Category: FICTION

[CERPEN] Bebegig

Isum percaya, bahwa bebegig1 yang ia pasang bukan hanya melindungi padi-padi dari hama, tapi juga melindungi tiga petak sawahnya dari para pengusaha pabrik yang rakus. Satu bebegig untuk satu petak sawah, dipancangkan tepat di tengah-tengah seperti Cerberus yang setia menjaga gerbang neraka. Tapi bagi Isum, bebegigbebegig itu adalah penjaga ladang surganya; penjaga perut ketiga anaknya.

Untuk membuat satu buah bebegig, Isum memotong bambu sepanjang satu setengah meter, seukuran tinggi tubuhnya. Bilah bambu kedua dipotong sepanjang satu meter kemudian diikat di  bagian atas bambu pertama sehingga kedua bilah bambu itu membentuk salib. “Ini untuk tangan,” katanya kepada Dasep, anak sulungnya. Dengan jerami padi bekas panen sebelumnya, Isum membentuk kepala, badan, dan tangan. Dengan penuh kasih sayang seperti kepada anak-anak yang lahir dari rahimnya, Isum memakaikan baju, celana, dan caping di kepala bebegig ciptaannya.

Baju dan celana yang ia pakaikan adalah peninggalan Karman, suami yang meninggalkannya ketika ia hamil muda. Menurut kabar yang Isum terima, Karman memang berhasil mendapatkan pekerjaan di Jakarta, tapi kemudian hatinya (jika Karman memiliki hati) tergoda janda muda yang memberikan janji-janji surga. Karman tak kembali. Isum tak peduli. Baginya, rasa sakit tidak untuk diratapi. Baginya, hidup bukan hanya tentang memikirkan laki-laki.

Meski ya, kerinduan kadang datang tak diundang. Walau bagaimanapun, ia dan Karman pernah bertahun-tahun dikelantang asam garam kehidupan. Isum mahfum, sebagaimana kematian, kehilangan akan selalu datang, cepat atau lambat. Read more

Hal-Hal yang Menyebabkan Cerpen Kamu Tidak Layak Muat

Selain -tentu saja- kualitas karya, ada beberapa hal yang membuat cerpen kamu tidak layak muat. Seorang penulis bukan hanya harus piawai menanak cerita, tapi juga harus memiliki kemampuan atau pengetahuan tentang teknik marketing. Mudahnya sih, mengirim karya yang tepat ke media yang tepat. Memang, setiap karya akan memiliki takdir mereka masing-masing, tapi takdir seperti ini adalah takdir yang harus diusahakan, bukan hanya diserahkan kepada kuasa Tuhan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan cerpen kamu tidak layak muat: Read more

[CERPEN] KARTU KEMATIAN

(Pikiran Rakyat, Minggu, 27 September 2015)

Kepada hujan yang menandak-nandak di luarlah kelak akan kauceritakan betapa Marni, istrimu yang cantik dan tabah meski dilanda segala macam onak dalam hidup itu tengah mengerang dengan tubuh kejang-kejang. Mulut istrimu tak berhenti melafal nama Tuhan meski engkau sedikit ragu bahwa di saat-saat seperti itu Tuhan masih mau mendengar.

Barangkali Tuhan tidur, pikirmu. Lalu kau kembali menggenggam tangan Marni tanpa tahu tepatnya apa yang harus kaulakukan. Jika engkau diberi kesempatan untuk melipat masa sekarang dan mengembalikan masa lalu untuk kauperbaiki seperti kain yang bisa kautambal sulam, tentu kau akan menerima ajakan kawan-kawanmu yang dahulu itu. Toh menjadi penyadap getah karet tak akan membuatmu kaya, lebih baik kau menjadi seperti mereka; para jawara yang bergelimang harta meski bukan harta yang menjadi hak mereka. Sebab kini kau tahu bahwa kemiskinan lebih dekat kepada kematian. Read more

Kaidah Penulisan Judul

Cara Bijak Ramah Lingkungan dan Menghemat Uang Dari Penjara Ke Penjara Telekomunikasi untuk Kemakmuran Bangsa Pada Sebuah Kapal Jurai: Kisah Anak-anak Emak di Setapak Impian Dari kelima judul buku yang saya sebutkan di atas, yang manakah yang penulisannya tepat dan tidak tepat? Jika Anda masih bingung untuk mengidentifikasi, saya mau berbagi tips tentang penulisan judul. Judul […]

Read more

Penggunaan Imbuhan pada Kata Majemuk

Kata majemuk adalah gabungan beberapa kata dasar yang berbeda membentuk suatu arti baru. (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan:  EYD Terbaru (Permendiknas Nomor 46 Tahun 2009)) Anda tentu familiar dengan kata majemuk tanggung jawab, tanda tangan, garis bawah, dan kata majemuk lainnya. Anda juga tentu sudah paham bahwa kata majemuk ditulis terpisah kecuali untuk beberapa kata yang […]

Read more

Cara Mudah Membedakan Imbuhan dengan Kata Depan di-

 Kata depan (preposisi) dengan imbuhan (afiks) di- seperti keledai dengan kambing, nyaris serupa tapi tak sama. Itu sebabnya banyak sekali penulis yang masih sukar untuk membedakannya. Semoga postingan ini dapat membantu. CARA PENULISAN: Kata depan (di, ke, dari) kalimat ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai […]

Read more

FAQ TENTANG KEPENULISAN CERPEN

Beberapa pertanyaan di bawah ini sering sekali diajukan ketika saya menjadi tutor, beberapa diajukan melalui japri. Bagi yang memiliki pertanyaan yang sama, semoga jawaban saya bisa mengakomodasinya: – Cerpen yang baik itu seperti apa? Cerpen yang memenuhi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik sebuah cerpen.  – Cerpen yang bagus itu seperti apa? Tergantung selera pembaca. Like and […]

Read more

[LTERARY] BAKAR BUKUNYA, MINUM ABUNYA

“Aku mau jadi penulis, ajarin dong,” kata seorang teman kepada saya. “Kapan terakhir kali kamu membaca buku?” tanya saya. “Hmmm …,” dia mulai ragu-ragu. “Beberapa tahun yang lalu sih, waktu aku masih kuliah,” jawabnya dengan wajah tak berdosa. “Kalau tidak pernah membaca, jangan pernah mimpi jadi penulis,” tukas saya. “Hei, tapi kata teman-teman yang lain, […]

Read more

[Cerpen] Pengantin Angin

(Pikiran Rakyat, Minggu, 24 Agustus 2014) Perempuan itu, Maryam, istri yang baru kunikahi selama sembilan puluh hari hilang. Hilang tanpa bekas, tanpa secarik pun catatan di atas kertas, tanpa surat, pun pesan-pesan tersirat. Ia hanya hilang. Nyaris seperti ditelan angin. Hilang begitu saja.             Jika tak ingat bahwa Maryam ini bisu dan tuli, mungkin aku […]

Read more

[Cerpen] Ngahyang

(Tribun Jabar, Minggu, 27 April 2014) Di desa kami yang sunyi, Sindangwangi, semua orang tak pernah lupa tentang Sukandar. Ia bukan hanya dikenal karena hidupnya yang bagai legenda berjalan, tapi juga karena cara kematiannya yang masih menyisakan pertanyaan janggal. Sampai hari ini, tak ada yang tahu cara paling tepat bagaimana dia mati. Kami hanya tahu […]

Read more