Kreativitas Tak Mengenal Batas

TAKING YOURSELF TO THE NEXT LEVEL

Konten Visual & Otak Manusia

Dari sekian banyak informasi yang diserap oleh otak manusia, 80-90% di antaranya bersifat visual. Mata manusia dapat memproses 36 ribu pesan visual per jam karena 40% dari serabut saraf yang ada di retina tersambung langsung ke otak.*

Daya Ingat

  • Text only – 10%
  • Picture only – 65%
Studi lain mengatakan bahwa informasi berupa teks hanya bisa bisa diingat sebanyak 10%, sedangkan informasi yang dilengkapi media visual (gambar, foto, infografis, dll.) memiliki kans untuk diingat sebanyak 65%.**

Hal ini juga berlaku ketika kita membuat konten blog post. Konten yang  menarik secara visual lebih mudah diserap oleh pembaca. Itu sebabnya mengapa seorang blogger harus peka terhadap teknik penyampaian informasi.

Sebagai blogger yang berangkat dari dunia penulisan konvensional (baca: cerpen), terus terang saya merasa tertantang. Ketika menulis cerpen, artinya saya menulis cerita, memvisualisasikan segala sesuatunya melalui kata-kata.

Saat menulis konten blog, saya tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan imajinasi atau deskripsi. Dibutuhkan media lain untuk menyampaikan informasi. Bisa berupa foto, ilustrasi, infografis, animasi, atau video.

Memang, menjadi blogger hari ini artinya berada di semesta kreativitas tanpa batas. Kita dituntut untuk terus menaikkan level keahlian dan kualitas konten agar informasi yang kita tuliskan bukan hanya menarik, tapi juga lebih mudah diserap pembaca.

Ngomong-ngomong soal konten kreatif, kali ini saya ingin mengajak Anda jalan-jalan ke balik layar pembuatan konten visual di blog ini serta software dan device yang saya gunakan.

Benefit Konten Kreatif

Konten yang menarik secara visual bermanfat baik bagi pembaca maupun bagi si pemilik blog sendiri.

Meningkatkan Engagement

Menurut HubSpot, blog post yang dilengkapi dengan konten visual disukai 53% lebih banyak dan 104% lebih menarik daripada yang tidak.

Lebih Mudah Diingat

Blog atau konten yang menarik secara visual lebih mudah diingat oleh pembaca.
U

Bagus untuk SEO

Meskipun gambar tidak bisa dibaca oleh crawler (crawler membaca gambar berdasarkan alt text), tapi blog post yang dilengkapi dengan gambar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian.
w

Media Komunikasi Efektif

Satu gambar mengungkapkan seribu kata. Ada informasi atau data yang lebih mudah disampaikan melalui media visual daripada teks.
ASUS VIVOBOOK A407
THE GUN BEHIND THE MAN

Iya, Anda tidak salah baca. The gun behind the man. Selain kreativitas dan ide-ide “liar” di kepala, keberhasilan seorang blogger tentu didukung pula oleh perangkat yang digunakan. Saya sendiri ditemani Mrs. Pandora, ASUS X201E yang sudah menemani sejak akhir 2015 silam. Laptop inilah yang mengantarkan saya jadi juara di beberapa lomba blog, menyimpan semua foto-foto saya dan anak saya Aksa, membantu saya membuatkan flashcard untuk dia, menjadi saksi jatuh bangunnya kehidupan saya.

Nah, April 2018 kemarin ASUS merilis laptop yang lebih gahar: ASUS VivoBook A407. Jika dilihat dari speknya sih, laptop yang dilengkapi dengan fingerprint sensor ini jelas lebih tinggi daripada laptop yang saya gunakan. Kalau laptop yang sekarang saja sanggup dipakai menghasilkan konten-konten juara, pasti penasaran kan apa saja yang bisa saya lakukan dengan VivoBook A407?

FITUR UNGGULAN ASUS VIVOBOOK A407

Saya menganggap laptop bukan hanya sebagai perangkat kerja, tapi juga sebagai rekan seperjalanan. Dan sebagai rekan, sudah semestinya saling mengenal lebih dekat. Saya dan Anda pasti sudah familiar dengan “keganasan” laptop-laptop ASUS, jadi mari kita jajal dulu fitur-fitur unggulan ASUS VivoBook A407.

 

Fingerprint Sensor

A407 dilengkapi sensor sidik jari untuk login cepat dan mudah dengan Windows Hello.

– ASUS

Windows Hello adalah teknologi berbasis biometrik yang memungkinkan pengguna Windows 10 untuk mengakses perangkat, aplikasi, layanan online, dan jaringan hanya dengan sidik jari, pemindaian iris, atau pengenalan wajah. Kita tidak perlu mengingat jutaan password. Selain mudah mengakses laptop, fitur ini juga lebih aman karena sulit diretas.

Keamanan selalu menjadi isu yang sensitif. Peretasan, pencurian data, atau terhapusnya data (baik sengaja atau tidak) adalah momok yang menakutkan. Dengan fingerprint sensor, banyak masalah bisa terpecahkan.

  • Aman #1. Saya jarang mengunci laptop karena sering lupa password. Beberapa bulan lalu laptop pernah saya tinggalkan dalam keadaan terbuka dan beberapa hal rahasia dibaca oleh seseorang. Dari situ hubungan kami tidak pernah sama lagi. (Eh naha jadi curhat ieu teh?) Kalau bisa dikunci dan dibuka dengan sensor sidik jari, kejadian nahas seperti itu tidak akan terjadi lagi.
  • Aman #2. Meskipun saya bukan agen rahasia atau apa, tapi data-data di laptop sangatlah berharga.
  • Mudah. Anda pernah tidak bisa login? Rasanya seperti terkunci di luar rumah sendiri, bukan? Agak-agak sakit gimana, gitu. Saya pernah, sering. Dengan adanya fitur login dengan sidik jari, saya bisa login dengan mudah tanpa harus menebak-nebak password yang -padahal mah- saya yang buat sendiri.
  • Cepat. Dari hasil baca-baca review, sih, Windows Hello kecepatannya luar biasa.

NanoEdge Display & Grafis

Layar 14″ dengan bezel 7,1 mm yang artinya layar lebih lebar sehingga lebih nyaman ketika mendesain konten visual untuk blog.

Kabayang teu kumaha seruna ngadesain dina layar laptop nu rubak? 

Banyak hal yang dijanjikan dengan fitur yang satu ini. Salah satunya adalah kemudahan ketika mendesain. Sekarang saya sedang senang bereksplorasi dengan tata letak blog post, pas banget lah pokona mah.

 

Tipis & Ringan

Bobotnya hanya 1,5 kg. Ini laptop ukuran 14″ tapi bobotnya sama dengan laptop saya yang ukuran 10″.
Mobilitas itu penting, Saudara-Saudara. Buat apa punya laptop kalau tidak bisa dibawa ke mana-mana karena beratnya nyaris seberat dosa? 

  • Freelancer & Relawan.  Seorang freelancer tidak memiliki jam kerja, juga tidak pernah punya ruangan kerja. Kadang ada revisi yang harus dikerjakan pada pukul 1 pagi ketika saya sedang dalam perjalanan di kereta api (ini serius), kadang saya harus pergi ke daerah dampingan untuk meliput, kadang …. Intinya, laptop HARUS SELALU DIBAWA. Dengan bobotnya yang ringan dan tipis tentu memudahkan saya untuk membawa laptop ke mana-mana. Saya bisa menulis di mana saja, tidak akan dimarahi klien, dan well … bisa tetap menulis di dalam hutan saat jadi relawan.
  • Seorang Ibu. Anda tahu tidak bawaan mamah-mamah dengan anak balita itu segimana? Satu ransel besar plus 1 tas jinjing. Isinya terdiri dari 90% kebutuhan anak, 10% kebutuhan ibunya. Ketika pergi bersama Aksa saya tetap bisa membawa laptop karena bisa disisipkan di ransel dan tidak terlalu berat.
  • Inspirasi tak mengenal tempat. Karena mudah dibawa ke mana saja, yang saya bayangkan adalah menulis di bangku taman, di bawah rimbun pepohonan. Lalu tiba-tiba ada seorang lelaki tampan yang menghampiri seperti di film-film FTV. *eh kumaha?

SPESIFIKASI

Berikut spesifikasi ASUS VivoBook A407 sebagai bahan referensi Anda.

Prosesor

Intel® Core™ i3

RAM

4 GB DDR 4, up to 8 GB

Storage

1TB 5400RPM SATA HDD

Grafis

NVIDIA GeForce MX110

OS

Windows 10

Dimensi

328 x 246 x 21.9 mm (WxDxH)

TAKING MY CONTENT TO THE NEXT LEVEL

Kalau Anda bertanya apakah saya merasa puas dengan pencapaian-pencapaian saya selama ini? Jawabannya adalah tidak. Saya ingin terus meningkatkan keahlian dan kualitas konten blog saya. Saya ingin terus berkarya dan mengasah kreativitas.

Karena proses kreatif secara keseluruhan pada dasarnya standar dan sama dengan blogger lain, maka saya hanya akan fokus ke tiga hal: konten, grafis, dan layout.

01

KONTEN

Content is still a king

Meskipun elemen visual membuat tampilan blog lebih menarik dan mempermudah penyampaian informasi, bukan berarti kita bisa mengabaikan hal yang paling esensial: konten. Walau bagaimanapun blog adalah media yang kompleks, saya selalu berusaha agar tidak membuat blog ini seperti brosur atau spanduk atau papan iklan.

Karena masalah mobilitas dan keamanan sudah terpecahkan, jadi saya bisa lebih fokus ke konten. Ketika menulis blog, ada beberapa poin yang menjadi perhatian saya:

a

Tata Bahasa

Ini hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Blogger adalah penulis dan sebagai penulis, kita patuh terhadap kaidah-kadiah penulisan. Sampai sekarang, setiap kali membuat konten, saya masih tetap membuka kamus dan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) jika ada kata atau frasa yang saya ragukan cara penulisannya.

Kenapa ini penting?

  • SEO. Dari sisi SEO, artikel yang tata bahasanya benar memiliki kans yang lebih tinggi untuk muncul di hasil pencarian daripada artikel yang tata bahasanya acak-acakan. Tidak percaya? Coba cek Google Search Engine Optimization Starter Guideline.
  • Kredibilitas. Ketika Anda mengaku sebagai seorang blogger a.k.a seorang penulis, kira-kira parameter apa yang dipakai untuk meneguhkan pengakuan Anda itu? Iya, betul. Kualitas tulisan. Dan seorang penulis berkualitas tahu cara membedakan imbuhan dengan kata depan di-, misalnya.

Sumber daya:

  • KBBI daring.
  • PUBEI daring.

b

Manfaat

Value atau manfaat bisa dibilang sebagai salah satu unsur intrinsik sebuah konten blog. Kita tak harus menyajikan khotbah atau artikel a la Chicken Soup. Tapi yang penting, ada manfaat yang bisa dipetik oleh pembaca. Entah itu menambah pengetahuan, perbandingan wawasan, tempat bercermin, pelajaran hidup, atau hiburan.

Anda yang mengenal saya pasti tahu karakter saya di media sosial dan blog. Saya tipe penulis yang nulis dulu baru mikir sehingga sering memancing keributan. Ini menjadi bahan introspeksi diri sehinga perlahan-lahan saya belajar untuk memilah apa pun yang akan saya tuliskan.

Note to Myself:

  • Terbuka terhadap kritikan.
  • Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf.
  • Kurangi curhat, perbanyak konten bermanfaat.

c

Unik

Blogger berbeda dengan jurnalis. Blogger boleh membuat tulisan subjektif asalkan tetap proporsional. Ini yang membuat kita unik. Kita dikenal dengan gaya bertutur yang kita gunakan, dengan keunikan konten visual yang kita sajikan.

Jadilah blogger yang memiliki ciri khas. Jangan mau cuma jadi pengekor, jadilah pelopor.

d

Validitas

Apa pun informasi yang kita sampaikan hendaknya adalah fakta dan bisa diuji validitasnya. Bahkan untuk review-review produk yang notabene dibayar, kita tidak bisa melakukan manipulasi data. Dengan menyampaikan informasi yang benar, berarti kita menghargai intelektualitas para pembaca.

Tip:

  1. Selalu lakukan riset sebelum menulis.
  2. Ambil informasi dari sumber-sumber terpercaya. Misalnya: buku, official website, atau narasumber yang memang ahli di bidangnya.
  3. Jika ada data yang meragukan, lakukan crosscheck ke sumber lain.

Grafis

Desain itu soal rasa.

02

Di sinilah kreativitas seorang blogger diuji, termasuk saya sendiri. Saya tidak memakai software desain yang wah, kok. Malah biasanya hanya memakai Canva kalau keperluannya hanya membuat featured image. Selama ini saya menggunakan 3 software desain utama. Tidak semuanya dipakai, sekali lagi, tergantung kebutuhan.

Adobe Illustrator

Jika harus membuat ilustrasi, saya menggunakan Adobe Illustrator.

Output:

  • PNG
  • Jpeg
  • SVG

Adobe InDesign

Dipakai untuk membuat infografik. Tapi lebih sering digunakan untuk membuat freebies seperti kalender, template CV, atau media kit.

Output:

  • Jpeg
  • PDF

Adobe Photoshop

Ini software yang paling jarang saya gunakan. Paling-paling dipakai kalau perlu mengedit foto, membuat mockup, atau membuat GIF.

Output:

  • Jpeg
  • GIF
  • PNG

PANDUAN KETIKA MENDESAIN

Seperti yang dikatakan Pidi Baiq, tak ada yang salah dan benar dalam seni, yang ada hanyalah kepantasan. Grafis atau apa pun Anda menyebutnya sama seperti disiplin ilmu lainnya: ada teorinya. Tapi yang kemudian menentukan adalah rasa dan selera si pembuatnya. Saat membuat konten kreatif untuk konten blog, saya sendiri memakai teori desain + digital marketing + komunikasi. Yaaa … sambil terus belajarlah.

Ada beberapa hal yang kerap menjadi pertimbangan saya ketika mendesain elemen visual untuk blog:

1

Tujuan

Sebelum membuat atau memasang sebuah gambar, saya selalu bertanya kepada diri saya sendiri: perlu atau tidak? Karena seperti yang dijelaskan di awal, media visual berfungsi sebagai alat komunikasi, bukan hanya sebagai hiasan.

Referensi: Dasar-Dasar Infografik

2

Menentukan Jenis Konten Visual

Setelah saya tahu tujuan pembuatan konten visual, barulah saya menentukan jenisnya. Contoh:

  • Tujuan: untuk menjabarkan persentase pengguna internet di Indonesia dengan di Singapura dan Myanmar dibandingkan dengan pengguna internet di Asia.
  • Jenis: grafik.
  • Hasil:

  • Indonesia – 50% 50% 50%
  • Singapura – 70% 70% 70%
  • Myanmar – 27% 27% 27%
Kenapa tidak menggunakan gambar atau infografik biasa? Ngapain? WordPress punya fitur bar counter yang lebih responsif dan lebih mudah dipahami oleh pembaca, kok.

3

Jenis File

Jenis file yang kita gunakan akan menentukan kualitas konten visual.

Tip:

  • JPEG  > foto yang tidak terlalu detail. Ukuran file-nya cenderung kecil. Contoh: foto pemandangan.
  • PNG #1 > foto yang diperlukan detail atau background transparan. Ukuran file-ya cukup besar. Contoh: foto produk.
  • PNG #2 > ilustrasi yang diekspor dari vektor. Kalau yang ini file-nya kecil, tapi tergantung resolusi dan kompleksitas ilustrasinya.
  • SVG > ilustrasi yang diekspor dari vektor atau animated icon. File-nya kecil sekali dan bisa menghemat disk space, tapi punya masalah dengan keamanan karena rentan jadi backdoor peretasan.
  • GIF > kalau ini Anda pasti sudah familiar.
  • PDF > hanya digunakan untuk lampiran.

4

Warna

Pemilihan warna berkaitan erat dengan psikologi. Dan psikologi berkaitan dengan proses penyampaian informasi. Pemilihan warna yang tidak tepat justru akan merusak desain atau media visual secara keseluruhan.

Karena terbiasa mendesain dengan warna CMYK yang notabene untuk cetak, mendesain dengan warna RGB a.k.a untuk layar menjadi semacam shocking theraphy. Salah kode melulu. 😀

Eh, tapi, untungnya ASUS A407 dibekali teknologi pengoptimalan visual ASUS Splendid jadi saya bisa menyesuaikan warna agar tidak salah pilih.

DENGAN ASUS V407 & SPEKNYA

Intel® Core™ i3 dengan RAM yang bisa di-upgrade sampai 8 GB dilengkapi NVIDIA® GeForce® MX110 graphics. Bisa Anda bayangkan tidak konten dan keahlian seperti apa yang bisa saya hasilkan nanti? Saat ini saya sedang ingin belajar After Effect, Adobe XD, dan Muse. Laptop yang sekarang masih sanggup, sih, cuma ya harus dipakai bergantian.

Barangkali ini juga menjawab pertanyaan Anda kenapa saya tidak pernah membuat animasi yang aneh-aneh.

Keahlian baru yang bisa dipelajari

%

Lebih cepat

Pilihan optimalisasi visual

03

LAYOUT

Visual Hierarchy

Layout blog berkaitan erat dengan visual hierarchy dan bagian-bagian konten mana saja yang akan kita tonjolkan. Saya sendiri menggunakan F-Pattern dan Z-Pattern ketika membuat blog post yang isinya cukup panjang. Anda tahu kenapa poin-poin di subbab ini ditata zigzag menyerupai huruf z? Tahu kenapa nomornya dibuat besar-besar dengan warna yang mencolok? Sebab dengan informasi berupa teks sepanjang ini, Anda akan cepat merasa bosan. Itu sebabnya saya mengikuti “behaviour” ketika Anda membaca: dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan.

Kenapa saya tidak membuatnya secara acak biar lebih dinamis dan greget? Pertama, tata letak yang tidak konstan justru akan membuat pembaca terdistraksi dan kehilangan konsentrasi. Kedua, pergantian gaya tata letak berfungsi untuk menandai pergantian bab atau subbab. Kalau tata letaknya seenak jidat saya, nanti informasinya justru membingungkan.

NANO EDGE DISPLAY

  • Dengan layar yang lebih besar dan lebar yang dimiliki Asus A407, tentu akan lebih memudahkan saya mengatur tata letak setiap blog post. Saya bukan hanya bisa membuat konten yang menarik, tapi juga bisa lebih menikmati proses pembuatannya.
  • Saya sedang belajar Adobe XD, bereksplorasi dengan tata letak blog, dan membuat animated icon. Dengan fitur dan spek yang memadai dari ASUS VivoVook A407, kemungkinannya tak terbatas.

Kalau harus dijabarkan satu per satu apa saja yang bisa dan ingin saya lakukan dengan semua keunggulan ASUS VivoBook A407 agar saya bisa naik ke pelaminan, eh, ke level selanjutnya, niscaya akan menghabiskan sekitar 5 ribu kata lagi. Yang jelas, saya ingin menjadi blogger yang lebih baik lagi. Yang bukan hanya menyajikan konten menarik bagi pembaca, tapi juga konten yang berguna. Saya ingin menjadi blogger yang menarik juga secara attitude, yang tidak suka nyinyir di media sosial, yang tidak selalu membuat konten kontroversial.

Dengan device yang tepat, seorang blogger seperti saya, seperti Anda, bisa memaksimalkan semua potensi yang kita miliki dan bersama-sama menjadi blogger yang lebih baik lagi. Kita bisa belajar hal-hal baru, menjajal keahlian yang belum kita tahu. Sebab seperti kata Ibu, ilmu tidak pernah memiliki pintu. Ilmu selalu terbuka bagi siapa saja yang gigih mencarinya.

Cheers,

~eL

Disclaimer:

Blog post ini diikutsertakan dalam ASUS VivoBook A407 Blogging Competition.

Footnote:

* Jensen, Eric. Brain-Based Learning (Revised). p 55. CA:The Brain Store, 2005.

** http://www.brainrules.net/vision

Copyright:

Share This