:Tuhan

Dengan tak meminta, aku sudah meminta segalanya.

Seharusnya kita memang tidak bersua di sini, di dunia buatan manusia sendiri. Karena kalau suatu saat kepalaku berhenti mengingat, catatan ini akan hilang tanpa jejak. Namun Engkau tentu tahu, aku mengingatMu di setiap hela napas, di setiap kedip mata, di setiap langkah kaki. Aku selalu mengingatMu.

Ya, akulah manusia paling bebal yang sering kali kehilangan akal. Aku tahu, bukan hanya di bahuku hidup yang terjal itu berada. Seperti yang sering kukatakan, manusia memiliki kesakitan sendiri-sendiri. Yang membedakan adalah bagaimana kami semua menanganinya.

Aku kerap berlari, berusaha bersembunyi dari tangan-tanganMu. Tapi Kau selalu menemukan aku, dengan cara apa pun. Kau selalu menarikku kembali. Jadi bagaimana aku bisa tersesat? Jadi bagaimana aku bisa melupakanMu?

Tak ada yang ingin aku minta sekarang. Aku hanya ingin berterima kasih atas semua kemudahan, kesempatan, dan nikmat yang Kauberi. Aku akan selalau percaya, Engkau adalah satu-satunya zat yang tidak pernah berkhianat. Aku akan selalu percaya, cintaMu padaku tidak pernah memiliki masa tenggat.

Aku akan selalu percaya.

Akan selalu percaya.

2 Comments

  1. June 4, 2013 at 3:29 am

    Teteh kata2 mu itu tidak biasa. Saya gak bisa nulis begitu 😀

    sae pisan lah

  2. Langit Amaravati-Reply
    June 5, 2013 at 11:05 am

    Terima kasih, Mbak. Hehehe… saya juga masih belajar, kok ini.
    Terima kasih sudah berkunjung.

Leave a Reply