Ziarah Tubuh

masih dapat kudengar jejak hujan di kakimu sementara tubuhku sudah dimakamkan di timbunan ingatan tanpa nisan. hanya ceruk-ceruk berisi gerimis yang kian hari kian pasi. di dalam situlah aku memintal kerinduan serta serat-serat hari. 
partitur-partitur kematian menggema di udara, di atas payudara dan bekas-bekas sanggama. secangkir kecupan tergolek begitu saja sedangkan hujan sudah lama menderas lalu getas. makam di tubuhku gigil, tubuh di makamku masih kerap memanggil-manggil.
“tapi aku menikahimu tidak untuk setia”* 
maka kunjungilah aku kapan-kapan, jika kau masih ingat letak makam. atau jika aku belum beranjak bosan. 
(Bandung yang sunyi, 21 November 2012)

*Buku Harian Perkawinan-Dorothea Rosa Herliany

Leave a Reply