WOULD U BE MY VALENTINE?

Tanggal 14 Pebruari merupakan hari istimewa bagi sebagian remaja di dunia. Di jepang misalnya, tanggal 14 Pebruari adalah saat seorang gadis bebas menyatakan perasaan sukanya terhadap seorang pemuda. Biasanya dengan cara memberi pemuda itu coklat dan surat cinta (ehm!) atau bicara secara langsung alias face to face. Wuih, berani juga yah gadis-gadis Jepang ini?

Satu bulan kemudian, sang pemuda membalas dengan memberikan hadiah juga kepada gadis yang mengiriminya hadiah di hari Valentine. Hari itu disebut sebagai ‘White day’, tepatnya tanggal 14 Maret. Kenapa disebut ‘white day?’, karena coklat yang diberikan pada tanggal 14 Maret biasanya berwarna putih.

Di Amerika, valentine’s day dirayakan dengan pesta atau saling tukar hadiah. Bukan hanya antar remaja, tapi dirayakan oleh orang tua dan anak-anak. Di Indonesia, valentine’s day dirayakan dengan cara party, dinner, date, and so on.

KENAPA VALENTINE BEGITU DIGANDRUNGI DI INDONESIA?

Kenapa banyak orang di Indonesia merayakan hari ini? Mungkin karena valentine adalah hasil impor dari budaya barat yang dikira modern dan keren maka orang Indonesia dengan ‘manis’ menurut dan mengadaptasikan budaya itu sebagai budaya sendiri. Ironisnya, budaya seperti ini masuk ke Indonesia tanpa melalui filter. Langsung ditelan bulat-bulat.


APA YANG DILAKUKAN DI HARI VALENTINE?

Remaja-remaja ibu kota biasa mengadakan pesta dan segala macam perayaan pada malam dan tanggal 14 pebruari. Sebut saja ‘candle light dinner’ bersama si doi, nonton bioskop, jalan-jalan, pokoknya ‘nge-date’ lah.


FAKTA TENTANG VALENTINE

(TAKE IT, DO NOT LEAVE IT)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawaban.”

Q.S. Al-Isra’:36)

Nama valentine diambil dari nama seorang pendeta bernama St. Valentine. Pendeta ini dihukum mati pada tanggal 14 Pebruari 270 M di romawi. Pada saat itu yang memerintahkan hukum mati adalah Raja Romawi Claudius II. Ia dianggap telah menyebarkan ajaran sesat kepada bangsa romawi (pada waktu itu bangsa romawi percaya kepada banyak dewa).

Lambang valentine yang berupa anak kecil telanjang berambut ikal dan membawa panah itu sebenarnya adalah simbol dari ‘Cupid’ (dewa cinta bangsa romawi).

So, bagian cinta yang mana yang perlu dirayakan di sini?

VALENTINE BUKAN HARI RAYA-NYA ORANG MUSLIM

“Sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setalah datang ilmu kepada kamu (keterangan-keterangan), sesungguhnya kalau demikian termasuk golongan orang-orang yang zalim.”

(Q.S. Al-baqarah:145)

Bukan tanpa alasan MUI mengeluarkan fatwa untuk mengharamkan valentine. Valentine bukan hanya hasil adapatasi kebudayaan barat, ia juga adalah hasil ‘infiltrasi’ (penyusupan) untuk melemahkan akidah dan melengahkan syariah. Bagaimana tidak? Jika dengan valentine, banyak maksiat yang berkedok ‘cinta’.

Umat islam mesti waspada. Jangan begitu saja menerima kebiasaan dan budaya dari luar. Hati-hati, lho dengan pendangkalan akidah. Lagipula, air dan minyak tak akan pernah bersatu. Yang benar ya benar, yang bathil ya bathil. Tak bisa dicampuradukkan.


PADAHAL CINTA BUKAN HANYA TENTANG ‘ITU’

Hari valentine disebut sebagai hari kasih sayang. Hari istimewa bagi semua pasangan. Hari ini juga disebut sebagai hari yang tepat untuk mengungkapkan perasaan kasih sayang kepada sesama.

Sadar tidak? Bahwa ‘valentine’ juga adalah salah satu trik pendangkalan akidah.

Perayaan valentine, senantiasa diisi dengan hal-hal yang jelas dilarang oleh islam. Misalnya, minum-minuman keras, pesta-pesta yang penuh dengan ikhtilath, kencan yang jelas-jelas adalah khalwat. Dan segala macam tentang hari itu yang semuanya bertentangan dengan akidah kita. Penuh dengan atmosfer zina.

Cinta tak harus diobral dalam sebuah kartu merah muda bergambar hati. Cinta harusnya didedikasikan pada Dia yang Maha Mencintai. Yang Maha Mengasihi.

Jadi, kalau ada seseorang yang menanyakan, “Babe, would you be my valentine?”, jawab aja: “Sorry ye, kita nih kagak ngerayain yang gituan, haram tauk!”. (^__^)

‘skylashtar’

sumber: Al-Qur’anul karim, ‘CINTA, say no to Valentine’,

Fatwa MUI,

kamus saku:

dinner : makan malam

candle light dinner : makan malam dengan cahaya lilin (sok romantis!)

date : kencan

filter : saringan (n), menyaring (v)

cupid : dewa (Tuhan) cinta dalam legenda romawi,

anak laki-laki Aphrodite, cucu Zeus

MUI : Majelis Ulama Indonesia

Infiltrasi : penyusupan

Ikhtilath : bercampur baurnya antara laki-laki dan perempuan yang

Bukan muhrim tanpa hijab dengan tujuan yang tidak

Dibenarkan oleh syariat.

Khalwat : Berdua-duaan antara perempuan dan laki-laki yang bukan

Muhrim

Leave a Reply