Ketika diundang oleh C2Live untuk meliput acara “Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online” yang digagas oleh Kemenkominfo, saya langsung mengiyakan. Sebagai blogger sekaligus pelaku bisnis online, topik “sepanas” ini terlalu sayang untuk dilewatkan. Nah, bagi Anda yang tidak berkesempatan untuk hadir, yuk saya ceritakan tentang apa saja yang dibahas di forum ini.

Kali ini, Kemenkominfo tidak sendirian, melainkan bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Blibli, Google, Asosiasi Fintech Indonesia, dan Kredit Pro. Forum yang digelar di Graha Pos Indonesia, Bandung, Jumat, 21 September 2018 ini dihadiri oleh tak kurang dari 400 orang yang berasal dari berbagai kalangan. Paling banyak adalah para pelaku UMKM, lainnya berasal dari ketua PKK, perangkat desa, mahasiswa, blogger, dan umum.

UMKM GO ONLINE

Per Januari 2018, ada 132,7 juta pengguna internet di Indonesia atau 50% dari populasi . Hingga pertengahan tahun 2018, angka ini sudah mencapai 140 juta atau 60-70% dari populasi dan jelas akan bertambah lagi. Jika dilihat dari kacamata bisnis online, jumlah ini adalah potensi pasar yang sangat besar. Jadi tidak heran jika per tahun 2018, penjualan ritel e-commerce di Indonesia mencapai Rp117,7 triliun.

Tapi di mana posisi UMKM dalam transaksi e-commerce tersebut?

Sayangnya, meski UMKM berkontribusi sebanyak 61,41% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, hanya 8% di antaranya yang sudah memanfaatkan platform online. Sisanya masih memasarkan produk secara konvensional.

Untuk itulah forum ini dibuat, agar para pelaku UMKM terstimulasi dan terdukasi untuk mengembangkan sayap ke bisnis online.

GOOGLE MY BUSINESS, KREDIT PRO, DAN DUKUNGAN DARI PEMERINTAH

 

Sesi pertama diisi oleh tiga orang narasumber. Irwan Maulana (Project Officer Google Gapura Digital), Adelheid Helena (CEO Kredit Pro), dan Slamet Santoso (Plt Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo).

Irwan Maulana memberikan gambaran mindset seller dan buyer dalam hal transaksi online. Menurut Irwan, ketika menggunakan media online untuk bisnis, mindset seller adalah aplikasi chatting >> sosial media >> e-commerce >> listing local business >> website.

Yang penting buat akun WA dulu dan sosial media. Begitu kan yang sering dipikirkan seller? Nah, buyer justru berpikir sebaliknya.

Ketika akan membeli sesuatu secara online, buyer justru menuju web terlebih dahulu, lalu ke e-commerce, ke sosial media, dan yang terakhir aplikasi chatting. Ini karena buyer berpikir soal trust atau lebih suka berbelanja di situs-situ terpercaya. Jadi kalau Anda bertanya, penting tidak membuat web untuk UMKM? Jawabannya adalah ya, penting sebagai company profile dan membangun kepercayaan calon konsumen.

Irwan juga mensosialisasikan tentang Google My Business sebagai fasilitas untuk membangun kepercayaan dari calon konsumen. Selain itu, juga memperkenalkan Gapura Digital yang selama ini memang concern terhadap UMKM agar go online.

TAK USAH TAKUT SOAL MODAL

Adelheid Helena dari Kredit Pro membahas persoalan kekurangan modal yang sering terjadi pada UMKM. Misalnya, order sudah banyak, eh, ternyata modal untuk produksi kurang sehingga order tidak bisa dipenuhi. Kredit Pro membantu menyediakan modal produksi dengan kisaran 1-10 juta.

DUKUNGAN DARI PEMERINTAH

Pak Slamet Santoso selaku perwakilan dari Kemenkominfo menyampaikan bahwa potensi ekonomi digital di Indonesia sangat tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya. Dengan jumlah penduduk sebanyak 252 juta yang tersebar di 17 ribu pulau, digitalisasi adalah sebuah keniscayaan.

Pemerintah sendiri sudah menyediakan berbagai infrastruktur untuk menstimulasi perkembangan e-commerce di Indonesia, salah satunya dengan pembangunan BTS di penjuru negeri agar akses internet lebih memadai. Juga terus mengadakan workshop dan edukasi seperti forum yang saya datangi ini.

PELATIHAN JADI MERCHANT DI BLIBLI

Blibli, sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia memberikan edukasi tentang beberapa keuntungan dari bergabung menjadi merchant di Blibli. Blibli memang memiliki Galeri Indonesia, kanal khusus untuk para UMKM Indonesia. Jika merchant reguler diharuskan membayar sejumlah deposit, maka tidak begitu untuk UMKM. Sebaliknya, untuk UMKM tidak hanya gratis, tapi juga disediakan berbagai sumber edukasi dan fasilitas untuk mendongkrak penjualan.

Setelah para peserta yakin dengan benefit mengembangkan sayap ke ranah online, kami pun diajak untuk praktik mendaftar sebagai merchant Blibli.

BENEFIT BERJUALAN ONLINE

Mari saya simpulkan tentang benefit berjualan online bagi UMKM:

  • Minim modal. Kita tidak perlu memiliki toko offline jika memang belum punya modal cukup untuk membangun toko.
  • Bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Waktu pun cenderung fleksibel.
  • Jangkauan konsumen yang lebih luas.
  • Transaksi cepat.
  • Biaya marketing dan promosi yang cenderung lebih murah dengan jangkauan lebih luas jika dibandingkan bisnis offline.

Apakah Anda mengenali balita yang sedang berpose a la Ultraman di bawah layar itu? Iya, itu adalah asisten saya, Ultraman Aksara Lazuardi. Anggap saja itu bonus scene. 😀

Sekian ngobrol-ngobrol kali ini, semoga bermanfaat.

Salam,
~eL

Share This