Select Page

[CERPEN] Bebegig

Isum percaya, bahwa bebegig1 yang ia pasang bukan hanya melindungi padi-padi dari hama, tapi juga melindungi tiga petak sawahnya dari para pengusaha pabrik yang rakus. Satu bebegig untuk satu petak sawah, dipancangkan tepat di tengah-tengah seperti Cerberus yang setia...

[CERPEN] KARTU KEMATIAN

(Pikiran Rakyat, Minggu, 27 September 2015) Kepada hujan yang menandak-nandak di luarlah kelak akan kauceritakan betapa Marni, istrimu yang cantik dan tabah meski dilanda segala macam onak dalam hidup itu tengah mengerang dengan tubuh kejang-kejang. Mulut istrimu tak...

[Cerpen] Pengantin Angin

(Pikiran Rakyat, Minggu, 24 Agustus 2014) Perempuan itu, Maryam, istri yang baru kunikahi selama sembilan puluh hari hilang. Hilang tanpa bekas, tanpa secarik pun catatan di atas kertas, tanpa surat, pun pesan-pesan tersirat. Ia hanya hilang. Nyaris seperti ditelan...

[Cerpen] Ngahyang

(Tribun Jabar, Minggu, 27 April 2014) Di desa kami yang sunyi, Sindangwangi, semua orang tak pernah lupa tentang Sukandar. Ia bukan hanya dikenal karena hidupnya yang bagai legenda berjalan, tapi juga karena cara kematiannya yang masih menyisakan pertanyaan janggal....

[Cerpen] Riwayat Hujan

“Tidak ada yang salah dengan cinta, Ken. Yang salah barangkali adalah kita yang selalu berusaha mendefinisikan dan mengkotak-kotakkannya tiada henti, dari hari ke hari,” matamu mengeja hujan di luar yang berlari-lari liar, sementara tanganmu menggenggam sebuah kunci...

[Cerpen] Anak Matahari

(Juara II Lomba Cerpen LPM Edukasi Dasar, 2012) Foto: Irvan Mulyadie Kau berdiri gamang di atas trotoar, tepat di perempatan jalan. Matamu melirik lampu yang menyala hijau kemudian berganti kuning. Gelisah. Wajahmu yang kumal karena memang dibuat kumal dan dihiasi...