“Ah males blogwalking ke blog dia mah, sponsored post mulu.”
“Idih, apaan, masa blog isinya lomba semua?”
“Saya mau blogwalking, dong. Tapi yang postingan biasa ya, jangan yang iklan. Coba tolong taruh link-nya di komentar.”

Familiar dengan kalimat-kalimat di atas? Saya sendiri menganggap komentar-komentar seperti itu sebagai bunga-bunga di dunia blogging. Tidak menganggapnya benar, juga tidak menganggapnya salah. Tapi ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan.

  • Ada perbedaan besar antara blogger sebagai karier dengan blogger sebagai media untuk bersenang-senang. Blogger sebagai karier artinya blog itu sendiri harus bisa menghasilkan. Bisa dari sponsored post, bisa dari lomba, bisa dari afiliasi, dan lain sebagainya. Kenapa blog harus bisa menghasilkan? Karena bayar hosting dan beli theme blog itu harus PAKAI DUIT, gaes. Bukan pakai daun. FYI, untuk yang WordPress, per tahunnya harus mengeluarkan berjuta-juta. Saya sendiri mengeluarkan sekitar 2,5 juta per tahun untuk hosting,Β theme, dan plugin premium. Terus bayarnya dari mana? Kas masjid? Ya kali.

  • Saya orang yang paling malas blogwalking. Serius. Tapi ketika ada blogger lain yang posting sponsored post atau lomba dan tertangkap radar saya, saya selalu berusaha untuk blogwalking dan komen. Kenapa? Pertama, karena walaupun itu sponsored post atau artikel lomba yang notabene dibayar, tapi pasti ada manfaat yang bisa saya ambil. Entah itu product knowledge, entah itu rekomendasi dan referensi tentang barang dan jasa. Kedua, karena saya tahu, dari sekian banyak blog post, justru konten sponsored post dan artikel lombalah yang paling BUTUH untuk dikomentari. Ya, saya enggak bisa ngasih job sama blogger lain, atuh mantuan-mantuan komen da teu mayar komen mah.
  • Mau blogwalking atau tidak, itu hak Anda. Tapi harap diingat bahwa salah satu tujuan dari komunitas-komunitas blogger yang sekarang marak adalah untuk membentuk support system, saling mendukung satu sama lain. Ketika Anda menyempatkan waktu untuk blogwalking dan berkomentar di artikel sponsored post dan lomba, sesungguhnya Anda tengah membantu orang lain dan membantu diri Anda sendiri. Hari ini Anda “menanam benih kebaikan” dengan berkunjung, membaca, dan berkomentar di artikel sponsored post orang lain, siapa tahu esok Andalah yang memposting sponsored post dan membutuhkan komentar.

Artikel referensi: Etika Blogwalking

TIP UNTUK PARA BLOGGER KARIER

Saya mengerti bahwa menjadikan blogger sebagai karier atau profesi adalah “jalan pedang”, tidak mudah, tak pernah mudah. Di satu sisi kita ingin menulis hal-hal yang bermanfaat bagi pembaca, tapi di sisi lain kita juga harus realistis dengan situasi yang ada. Blogger hampir sama dengan wiraswasta, perlu modal, perlu dana operasional. Berbeda halnya kalau Anda menulis blog hanya untuk bersenang-senang.

Sebagai sesama blogger karier, saya punya beberapa tip agar blog kita tidak jadi papan iklan, tapi invoice tetap jalan.

1. Kategori Konten

Saya punya tiga jenis kategori konten:

  • Konten untuk pembaca >> berisi konten personal dan tip-tip yang sesuai niche blog saya, yaitu teknologi dan lifestyle.
  • Konten untuk “dapur” >> berisi konten sponsored post dan lomba.
  • Konten untuk search engine >> kontennya hampir sama dengan konten untuk pembaca, tapi tema yang dibahas disesuaikan dengan strategi optimasi SEO. Untuk konten ini, saya memilih keyword, menyesuaikan judul, optimasi offsite dan onsite. Saya punya beberapa konten untuk search engine, 3 di antaranya ada di page one. Ini yang membuat organic traffic tetap datang meski saya jarang update blog.

Dengan mengkategorikan jenis konten seperti ini, semua target saya tercapai. Ya memberikan manfaat untuk orang lain, ya organic traffic masih lancar, ya mendapatkan penghasilan agar saya tetap bisa MENULIS HAL YANG BERMANFAAT. Realistis ajalah, saya tidak mungkin bisa menulis tentang Cara Membaca Google Analytics, misalnya, kalau hosting saya di-suspend karena belum bayar.

2. Jadwal Posting

Iya, sih, kalau blog Anda isinya sponsored post mulu atau artikel lomba mulu, lama-lama orang juga akan eneg. Itu sebabnya kita harus pinter-pinter mengatur jadwal posting. Ini juga PR sih bagi saya.

Cara mengatur jadwal posting:

  • Buat jadwal tetap. Misalnya, sponsored post dan lomba hanya diposting pada hari Senin dan Jumat. Selebihnya adalah konten personal. Jangan takut sama brand, mereka pasti ngerti kok kalau kita punya jadwal seperti ini.
  • Buat jadwal yang fleksibel dan selang-seling. Misalnya, kalau ada sponsored post yang harus diposting pada satu hari, maka postingan berikutnya HARUS POSTINGAN PERSONAL.

3. Media Informasi

Ketika membuat konten untuk sponsored post, camkan dalam benak Anda bahwa Anda tidak sedang bekerja untuk memuaskan brand/agensi. Sebaliknya, Anda sedang memberikan informasi kepada pembaca. Entah itu informasi tentang event tertentu, tentang produk baru, atau tentang tempat yang baru di-launching.

Contoh, saya jadi tahu kalau di Bandung ada coworking space yang bisa digunakan sebagai kantor sementara. Jadi ketika WIFI di kosan mati, saya bisa mlipir ke sana. Itu saya tahu dari mana, coba? Dari tulisan blogger lain yang kebetulan jadi buzzer coworking space itu, kok. Manfaatnya apa bagi saya? Selama ini saya selalu ke kafe kalau WIFI mati, biaya ngafe itu muahal, gaes. Dengan adanya informasi yang diposting blogger lain (MESKIPUN ITU SPONSORED POST), saya jadi menemukan solusi dari permasalahan hidup saya.

4. Value atau Manfaat

Sebetulnya, apa pun yang kita tulis di internet, akan menemukan pembacanya. Tapi, alangkah lebih baiknya kalau konten-konten sponsored post dan lomba yang kita buat tetap memiliki value atau manfaat bagi pembaca. Ingat ini: TUGAS BLOGGER BUKAN MENJUAL PRODUK, TUGAS BLOGGER ADALAH MEMBERIKAN REFERENSI DAN REKOMENDASI UNTUK MEMBANTU CALON PEMBELI/PEMBACA MEMBUAT KEPUTUSAN.

Contoh:

Saya sedang mencari micellar water yang bagus tapi harganya di bawah Bioderma. Ke mana saya harus mencari? Ke official website brand? Enggak mungkin ada. Saya harus mencari ke blog-blognya beauty blogger. Kebanyakan postingan mereka apalagi review tentang satu produk adalah sponsored post. Lalu, saya harus membatalkan membaca hanya karena itu sponsored post? Kok ya picik amat. Yang penting saya bisa mendapatkan manfaat, mengetahui kelebihan dan kekurangan micellar water tersebut dari ahlinya. Peduli setan mau itu sponsored post kek, mau artikel lomba kek.

5. Batasi

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Saya mengerti kalau ada blogger karier yang hanya memiliki satu pintu penghasilan sehingga mau tidak mau harus memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Kalau harus jujur, saya jarang sekali menerima sponsored post. Bukan karena tidak mau, tapi karena memang tidak laku, eh, karena yaaa … tawarannya tidak banyak. Tapi tetap, kok, ada beberapa yang saya tolak karena produknya tidak sesuai.

Terus dari mana atuh saya “memberi makan” blog ini? Ya, profesi utama kan desainer, blog ini dijadikan sebagai media personal branding dan “pamer” portfolio. Kalau mau ngitung BEP (Break event point), dengan maksimal 10 sponsored post per tahun saja, biaya hosting dan theme sudah ketutup. Jadi, enggak terlalu ngoyo. Tapi saya harus tetap menerima sponsored post supaya masih bisa menjalankan blog ini.

Lomba blog? Itu beda lagi. Lomba blog kalau menang, hadiahnya dipakai untuk modal usaha desain dan biaya “liburan”. Gini, saya kalau menang lomba yang hadiahnya uang tunai, maka dalam sebulan saya akan libur kerja dan main aja sama Aksa. Kalau duit udah abis, baru kerja lagi. Ini contoh tidak baik, sih, jangan ditiru. Gawe mah gawe weh nya? πŸ˜€

Nah, bagi Anda yang baru saja terjun menjadi blogger karier, ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan sebelum mengambil tawaran sponsored post/undangan event:

  • TEMA & NICHE

Pilih yang memang sesuai dengan niche blog Anda. Kalau tidak sesuai tapi ada pertimbangan-pertimbangan khusus, pastikan konten sponsored post/lomba/event yang Anda ambil relevan dengan Anda sebagai blogger atau sebagai personal. Contoh: Anda mendapatkan tawaran sponsored post dengan tema traveling, tapi Anda adalah parenting blogger, bukan traveler blogger. Mau ditolak kok ya sayang fee-nya lumayan. Terus gimana? Ya kalau mau diambil, tulis dari sudut pandang Anda sebagai seorang ibu. Anda bisa menulis tentang traveling bersama anak, misalnya.

  • FEE & EFFORRTS

Ini bukan perkara nominal. Sekali lagi, INI BUKAN PERKARA NOMINAL. Anda sendiri yang menentukan seberapa besar Anda ingin dibayar. Tetapkan plafon minimal vs usaha yang harus dilakukan. Misalnya, ada tawaran sponsored post dengan fee 150 ribu tapi Anda harus menulis sendiri sebanyak 750 kata, harus ada 2 backlink hidup, harus mencari/membuat foto sendiri. Ambil jangan? Saran saya sih jangan karena usaha yang Anda lakukan terlalu besar jika dibandingkan dengan bayarannya. Dengan usaha segini, minimal 500 ribulah.

Bagaimana kalau ada content placement dengan fee 250 ribu dan satu link hidup? Ini standar ya kalau untuk content placement (tidak menulis sendiri), bolehlah Anda ambil. Kalau bisa nego sampai ke minimal 350 ribu sih lebih bagus.

“Teh, kan masih ada tuh yang nawarin content placement tapi fee-nya 75 ribu dengan 1 backlink. Ambil jangan, Teh?”

Ribet ah, terlalu banyak link keluar. Tolak aja. *anjir gaya

Artikel referensi: Cara Menentukan Ratecard

Kalau undangan event gimana? Tergantung benefit yang bisa Anda ambil. Ada undangan event yang tidak dibayar tapi Anda mendapat benefit berupa bertemu dengan blogger lain dan kangen-kangenan, misalnya. Ada undangan event yang fee-nya standar tapi si penyelenggara/agensinya sering mengadakan event sehingga Anda mendapatkan benefit berupa kerja sama jangka panjang. Ada pula undangan event yang fee-nya wah, tapi usaha yang harus Anda lakukan juga wah. Ada undangan event yang udah mah harus ongkos sendiri, enggak dibayar, tapi yang mengadakan adalah teman yang sedang membangun usaha dan kedatangan Anda adalah salah satu bentuk dukungan.

Sekali lagi, Andalah yang menentukan loss and profit-nya.

  • LAMA KERJA SAMA

Ada brand/agensi yang fee-nya standar tapi kontinu, setiap 3 bulan sekali sok aya weh tawaran teh. Tah nu kieu kudu di-maintain.

6. Menjaga Hubungan Baik dengan Brand

Sebagai seorang blogger karier, kita harus berada di tengah-tengah dalam arti memberikan konten yang bermanfaat untuk pembaca sekaligus menjaga dapur tetap ngebul. Kita tidak harus menjilat-jilat brand atau agensi, tapi tetaplah profesional.

Saya punya beberapa tip:

  • Kalau ada undangan event dan sudah menyanggupi datang, jangan membatalkan satu hari sebelum atau pas di hari H. Anda pikir jadi EO itu enggak jangar, apa? Nih, saya kasih tahu ya. Penyelenggara sudah mempersiapkan segala sesuatu berdasarkan jumlah blogger yang akan datang. Misalnya, jatah makan siang. Yang konfimasi 100 orang, maka porrsi makan siang akan dipesan sejumlah itu bahkan dilebihkan sekian persen. Kalau ternyata yang datang 70 karena 30 orangnya batal di injury time, mau dikemanakan porsi 30 itu? Itu makanan lho, mubazir.
  • Ini juga berlaku untuk event-event gratisan seperti seminar atau workshop. Kalau Anda sudah mengisi formulir pendaftaran, ya harus datang, jangan abai hanya karena itu gratisan. Kenapa? Karena ruang terbatas. Coba kalau Anda tidak ateul ngisi pendaftaran padahal tahu tanggal segitu belum tentu available, jatah Anda, kan, bisa diberikan ke orang lain yang lebih membutuhkan dan serius mau datang.
  • Jika karena urusan DARURAT Anda terpaksa tidak hadir dan baru bisa mengabari di injury time, hubungi penyelenggara apakah kehadiran Anda bisa digantikan oleh blogger lain yang kapabilitasnya sesuai dengan yang diminta penyelenggara. Tentu saja yang mencarikan blogger pengganti ini harus Anda sendiri.
  • Bila tidak ada blogger pengganti, Anda bisa menawarkan komplimen berupa sponsored post GRATIS kepada penyelenggara. Bisa berupa tulisan berisi campaign yang sedang berjalan, atau tulisan lain tentang brand yang bersangkutan.
  • DATANG TEPAT WAKTU. Minimal 1/2 jam sebelum acara dimulai.
  • Posting tulisan sesuai tenggat waktu atau sesuai brief yang diberikan penyelenggara. Misalnya, untuk reportase event biasanya 1-3 hari sesudah acara. Lebih dari itu beritanya akan basi. Untuk sponsored post, menyesuaikan brief. Kalau jadwalnya tidak sesuai dengan jadwal blog Anda, komunikasikan dengan brand/agensi. Jangan ini mah tiap kali ditagih, tarsok-tarsok mulu. Alesannya adaaa aja. Dengan situ menyanggupi datang ke event/menerima sponsored post, berarti Anda TAHU KAN KALAU HARUS POSTING?

Ayolah, dengan bekerja secara profesional, yang diuntungkan, kan, bukan orang lain, tapi diri kita sendiri. Saya pernah berhenti bekerja sama dengan salah satu brand karena jangka waktunya yang panjang sedangkan saya tidak punya banyak waktu luang.Β  Tapi saya sudah mendapatkan manfaat dari jasa brand tersebut, meski tidak tuntas. Hal itu menghantui saya sepanjang tahun, ibarat punya utang. Jadi, saya menawarkan untuk menulis tentang satu jasa mereka saja alih-alih semua rangkaiannya. Mereka setuju. Lalu apa yang terjadi? Saya diajak untuk ikut campaign terbaru mereka, dong.

Lagi pula, lingkaran blogger ini kecil. Isu-isu tak sedap akan cepat berembus. Ada agensi yang punya daftar blogger mana saja yang sering batal datang, blogger yang sering telat, blogger yang sering lama submit tulisan, dan blogger mana saja yang sering nyinyir di medsos kalau invoice telat cair. Ada juga blogger yang tulisannya keren, tapi sering kontroversial. Kayak saya. (Spesies terakhir bisa Anda abaikan)

Tahu tidak? Daftar itu terus berpindah dari satu agensi ke agensi lain. Siapa yang akan dirugikan kalau sudah begini? Kita sendiri.

β™₯β™₯β™₯

So, jika suatu hari Anda melihat status blogger lain yang isinya, “Saya mau blogwalking, please drop a link. Tapi yang personal, ya, jangan yang sponsored post.” Jangan dimasukkan ke hati. Selow aja selow. Hak mereka mau blogwalking atau tidak dan hak Anda untuk tetap membuat dapur menyala. Tapi bagi Anda yang sering membuat status seperti ini, saya cuma mau ngasih saran, kalau mau blogwalking mah blogwalking aja lah, meuni loba aturan siga guru BP wae.Β 

Salam,
~eL

Share This