Dewasa ini, seperti yang sudah kita tahu proyek pembangunan rumah dijual memang bertebaran di mana-mana. Berbagai tipe, variasi serta harga disediakan pengembang untuk masing-masing pangsa pasar mereka. Tapi, tak jarang harga jual beli rumah baru dianggap terlalu mahal sehingga tidak terjangkau bagi sebagian orang.

Itu sebabnya, kemudian ada beberapa calon pembeli hunian tapak menggeserkan opsinya ke rumah bekas. Meski banyak orang menganggap beli rumah bekas ini kurang prestisius dan kurang menjanjikan, ternyata sebenarnya menyimpan banyak kelebihan juga lho!

Begitu juga dengan saya. Membeli rumah baru selalu menjadi mimpi yang tak sanggup saya beli. Maka opsi kedua adalah membeli rumah bekas, dengan atau tanpa KPR.

Bagi saya pribadi, membeli rumah bekas itu enggak masalah karena banyak keuntungan yang bisa saja jadikan pertimbangan. Berikut di antaranya:

  1. Pajak Bangunan Bisa Lebih Murah

Mengapa?

Karena hunian tapak bekas nilainya sudah menjadi lebih rendah atau mengalami depresiasi dibandingkan dengan landed house baru. Nilai bangunan ini kemudian menjadi pengaruh terhadap nilai jual objek pajak, di mana NJOP turut mempengaruhi besarnya PBB yang harus dibayarkan.

  1. Fasilitas Sekitar Sudah Lengkap

Berbeda dengan perumahan baru yang masih dalam tahap development untuk pembentukan lingkungan sosial serta penyediaan fasilitas, landed house second terletak dalam satu areal yang sudah terbentuk pola kehidupannya.

Kondisi itu memberi keuntungan bagi pembeli sebab tidak perlu susah-susah mencari fasilitas yang dibutuhkan. Sistem keamanan telah terbentuk, sistem pergaulan sosial juga telah terlihat polanya. Mencari tempat ibadah sudah ada, mencari fasilitas lainnya pun tersedia.

  1. Bisa Juga Pakai KPR

Siapa bilang hanya rumah dijual yang masih baru saja yang bisa mendapatkan fasilitas peminjaman KPR? Rumah bekas juga bisa.

Malah sebenarnya lebih mudah, sebab surat-surat serta status kepemilikannya sudah jelas. Jadi pihak bank tidak perlu melakukan appraisal dan interview serumit tempat tinggal baru. Dalam pembelian landed house bekas pun tidak akan akan ditemukan kasus pengembang belum bekerja sama dengan pihak bank sebagai penyalur kredit.

Berbeda dengan hunian baru, jika pengembang pemukiman belum bekerja sama dengan pihak bank maka prosesnya akan lebih panjang dan juga sulit.

  1. Rumah Pasti Siap Huni

Jika memutuskan untuk membuat rumah baru, ada kemungkinan Anda harus menunggu selama beberapa bulan buat bisa pindah dan menghuni unit yang diidamkan atau bahasa kerennya indent.

Periode indent pun ada yang singkat ataupun lama. Namun bila Anda melakukan pembelian tempat tinggal bekas, sudah pasti hunian idaman tersebut siap huni. Bahkan jika beruntung, rumah bekas yang bakal dibeli adalah tempat tinggal baru direnovasi jadi dari segi kualitas pun tidak kalah dengan rumah dijual baru besutan pengembang.

  1. Harga Bisa Lebih Murah

Jual beli rumah baru sering kali saklek dengan harga. Harga yang diberlakukan merupakan harga keinginan pengembang ditambah marjin keuntungan dan jarang sekali bisa ditawar.

Beda dengan hunian tapak bekas, biasanya penjual hunian bekas adalah pemilik langsung jadi calon pembeli bisa lebih leluasa buat melakukan penawaran harga bila merasa terlalu mahal.

Saya pribadi tidak punya tipe rumah idaman sebab semua kriteria itu telah dikuburkan bertahun silam. Sekarang sih yang penting ada tempat berteduh yang cukup layak untuk saya dan Aksa. Jadi, membeli rumah bekas pun tak masalah karena hari ini, impian punya rumah dengan cicilan cocok di kantong freelancer bukan hal mustahil lagi.

Salam,
~eL

Share This