ZEYA, KANDHITA, DAN ZIB

Nama-nama di atas adalah tokoh dalam novel yang sedang kugarap. Nggak pake outline, riset aja sambil jalan, judul sama sekali belum kepikiran, yang penting nulis. Aku menargetkan novel ini selesai dalam waktu tiga bulan. Oke, empat lah.

Hampir setiap malam begadang sampe jam satu. Karena siang aku kerja dan walaupun nggak kerja tetep aja nggak bisa nulis. Karena… otak penulisku hanya bekerja bila malam hari. Ye, ia takut pada cahaya matahari. Aku gak nganggep ini semacam filosofi atau apa. Tapi pernah coba compare antara puisi yang kubuat siang-siang dan puisi yang kubuat malem-malem. Dan ternyata yang kubuat malem-malem emang lebih bagus.

Aku belum bisa cerita banyak mengenai novel ini, bahkan garis besar ceritanya. Karena sekarang plagiator ada di mana-mana. Lagian aku kan pemula, gak baik omong besar.

Yang pasti proses pembuatan novel ini bikin aku ngantukan dan kurang darah, coffee addict. Untuk menyelesaikan ini, sepenuhnya aku mengandalkan mood, daya khayal, dan intuisi. Pernah baca seabreg artikel ‘how to’, bahkan buku-buku panduan membuat novel, tapi percuma. Yang menjadi kendala bagiku adalah bukan bagaimana memulainya, tapi bagaimana menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Yak! 150 halaman A4, 1.5 spasi teman-teman! Banzaiiiiiii!!!!

[baru dapet 30 halaman]

Leave a Reply