Merencanakan Perjalanan Tanpa Mimpi Buruk

Merencanakan Perjalanan Tanpa Mimpi Buruk

Saya memandangi satu-satunya koper yang tersisa di baggage conveyor dengan tatapan gamang. Tidak yakin apakah itu koper saya atau bukan, tapi karena tak ada lagi koper yang keluar dan nyaris semua orang sudah meninggalkan baggage claim area, saya pun mengambilnya dan segera tahu bahwa ITU BUKAN KOPER SAYA.

Saya tidak tahu di mana koper saya berada, entah tertukar atau hilang. Yang jelas, kejadian selanjutnya cukup membuat sakit kepala. Tertahan di bandara, berdebat dengan petugas bandara dan maskapai yang seringnya ngehe. Bahkan setelah kerepotan-kerepota klaim itu, tidak ada jaminan koper saya akan ditemukan.