginya, sih, kita ngekos di tempat Blogspot/WordPress. Untuk blog gratisan, kedua platform ini memiliki kapasitas penyimpanan data yang berbeda:

  • WordPress.com ► 3GB
  • Blogspot ► 15GB (termasuk Gmail, Google Drive, Google Photos, dll)

 

Jenis Web Hosting

Berdasarkan kepemilikan, web hosting dibagi ke dalam dua kategori:

  • Free hosting ► hosting gratisan, data kita disimpan di server BP atau WP.
  • Self hosting ► hosting berbayar. Artinya kita tidak lagi numpang, melainkan punya rumah sendiri.

 

FAQ Domain & Hosting

Banyak pertanyaan mengenai domain dan hosting yang diajukan kepada saya. Pertanyaan sama tapi datang dari orang yang berbeda-beda. Seriously, rasanya sudah seperti customer service. Jadi dengan FAQ ini, semoga pertanyaan Anda semua terakomodasi dengan baik. Please, saya capek, lho, ditanya kapan nikah mulu. (eh kok jadi ke sini bahasannya?)

  1. Kalau untuk blog, ekstensi TLD apa yang paling bagus?
    Saya menyarankan dot com karena lebih umum dan lebih mudah dideteksi oleh SERP.[/accordion]
  2. Bagaimana kalau ekstensi .com tidak tersedia?
    Ekstensi lain yang bisa dipilih adalah .co.id, .net, .co, dan .id.
  3. Jika saya membeli domain, apakah saya masih bisa menggunakan Blogspot atau WordPress?
    Iya, basis platformnya tetap sesuai dengan yang Anda pilih.
  4. Saya menggunakan Blogspot, perlukah saya membeli hosting?
    TIDAK. Blogspot akan tetap menggunakan hosting Blogspot, tidak bisa dipindahkan ke self hosting.
  5. Saya menggunakan Blogspot, apa bedanya antara domain gratis dengan TLD?
    Hanya dua perbedaannya: pertama, nama domain. Kedua, custom domain di Blogspot tidak bisa memakai protokol https, hanya http.
  6. Saya menggunakan WordPress, bisakah saya hanya membeli domain tanpa membeli hosting?
    BISA. Tapi akses untuk memodifikasi theme dan memasang fitur serta plugin jadi terbatas. Singkatnya, Anda enggak bisa ngapa-ngapain.
  7. Apa perbedaan antara WordPress.com dengan WordPress.org?
    Di WordPress.com Anda bisa membuat blog gratis dengan akses terbatas, bisa juga menggunakan TLD tapi hosting tetap memakai WordPress. Di WordPress.org Anda harus sudah punya hosting dan domain sendiri, bisa memakai domain dan hosting yang dibeli dari hosting provider pihak ketiga.
  8. Saya ingin membeli TLD di WordPress.com tapi ingin punya akses untuk memodifikasi theme serta mengunggah plugin. Bagaimana caranya?
    BISA. Beli paket yang business plan, asal tahan aja dengan harganya: 24.92 USD per bulan dan harus dibayar per tahun, artinya 299.04 USD atau 3,8 juta per tahun.
  9. Bolehkah saya membeli domain dan hosting dari WordPress.org?
    Boleh. WordPress.org berafiliasi dengan beberapa hosting provider, salah satunya (dan yang paling populer) adalah Bluehost. Sekali lagi, asal tahan aja dengan harganya.
  10. Teteh beli domain dan hosting di mana?
    Saya sudah pernah memakai 3 hosting provider yang berbeda, sekarang memakai Dewaweb.
  11. Kenapa beli hosting di Dewaweb?
    Kalau harus jujur, hosting yang saya pakai sekarang adalah “hadiah” dari Dewaweb karena dulu pernah jadi personal assistant sekaligus SEO content writer di sana. Tapi, so far jarang ada masalah dan yang paling penting, Ninja-nya siap sedia selama 24 jam, udah melebihi siaganya pacar. Jadi saya akan terus pakai ini.
  12. Hosting provider apa yang Teteh rekomendasikan?
    Bluehost *ditabok Mr. Khuram.
  13. Tapi kan … harganya …. anu.
    Saya memakai Paket Hunter, 900 ribu/tahun. Mahal? Relatiflah, tahun ini malah mau upgrade ke paket corporates karena kebutuhan kapasitas yang semakin besar.

Karena tidak banyak perbedaan antara Blogspot yang free domain dengan TLD, juga agar adil, saya akan membahas perbedaan antara BP, WP.com, dengan WP.org (dengan asumsi memakai self hosting).

 

1. AKSES

Yang dimaksud akses di sini bisa berupa mengganti template, memodifikasi kode, memasang fitur pendukung seperti Google Analytics, Alexa rank, dan lain sebagainya. Harap dicatat bahwa Blogspot dimiliki oleh Google sehingga semua fasilitas untuk keperluan statistik bisa digunakan di Blogspot. Verifikasinya pun mudah karena terintegrasi dengan Google Account yang kita miliki.

Akses Blogspot WordPress.com WordPress.org
Custom domain
Hosting Blogspot WordPress Self hosting
Template Free & Premium Free Free & Premium
Custom Code Hanya template
premium
Google Analytics
Alexa Tools
Plugin
Google Adsense
Google Search Console

 

2. KARAKTERISTIK

Seperti yang saya katakan sebelumnya, ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda.

Deskripsi Blogspot WordPress.com WordPress.org
Pengoperasian Mudah, cocok untuk Anda
yang baru belajar ngeblog.
Mudah, cocok untuk Anda
yang baru belajar ngeblog.
Sedikt lebih rumit.
Cocok untuk Blog personal Blog personal Blog personal, web perusahaan,
atau portfolio online.
Kapasitas 15GB Mulai dari 3GB Mulai dari 200MB
Basis kode HTML CSS CSS
Permalink Default. Customize. Customize

 

Trafik

Saya tidak tahu apanya yang salah, tapi jika membandingkan trafik/pageview yang didapat, kalau di BP pageview 500 doang sih sehari juga dapet, itu organik, lho. Kalau di WP (.com & .org) 200 aja ngesot. Saya curiga kalau Blogspot memakai bot supaya bloggernya merasa bahagia.

 

SEO

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa WP lebih baik di mesin pencari. Karena belum ada data statistik yang valid juga karena apa yang terjadi pada blog-blog saya justru sebaliknya, jadi saya memutuskan netral untuk poin yang ini. Yang pasti, SEO sebuah blog/artikel sangat tergantung pada optimasi SEO yang dilakukan oleh blogger itu sendiri.

 

Troubleshooting

Berikut beberapa masalah yang sering dihadapi ketika menggunakan Blogspot dan WordPress.

Blogpsot:

  1. Hasil instalasi template yang tak seindah demonya. Perlu mengatur ulang kode HTML dan layout-nya.
  2. SPAM dan direct URL. Meskipun dengan tingkat keamanan yang berlapis (termasuk deteksi otomatis link hidup di kolom komentar) SPAM organik (like a human) selalu bisa menembus Blogspot. Itu karena kita tidak bisa melihat URL asli sampai kita mengklik nama komentator. Sama halnya dengan para blogger bandel yang memasukkan direct link (link blog post terbaru) di URL nama. Kita tidak akan tahu, ujug-ujug teh broken link weh. Kalau di WordPress, kan, link di kolom komentar kelihatan. Jadi kalau ada yang tidak berkenan atau terindikasi SPAM, tinggal edit URL atau hapus komentarnya.
  3. Broken link. Menghapus broken link di Blogspot itu sudah seperti menunggu si dia yang tak kunjung melamar: melelahkan.

WordPress.com:

  1. Tidak bisa pasang Google Analytics, tidak bisa verifikasi Google Search Console, tidak bisa pasang plugin. Ruang gerak sangat terbatas.

WordPress.org/self hosting:

  1. Low disk space/kapasitas. Ini masalah krusial yang sering dihadapi ketika menggunakan WordPress self hosting. Kapasitas sangat tergantung kepada uang yang kita keluarkan paket yang kita gunakan. Kalau di Blogspot, dengan kapasitas sebesar 15GB dan kualitas server mereka (serius, enggak pernah down), kita mau unggah apa aja suka-suka kita.
  2. Plugin crash. Satu saja plugin yang crash, bisa menyebabkan blog tidak bisa diakses.
  3. Hosting provider. Kadang, masalah justru datang dari hosting provider. Server down-lah, inilah, itulah.

Referensi tambahan: Cara Mengatasi Low Disk Space

 

3. HARGA

Nah, ini yang paling penting. Selama ini banyak blogger yang beranggapan bahwa WordPress lebih bergengsi karena lebih mahal. Padahal sebetulnya tidak persis seperti itu. Yang lebih tepat adalah WordPress lebih mahal karena fitur dan kemampuannya juga berbeda.

Deskripsi Blogspot WordPress.com WordPress.org
Domain Mulai dari 75 ribu/tahun USD 48/tahun
atau 624 ribu/tahun
(kurs 13 ribu)
Gratis
Hosting Gratis Gratis Mulai dari 180 ribu/tahun
Temp Premium Mulai dari 150 ribu N/A Mulai dari USD 49
Plugin N/A N/A Gratis & berbayar.
Mulai dari USD 2

 

4. TEMPLATE

BP dan WP memakai basis kode yang berbeda. Apa yang bisa ditampilkan di WP, belum tentu bisa ditampilkan di BP, begitu juga sebaliknya. Beberapa efek visual yang mudah saja digunakan di WP seperti hover, parallax, entrance animation, bisa juga digunakan di BP, tapi harus otak-atik kode HTML-nya. Jadi please, yang pakai Blogspot enggak usah nanya gimana caranya tampilan blog bisa seperti blog saya atau blognya Mbak Yuni karena saya enggak ngerti. Sebetulnya bisa, meski tidak sama persis, tapi ya itu tadi, harus bisa modif kode HTML-nya.

Sekarang Blogspot sudah dilengkapi dengan empat macam template yang lebih clean, sayangnya belum bisa secetar WordPress.

Deskripsi Blogspot WordPress.com WordPress.org
Pilihan template Banyak piliha, yang gratis
maupun premium.
Tapi ya, variasinya segitu doang.
Banyak tapi terbatas
untuk dimodifikasi.
Buanyak.
Tapi mahal.
Tampilan Standar blog personal. Standar blog personal. Anda mau tampilan
blog sekece apa?
Bisa.
Efek visual Terbatas. Terbatas. Bebas.
Online shop N/A N/A
Free Template

Blogspot:

  1. Goyaabi Template
  2. Beauty Templates
  3. Templateism

WordPress

  1. WordPress
  2. Colorlib
  3. Themememe

 

Premium Template

Blogspot:

  1. Handriati
  2. Wulan Kenanga

WordPress

  1. Envato
  2. Almazia Pratita

 

FAQ Theme yang Saya Gunakan

Akhirnya, topik ini dibahas juga.

  1. Teteh pakai theme apa? Free atau premium?
    Savia theme. Premium.
  2. Harganya?
    59 USD.
  3. Gimana caranya membuat postingan seperti blog post Prelo?
    Saya memakai plugin Elementor.
  4. Huruf/gambar yang bisa bergerak ketika disorot itu namanya apa? Apa hanya bisa dipakai di WordPress?
    Hover effect. Bisa dipakai di Blogspot dan WordPress.
  5. Huruf/gambar yang bergerak dan muncul ketika di-scroll itu apa? Bisa dipakai di Blogspot atau WordPress?
    Entrance animation. Bisa dipakai di Blogspot juga, tapi harus modif kode.

Catatan: beberapa efek visual dan fitur adalah bawaan theme, beberapa diperlukan plugin tambahan. Akan menghabiskan waktu seribu tahun jika saya menjawab semua pertanyaan. Googling aja, gih.


Jadi, lebih baik mana, Blogspot atau WordPress? Semua tergantung kepada penggunaan dan goal apa yang ingin Anda capai. Untuk blog personal, Blogspot cukup. Tapi kalau untuk web perusahaan, saya akan merekomendasikan WordPress. WordPress juga bisa digunakan untuk online shop karena bisa dipasangi plugin WooCommerce, tapi untuk transaksi on-site harus dilengkapi dengan plugin lain yang berbayar. Untuk online shop sih saya lebih merekomendasikan Magento, Presta Shop, atau Shopify.

Oh iya, seperti yang saya tulis dalam status Facebook, selama ini para blogger selalu beranggapan bahwa untuk menang lomba blog itu harus menggunakan WordPress dengan theme premium, dilengkapi ratusan plugin dan efek visual yang uwow. Padahal tidak tepat seperti itu.

Ketika masih menggunakan Blogspot, saya sering kok menang lomba blog, mengalahkan mereka yang memakai WordPress. Pun ketika sudah menggunakan WordPress dengan theme premium, saya sering kalah oleh mereka yang menggunakan Blogspot.

Intinya, platform apa pun yang kita gunakan hanyalah fasilitas. Kitalah yang berperan besar menentukan kemenangan kita sendiri. Ini saran klise tapi sudah terbukti manjur: optimalkan potensi dan semua sumber daya yang Anda miliki. Sebab seperti kata orang-orang bijak, hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Salam,
~eL

18 thoughts on “Mana yang Lebih Bagus, Blogspot atau WordPress?

  1. herva yulyanti Reply

    mantap teh dikupas setajam bedog ieu, aku yg pemula jd bener2 tahu pisan 🙏🏻😁 aku ge beranggapan nu menang wae mah nu wp tp ternyata salah oge 😁 baiklah aku akan giat belajar biar menang dan mengharumkan Cimohay 😂

  2. Triani Retno A Reply

    “pantang memihak kalau tidak ada bayarannya” —-> kenapa suka sama kalimat ini, ya? 😀

    Aku pake blogspot semua. Belum dapat hidayah buat nyoba WordPress walaupun sering takjub lihat blog temen2 yang berbasis WordPress.

  3. enny Reply

    makasih banget teh sudah bikin tulisan ini, hilang sudah rasa penasaran gimana caranya bikin blog kayak teteh atau jeng yuni hihi. Mau tanya ke email rasanya nggak enak , jadi googling kesana kemari belum nemu karena nggak tahu keyword yang pas. Syukurlah follow blog teteh dapat jawaban plus ilmu baru. Nuhuuun ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *