Yang Rekah Lalu Patah

Jika dicintaimu adalah sebuah mimpi. Maka aku tak ingin terbangun … selamanya.

Tuan, ketika aku menyerahkan hatiku pada seseorang, maka aku sudah bersiap dengan segala risikonya. Dengan sakit dan bahagianya. Dengan bersama dan perpisahannya. Kau adalah pepasir yang kugenggam dengan tegar sedangkan aku adalah laut yang selalu siap menantimu pulang. 
Tuan, aku bisa saja berpura-pura tidak mengenalmu di hadapan setiap orang. Aku bisa saja menyembunyikan debar-debar jantungku dari telinga mereka. Lalu adakah cinta yang sesakit ini? Yang dipaksarajahkan lalu diminta bersembunyi? 
“Jangan tinggalkan aku,” katamu.
Tapi aku lelah menggenggammu. Maka kali ini, biarlah engkau kulepas dengan rela. Meski sakit itu akan terus membekas di dada. Sebab memilikimu adalah mimpi yang tak akan sanggup aku beli. 

3 Comments

  1. Langit Amaravati-Reply
    March 19, 2014 at 2:28 pm

    Langit Amaravati <<< duta curhatan hati perempuan 😀

  2. March 19, 2014 at 10:32 am

    Ini mewakili hati sekali. Terima kasih Ce :*

  3. March 25, 2014 at 6:49 am

    aye aye ^ ^

Leave a Reply