Merencanakan Perjalanan Tanpa Mimpi Buruk

Merencanakan Perjalanan Tanpa Mimpi Buruk

Saya memandangi satu-satunya koper yang tersisa di baggage conveyor dengan tatapan gamang. Tidak yakin apakah itu koper saya atau bukan, tapi karena tak ada lagi koper yang keluar dan nyaris semua orang sudah meninggalkan baggage claim area, saya pun mengambilnya dan segera tahu bahwa ITU BUKAN KOPER SAYA.

Saya tidak tahu di mana koper saya berada, entah tertukar atau hilang. Yang jelas, kejadian selanjutnya cukup membuat sakit kepala. Tertahan di bandara, berdebat dengan petugas bandara dan maskapai yang seringnya ngehe. Bahkan setelah kerepotan-kerepota klaim itu, tidak ada jaminan koper saya akan ditemukan. 

Horeee … Blog Saya Di-Hack!

Horeee … Blog Saya Di-Hack!

Ketika sebulan lalu trafik blog saya down dan sering tidak bisa diakses, saya hanya menyangka bahwa itu gara-gara diaktifkannya algoritma Google Caffeine yang memang memengaruhi trafik web di seluruh dunia. Saya bahkan tidak terpikir untuk mengecek di Google Search Console (GSC), itu kesalahan pertama. Kesalahan kedua, saya mematikan Jetpack dan tidak menggunakan perlindungan jenis apa pun. Akibatnya, ribuan komen SPAM menumpuk. Every single fucking day.

Saat itu saya belum tahu bahwa blog saya diretas.

Kado Harbolnas dari Shopback: Hadiah untuk Orang-Orang Tersayang

Kado Harbolnas dari Shopback: Hadiah untuk Orang-Orang Tersayang

Konon, keinginan ibarat pisau bermata ganda. Bisa membuat seseorang banyak berandai-andai lalu terlena. Namun bisa juga membuat seseorang berani bermimpi dan berusaha sekuat tenaga. Saya tipe orang kedua, orang yang menjadikan mimpi-mimpinya sebagai jentera: api energi yang selalu menyala. Sebab mimpi, serenik apa pun itu, pantas untuk diwujudkan, bukan hanya dipetieskan.