Rekomendasi Code Editor untuk Ngoding

May 30, 2021 | CODING | 0 comments

Bagi para programmer dan developer, code editor merupakan tools/software utama untuk ngoding. Namun, tool ini tak melulu digunakan oleh developer -katakanlah- pro, Anda yang baru mulai belajar coding autodidak atau sekadar mengedit template blog sendiri pun bisa menggunakannya.

Bagi yang belum familiar, tampilan code editor kira-kira seperti ini:


Macam-Macam Code Editor

Setiap developer biasanya punya code editor favorit masing-masing. Nah, khusus untuk Anda yang baru mulai belajar ngoding, ada beberapa code editor yang bisa Anda gunakan.

1. Visual Studio Code

Visual Studio Code (VSC) merupakan open source buatannya Microsoft, tersedia dalam versi Windows (64 & 32bit), Mac, dan Linux. Untuk Windows, bisa digunakan di Windows 7, 8, dan 10. Meskipun terhitung baru, bisa dibilang VSC sudah berhasil mengambil hati para developer.

Saya pun menggunakan ini karena selain gratis, Visual Studio Code (VSC) memiliki banyak ekstensi yang membuat ngoding jadi lebih cepat. Sayangnya kalau digunakan ngoding template Blogspot, ada beberapa ekstensi yang perlu dimatikan.

2. Sublime Text

Agak kurang lengkap jika dibandingkan VSC. Sublime Text ini berbayar, meski ada versi yang gratis juga, kok, tapi tiap kali save selalu ada pop up untuk beli lisensi.

Kelebihannya: ringan. Terutama jika Anda memakai laptop/PC dengan RAM 2GB ke bawah.

3. Brackets

Besutannya Adobe Community. Jauh lebih ringan jika dibandingkan VSC dan Sublime. Kalau dulu cuma bisa dipakai untuk front end (HTML, CSS, dan JS). Sekarang support PHP juga, tapi yang baru belum pernah saya coba.

4. Atom

Besutannya Github. Tampilannya lucu dan warna-warni. Tapi kalau fitur sepertinya sama aja sih.

5. Notepad ++

Text editor zaman jebot. Kalau cuma untuk edit-edit file XML template-nya Blogspot sih cukup, tapi kalau untuk web development yang lebih kompleks sepertinya kurang memadai.

6. Honorable mention – Adobe Dreamweaver

Selain mahal dan berat, Adobe ketinggalan satu langkah kalau soal web developer. Meski termasuk generasi awal code editor, sepertinya sudah jarang sekali developer yang menggunakan Dreamweaver. Barangkali itu sebabnya Adobe memutuskan untuk menggratiskan Adobe XD karena kalau tidak begitu, akan dibantai habis-habisan oleh Figma. Tapi gosip XD dan Figma mah untuk bahasan lain kali saja. 😀


Cara Instal Code Editor

Cara instal code editor di PC/laptop cukup mudah, kok.

  1. Pilih code editor, di masing-masing webnya Anda akan langsung menemukan tombol donwload.
  2. Pilih yang sesuai dengan OS komputer Anda. Ada beberapa yang sudah kompatibel untuk Mac, Windows, dan Linux, ada juga yang hanya kompatibel untuk Windows.
  3. Donwload dan instal sesuai instruksi.
  4. Code editor pun siap digunakan.

“Kalau di hp bisa enggak, Teh?”

Yang saya bahas di sini hanya code editor untuk desktop, bukan untuk ponsel. Kapan-kapan deh ya saya bahas aplikasi code editor untuk ponsel.


Sedikit Tip

Meskipun banyak pilihan, bukan berarti kita bisa menggunakan semuanya. Selain akan membebani RAM, juga tidak mungkin kita menggunakan semuanya. Ada beberapa tip yang bisa saya berikan:

  1. Setiap code editor punya system requirement masing-masing. Sesuaikan dengan spek laptop Anda. Jangan sampai nanti laptop malah nge-lag.
  2. Sesuaikan dengan kebutuhan karena tidak semua code editor bisa digunakan untuk ngoding segala macam. Saya sendiri menggunakan dua: VSC untuk ngoding sehari-hari, Sublime untuk membuka syntax referensi. Lebih dari itu laptop saya akan hareeng.
  3. Gunakan dark mode. Ini wajib. 😀

Selain 6 code editor di atas, tentu saja masih buanyak code editor di luaran sana dan tidak bisa dibahas satu per satu. Gunakan yang mana saja yang paling nyaman dan sesuai kebutuhan Anda, asal jangan udah nyaman lalu ditinggal. *eh

Salam,
~eL

Traktir Kopi!

 

Suka dan merasa konten di blog ini berguna buat Anda?

Traktir saya kopi supaya saya bisa terus membuat konten-konten yang bermanfaat.

Thank you. 🙂

 

Nih buat jajan

Related Articles

Dasar-Dasar Bahasa Pemograman

Dasar-Dasar Bahasa Pemograman

Saya tidak pernah ingat kapan kali pertama belajar ngoding secara autodidak dan random, mungkin dua tahun, mungkin tiga tahun lalu. Yang jelas, bulan Mei 2019 menjadi titik awal saya mulai belajar dengan roadmap yang benar. Artikel ini saya rangkum dari kelasnya Pak...

Mau Jadi WordPress Theme Developer? Kuasai Dulu Hal-Hal Ini

Mau Jadi WordPress Theme Developer? Kuasai Dulu Hal-Hal Ini

Apa, sih, yang dimaksud dengan WordPress theme developer? Secara sederhana, developer yang membuat theme WordPress (WP). Theme WP from scratch, ya. NGODING, bukan membuat web memakai page builder seperti Divi atau Elementor. Ini juga bukan tentang framework seperti...

Mau Belajar Coding Gratis? Di Sini Tempatnya

Mau Belajar Coding Gratis? Di Sini Tempatnya

Belajar coding sering terdengar menyeramkan, terutama bagi para pemula atau yang baru mulai belajar. Karena, terus terang, itu pula yang saya rasakan ketika baru belajar dulu. Ternyata, setelah benar-benar terjun, saya justru lebih suka ngoding daripada mendesain atau...

Comments

0 Comments

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *