[ODOP] Hingga Maut Memisahkan

Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, kata orang. Tuntutlah ilmu hingga ke liang lahat, kata saya. Iya, batasan menuntut ilmu bagi saya adalah senggal napas terakhir. Jadi, sepanjang napas masih di kerongkongan, sepanjang itu pula saya tak akan berhenti belajar.

Sebab ilmu adalah lautan, semakin kita reguk, semakin hauslah kita.

Tahun ini saya memang tidak punya resolusi khusus, saya hanya ingin menjalani hidup dengan tenang. Tapi meski tak punya resolusi, bukan berarti saya tak punya target pencapaian. Tahun lalu saya sudah bisa menaklukkan beberapa keahlian, tahun ini ada beberapa hal yang ingin saya pelajari.

1.Menjahit

Ini keinginan yang terus terpendam, pernah terlupakan selama bertahun-tahun karena kesibukan dan lain hal. Semoga tahun ini istiqomah belajar menjahit. Pengen banget Lebaran tahun ini bikin baju yang samaan untuk saya, Salwa, dan Aksa.

2. Menggambar

Lima belas tahun lalu, ketika tidak lolos seni rupa ITB, saya sama sekali berhenti menggambar. Tahun ini, saya kira sudah waktunya berdamai dengan patah hati. Kembali kepada hobi waktu kecil, kembali pada pensil. Sebentar, Anda mungkin heran, jadi saya desainer yang tidak bisa menggambar? Tidak, saya tidak bisa. Atau lebih tepatnya, saya berpikir bahwa saya tidak bisa. Selama ini, saya membuat ilustrasi dari hasil mengolah vektor. Digital.

Saya tahu, kembali ke awal, kembali menggaris, kembali kepada buku sketsa akan serta merta memanggil ingatan yang berusaha saya lupakan. Namun saya pecundang kalau tak berani menghadapi rasa takut saya yang ini. Maka tahun ini saya memutuskan untuk berdamai dan menghadapi rasa takut itu.

3. Kick Boxing

Kalau ada olah raga yang paling cocok untuk saya, maka itu adalah olah raga simulasi berantem. Bukan cuma menyalurkan adrenalin dan membakar lemak di perut, tapi juga terapi.

4. Mendesain Logo

Mendesain logo adalah strata paling tinggi di dunia desain. Saya ingin belajar bukan hanya praktik, tapi juga teorinya sampai molotok kalau kata urang Sunda mah. Tahun lalu baru mulai belajar golden ratio, tapi sepertinya saya harus mundur lebih jauh lagi.

5. Menabuh Gendang

Saya terobsesi dengan alat tabuh ini, entah mengapa.

Begitulah, semoga kelimanya bisa terlaksana. Tidak semua kelima hal di atas bisa dipelajari dalam satu atau dua tahun. Saya tak harus menjadi ahli ketika tahun ini berakhir, tapi setidaknya ada ilmu yang bisa saya reguk. Ada hal baru yang akan membukakan khazanah dan wawasan baru.

Salam,
~eL

Leave a Reply


%d bloggers like this: