DISAVOW TOOL:

Backlink-Backlink Berbahaya dan Cara Menghapusnya

Langit Amaravati, Blogger – Designer

16 Juli 2018

Pernah tidak Anda mendapatkan ribuan backlink dari satu web saja? Wow, hebat dong dapet ribuan backlink. No, honey. Your blog is under attack. Logikanya begini:

  • Web A ==> backlink ke web B sebanyak 1-5 kali = natural.
  • 100 kali = spam.
  • Web A ==> backlink ke web B 1000 kali = SEO poisoning.

Iya, mendapatkan backlink atau inbound link sebanyak mungkin adalah salah satu teknik optimasi SEO karena backlink merupakan satu dari 200 ranking factor yang akan memengaruhi peringkat blog kita di hasil pencarian. Tapi dari kacamata search engine, backlink dibagi dua: good backlink yang akan menaikkan peringkat blog kita dan bad backlink yang akan membuat blog kita menghilang dari jagad internet.

Inbound and outbound link

Inbound link  = link yang menuju ke blog kita. Disebut juga backlink.

Outbound link = dibagi dua:

  • Internal link = link antarlaman atau artikel di blog kita.
  • External link = link keluar dari blog kita menuju ke web/blog lain.
Internal Outbound Link
External Outbound Link

JENIS-JENIS
BACKLINK BERBAHAYA

Anda pasti sudah aware bahwa Google Penguin sekarang live. Ini salah satu algoritma Google yang fungsinya memonitor link building (link masuk dan keluar) dari setiap web. Web yang link building-nya sehat akan dinaikkan peringkatnya di mesin pencari. Sebaliknya, web-web yang memanipulasi link akan terkena penalti.

Mari saya perjelas apa artinya terkena penalti oleh Google Penguin = penurunan trafik secara signifikan. Dalam beberapa kasus, sama sekali tidak ada trafik.

Apa artinya blog tanpa trafik, coba? Apa artinya monetisasi blog jika pageview blog Anda 0?

Unnatural inbound links/backlink berbahaya⇒ link/tautan masuk ke sebuah web yang sengaja dibuat untuk memanipulasi PageRank.

Berdasarkan Google Webmaster Guideline, ada beberapa jenis backlink yang berbahaya:

1. Link Exchange

Tidak ada salahnya saling bertukar link dengan sesama blogger. Saya juga sering, kok, ngasih link ke artikel blogger lain yang memang relevan dengan topik yang sedang saya bahas. Malah, itu sudah menjadi kebiasaan. Yang menjadi masalah adalah ketika itu dilakukan secara berulang-ulang dan dengan banyak blog dengan maksud agar mendapatkan backlink balasan.

Memang enggak boleh mendapatkan backlink do-follow dari blogger lain? Ya, boleh. Kalau memberikan backlink dengan atribut do-follow? Tentu saja boleh. Saya kalau ngasih backlink ke blogger lain selalu do-follow, kok. Tapiii … tidak berlebihan. Misalnya, artikel 1 nge-link ke blogger A, nanti blogger A ngasih backlink balik. Terus, artikel 2 nge-link ke blogger B, nah si blogger B ngasih backlink balik. Begitu seterusnya dengan berpuluh-puluh bahkan ratusan artikel. Googlebot sudah cukup pintar untuk mengidentifikasi link exchange seperti ini.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memberikan backlink ke blog atau web lain:

  • Kontennya memang relevan. Misalnya: Anda menulis tentang “Cara Membuat Brownies Kukus”, jangan ngasih backlink ke artikel saya yang topiknya tentang “Cara Membuat Kategori Blog”. Selain tidak nyambung, Googlebot juga tahu, kok, kalau saya tidak bisa memasak.
  • Deeplink. Memberikan backlink ke artikel terkait lebih baik daripada hanya memberikan backlink ke home. Kecuali kalau Anda hanya menyebutkan nama si blogger tersebut.
  • Kuantitas. Misalnya, Anda ngasih backlink ke blogger yang itu-itu aja. Nanti dikira pacaran lagi. Kalau memang sayang, jangan cuma ngasih backlink, kasih mobil, kek. *naon sih?
  • Do-follow atau no-follow? Do-follow atuh kalau di artikel mah. Asal memang natural dan -sekali lagi- kontennya relevan.
  • Blog berpasangan. Nah, ini yang sering bikin artikel saling berpasangan gitu, saya sarankan link-nya memakai atribut no-follow.
Natural Link Exchange
Unnatural link exchange

 

2. SEO Poisoning/Link Farming

SEO poisoning adalah salah satu teknik black-hat SEO. Dibuat dengan maksud untuk menaikkan peringkat sebuah web (web sendiri atau web kliennya) tapi dengan cara memanipulasi mesin pencari dan merugikan web orang lain. Saya pernah cerita, kan, kalau blog saya pernah diretas? Nah, karena blog terinfeksi malware jadi ribuan backlink yang berasal dari web berisi malware menuju blog saya, pun ribuan link keluar dari blog ini menuju ke web lainnya.

Beberapa teknik SEO poisoning:

  • Memasukkan link ke web orang lain. Link tidak dimasukkan dengan cara normal, biasanya diinjeksikan melalui backdoor atau malware.
  • Link farming. Membuat ratusan atau ribuan backlink ke ratusan web lain. Dengan adanya injeksi malware, backlink ke satu web akan membuat backlink ke web lainnya secara otomatis. Begitu seterusnya.
Skema link farming

 

3. Widget/Footer/Banner

Pernah memasang widget berisi blog-blog favorit/blogroll/blog teman/link list? Pernah memakai theme gratisan dengan link di footer-nya? Pernah memasang banner (komunitas/afiliasi/dll.)? Coba cek atribut link-nya, do-follow atau no-follow? Kalau no-follow berarti sudah oke. Kalau do-follow, ubah segera jadi no-follow. Kalau tidak bisa diubah? HAPUS. Iya, termasuk link blog saya yang dipasang di widget Anda.

“Tapi, Teh, kalau link di banner komunitas memang harus do-follow.”

With all respect, jika ada admin komunitas yang kebetulan membaca ini, mohon dikaji ulang tentang tata cara pemasangan banner. Bagi kita para member, ini sepenuhnya pilihan.

 

4. Dummy Blog

Ini teknik lama. Dummy blog atau blog-blog satelit yang sengaja dibuat untuk menaikkan peringkat blog utama, terutama ketika lomba-lomba SEO. Beberapa mungkin berhasil, tapi risikonya tidak sebanding dengan keuntungan yang bisa Anda dapat.

Dalam skala yang lebih besar atau jika dilakukan dengan banyak dummy blog, ini termasuk link farming.

Lalu bagaimana jika punya beberapa blog karena berbeda niche? Pastikan link yang dipasang di masing-masing blog (widget/menu) memakai atribut no-follow. Lho, kalau no-follow tidak akan dihitung backlink, dong? Ya, memang itu tujuannya. Pilih mana, mending sedikit backlink atau dipenalti Google?

 

5. Backlink dari Web Berbahasa Asing

Jika blog Anda berbahasa Indonesia tapi mendapatkan ratusan backlink dari blog-blog berbahasa Rusia atau India atau Jepang, misalnya. Ini mencurigakan dan Google tidak segan-segan mengambil tindakan. Ya, gimana enggak mencurigakan orang tulisannya aja beda, kok.

 

6. Spam di Kolom Komentar

Siapa di sini yang masih menaruh link hidup di kolom komentar blog orang? Anda belajar SEO di mana, sih? Backlink yang didapat dari kolom komentar blog orang apalagi jika jumlahnya banyak akan menjadi bumerang karena dianggap spam. Bukannya menaikkan peringkat atau trafik, yang ada malah blog Anda diturunkan dari mesin pencari.

Blogwalking memang perlu (iya, Chan, perlu, makanya kamu harus sering blowalking juga) tapi blogwalking juga perlu etika agar selain silaturahmi dan mendapatkan ilmu baru, kita juga tidak merugikan si empunya blog dan diri kita sendiri.

7. Low Quality Backlink

Backlink yang berasal dari web-web ndak jelas dan tidak berkualitas. Contohnya:

  • Web tempat download dokumen/software bajakan.
  • Web berisi malware.
  • Web porno.
  • Web judi.
  • Web yang isinya auto generated atau scraped content.
  • Web mantan. #eh

8. Auto Generated Backlink

Backlink yang dibuat secara otomatis. Contoh: backlink maker-nya smallseotools. Coba lihat contohnya di bawah ini. Saya sudah cek URL-nya satu per satu, kebanyakan dari web-web yang entah apa. Bahkan ada dari web yang sudah “mati”.

 

Backlink maker Smallseotools

CARA MENGGUNAKAN GOOGLE DISAVOW TOOL

Kita tidak bisa begitu saja melarang orang lain memberikan backlink ke blog kita, juga tidak bisa sepenuhnya mengontrol apa yang terjadi di belantara search engine. Backlink-backlink berbahaya, terutama SEO spam/poisoning bukan hanya akan membuat blog kita mendapatkan peringkat yang lebih rendah, tapi juga bisa membuat blog kita terkena penalti.

Salah satu cara untuk menghapus low quality backlinks berisi spam adalah dengan menggunakan disavow tool. Ini salah satu fasilitas yang diberikan Google, berfungsi untuk memerintahkan Googlebot agar mengabaikan backlink-backlink tersebut. Link di web lain yang menuju blog kita tentu masih akan ada karena kita tidak punya otoritas untuk menghapusnya, tapi dengan disavow, link tersebut tidak akan dianggap.

1

Buat Database Backlink

Siapkan dulu daftar backlink yang akan kita hapus. Dari mana datanya? Anda bisa melihat di Google Search Console (GSC) atau menggunakan 3rd party tools seperti Moz Research Tools. Jika Anda menggunakan beberapa properti di GSC seperti:

  • https://www.example.com
  • https://example.com
  • http://www.example.com
  • http://example.com

Buatlah database yang berbeda dan ajukan disavow untuk masing-masing properti, jangan disatukan, karena Google menganggap masing-masing properti sebagai web yang berbeda pula. Berdasarkan pengalaman, backlink SEO poisoning yang menuju blog saya berbeda antara blog yang memakai https dan http.

Contoh properti di Google Search Console

Contoh properti di Google Search Console

GOOGLE SEARCH CONSOLE

  • Google Search Console >> Dashboard >> Search Traffic >> Links to Your Site >> More >> Download More Sample Links & Latest Links
Cara membuat disavow backlink_1
Cara membuat disavow backlink_2

Saya mengkategorikan backlink berdasarkan prinsip lampu lalu lintas:

  • Hijau = pass. Link dari blog teman yang memang saya kenal, referral terpercaya (WordPress, Blogspot, Goodreads, LinkedIn, Google Plus, dll.).
  • Kuning = cek lagi. Backlink dari widget (biasanya jumlahnya ratusan), cek dulu di Moz apakah atributnya “do-follow” atau “no-follow”.
  • Merah = hapus. Backlink-backlink yang terindikasi SEO link farming, yang berasal dari web/blog berisi spam, low quality directories, dan link-link lain yang berbahaya.
Cara membuat disavow backlink_3

Jangan tertipu dengan backlink dari blog biasa, cek dulu URL lengkapnya. Seperti di bawah ini, satu-dua backlink memang dari artikel biasa, puluhan lainnya adalah URL parameter yang merupakan bagian dari link farming.

Contoh spam backlink

MOZ RESEARCH TOOL

  • Inbound links >> untuk mengecek apakah widget yang dipasang di blogger lain memakai atribut “do-follow” atau “no-follow”.
  • Linking Domains >> target >> cek di semua target (this page, this subdomain, this root domain).
  • Jika ada domain-domain mencurigakan, cek URL lengkapnya.
  • Kopi semua domain mencurigakan dan satukan dengan daftar yang kita dapat dari Google Seacrh Console.
Moz Research Tools_1
Moz Research Tools

2

Buat File Disavow

Disavow Tool hanya menerima file .txt dengan format UTF-8 format atau 7-bit ASCII. Anda bisa menggunakan notepad.

Buka desktop atau folder di komputer >> klik kanan >> new >> text document >> beri nama file seperti “Disavow HTTPS – 15 Juli 2018”

Tip:

  • Beri nama file berdasarkan properti (http,https,www,tanpa www) dan tanggal agar kita ingat kapan mengajukan disavow dan bisa mengecek progresnya.
  • Jika kita mengajukan disavow beberapa kali untuk properti yang sama, maka file disavow yang kita ajukan sebelumnya akan ditimpa. Jadi, misalnya kita mengajukan disavow kedua, domain-domain di disavow pertama harus dimasukkan juga di file yang kedua ini.

Cara Menulis File Disavow

  • Untuk memberi catatan gunakan tanda “#” di awal, semua baris yang menggunakan tanda “#” akan diabaikan.
  • SATU BARIS UNTUK SATU LINK/DOMAIN.
  • Untuk men-disavow satu URL >>  tulis URL lengkap. Contoh: https://example.com/page/13/?/app-download=android
  • Untuk men-disavow semua backlink dari satu blog atau web ==> domain:example.com (tanpa http atau www).
  • Jika sudah selesai >> simpan. Pastikan ekstensinya .txt, ya.
Contoh File Disavow

3

Ajukan Disavow ke Google

 

  • Masuk ke Google Disavow Tool >> pilih properti >> disavow links.
  • Jika terjadi eror, Anda akan mendapatkan notifikasi apa yang salah. Edit file, lalu submit ulang.
  • Tunggu. Saya pernah mengajukan disavow pada tanggal 10 Desember 2017 dan baru diproses 2 hari kemudian. Jadi ya, waktu tunggunya memang tidak pasti.
  • Cek secara berkala di GSC apakah backlink-backlink itu masih ada atau tidak.
Cara menggunakan Google Disavow Tool

Anda juga bisa mengajukan disavow ke Bing (search engine besutan Microsoft) dengan cara yang hampir sama. Kalau Yandex? Setahu saya Yandex (search engine Rusia) tidak memiliki disavow tool, tapi kalau Anda menemukan hasil pencarian yang tidak sesuai atau yang berasal dari web-web berisi malware dan spam, Anda bisa langsung mengajukan komplain.

Yandex >> masukkan kata kunci, misalnya nama Anda >> hasil pencarian >> klik kanan >> complain >> about this result >> alasan.

Yandex remove tool

FAQ

Apakah boleh mengajukan disavow untuk link spam yang berasal dari blog sendiri?

Tidak, disavow hanya digunakan untuk backlink. Untuk menghapus link spam di blog sendiri (karena URL injection), gunakan Google URL remove tool.

Berapa banyak baris atau backlink yang bisa kita ajukan dalam satu file?

Saya tidak menemukan sumber resmi yang mengkonfirmasi ini, jadi ya sebanyak yang diperlukan. Enggak akan sampai ribuan baris, kan?

Bagaimana jika kita mengajukan domain yang salah? Bisakah diperbaiki?

Edit file disavow dan ajukan ulang.

Apakah setelah backlink berbahaya itu dihapus, performa blog kita akan membaik?

Iya.

Apakah trafik akan berkurang?

Tentu saja. Ribuan trafik dari web-web spam akan hilang.

Berapa kali kita boleh mengajukan disavow?

Tidak terbatas. Sepanjang memang diperlukan ya ajukan terus. Saya sendiri melakukan ini secara berkala, 1 bulan sekali kalau memang ada backlink berbahaya baru.

Bolehkah mengajukan disavow untuk backlink yang berasal dari blogger yang kita kenal?

Jika itu untuk kemaslahatan bersama, kenapa tidak?

Apakah yang bersangkutan akan tahu kalau kita men-disavow backlink yang dia berikan?

Enggak.

Saya mengerti bahwa banyak mitos-mitos seputar optimasi SEO yang beredar di kalangan blogger. Sayangnya, tidak semua teknik yang diajarkan oleh -konon- ahli SEO itu sejalan dengan peraturan. Banyak di antaranya yang justru membahayakan.

SEO bukan ilmu eksak seperti 1+1=2, ini ilmu yang dipengaruhi banyak faktor dan terus berkembang. Google sendiri terus-menerus melakukan langkah-langkah perbaikan algoritma demi hasil pencarian yang semakin relevan.

Saya sendiri jelas bukan ahli. Dalam hal optimasi, saya hanya memakai satu referensi utama: Google Webmaster Guideline. Kalau ada referensi lain yang bertentangan ya, tidak saya pakai. Panggil saya blogger idealis, tapi saya pribadi lebih memilih punya trafik dan hasil SERPs standar daripada trafik gila-gilaan namun memakai teknik-teknik manipulatif.

Oke, demikian ngobrol-ngobrol kita kali ini. Semoga bermanfaat. Seperti biasa, jika ada koreksi, tambahan, atau pertanyaan, mohon ajukan di kolom komentar.

Salam,
`eL

Share This