Karakteristik Label di Blogspot

Jun 25, 2021 | BLOGGING, BLOGSPOT | 0 comments

Kita ngobrol-ngobrol lagi tentang label di Blogspot, tapi kali ini tentang karakteristik dan hal-hal teknis yang sepertinya luput saya bahas di artikel sebelumnya. Perihal label mungkin terkesan sederhana, tapi dengan memahami hal fundamental ini, saya harap teman-teman yang selama ini kesulitan bisa sedikit terbantu.


Label di Blogspot

Ada beberapa “karakter” label di Blogspot yang perlu diketahui agar label blog Anda tidak sampai ratusan bahkan ribuan.

1. Case Sensitive

Huruf besar dan huruf kecil berpengaruh. Contoh: label “review hotel” dan “Review Hotel” akan dianggap sebagai DUA LABEL YANG BERBEDA.

URL-nya juga case sensitive. Contoh: search/label/Beauty berbeda dengan search/label/beauty.

2. Tidak Bisa Nested

Tidak seperti WordPress yang punya fitur subkategori, Blogspot tidak dilengkapi dengan itu. Label tidak bisa nested (naon sih bahasa Indonesiana?). So, tidak ada sublabel.

3. Label Akan Menghilang Kalau …

Lagi-lagi tidak seperti WP, label di Blogspot bukanlah fitur yang berdiri sendiri. Jika di WordPress, kita bisa membuat kategori terlebih dahulu, lalu jika ada artikel yang sesuai baru menambahkan kategori tersebut ke artikel. Di Blogspot tidak bisa seperti itu.

Label di Blogspot akan tercipta (((tercipta))) jika ditambahkan di dalam artikel dan otomatis menghilang jika tidak ada artikel yang menggunakan label tersebut.

4. Default: No Label

Secara default, setiap post/artikel di Blogspot adalah tanpa label. Jadi bila tidak diberi label, ya sudah tidak akan ada labelnya. Kalau di WP default-nya uncategory atau sesuai setting.

5. Bukan Tag

Blogger TIDAK PUNYA FITUR TAG. Untuk mengkategorikan topik artikel, hanya ada fitur label. Anda bisa memakai tanda tag seperti ini, tapi ya nanti tetap akan jadi label.

6. Tidak Ada Label di Page

Hanya post yang bisa memakai label, tidak dengan page. Kalau ini, sama dengan WordPress.

7. Maksimal 1500 Label

Dalam satu blog, berapa banyak label? Setahu saya, maksimal 1500 label. Tapi itu bukan berarti Anda boleh membuat label sebanyak itu karena nanti akan menyulitkan. Maksimal 20 label, idealnya, sih, 10 label.

8. Tidak Bisa Dropdown

Untuk menampilkan label di sidebar atau footer, hanya ada 2 pilihan: list & cloud. Tidak bisa dropdown karena memang widget bawaan dari sananya.

“Gak bisa bikin widget sendiri, Teh?”

Source code CMS Blogspot bukan open source. Kami para developer tidak punya akses ke sana. Saya cuma tahu Blogspot menggunakan Python, lainnya enggak ngerti. Hanya bisa bikin template-nya saya mah.

9. Match Whole Word

Selain case sensitive, label juga bersifat match whole word.

Contoh:

  • Writing
  • Writings

Yang satu dengan “s”, yang satu sedikit esnya, eh tanpa “s”. Keduanya akan dianggap sebagai label yg berbeda.

10. Bisa Menggunakan Nomor dan Simbol

Label bisa menggunakan nomor dan atau simbol.

Contoh:

  • Label 1
  • Label 2&

Tapi, praktik menggunakan nomor dan simbol sebagai label TIDAK DISARANKAN karena selain sulit dibaca oleh mesin pencari (search engine membaca seperti layaknya manusia), juga akan menyulitkan pembaca.

11. Beberapa Label dalam Satu Artikel

Kalau ini pasti sudah pada tahu. Bebas saja mau memakai berapa label dalam satu artikel. Paling ngadereded meureun di artikelnya nanti.

Pro tip: maksimal 3 label dalam satu artikel.

12. Tidak Bisa Dihapus

Misalnya, Anda saltik, ngasih label “Hedphone”, padahal harusnya “Headphone”. Sementara ada 100 artikel yang sudah terbit dengan label yang salah itu. Kumaha tah? Mau hapus label? Tidak bisa karena memang tidak ada fiturnya.

Caranya adalah Anda edit satu per satu artikelnya, hapus label yang salah lalu tambahkan dengan label yang benar. Gempor atuh euy. 😀

Enggak, deng. Saya bercanda. Labelnya saja memang tidak bisa dihapus seperti delete category di WordPress, tapi ada bulk action yang bisa MENCOPOT label dari banyak artikel sekaligus menambahkan label baru ke artikel tersebut.

Label yang salah tadi, akan otomatis menghilang seperti di poin 3.


Sekian ngobrol-ngobrol kita tentang label di Blogspot. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu di artikel berikutnya.

Salam,
~eL

Traktir Kopi!

 

Suka dan merasa konten di blog ini berguna buat Anda?

Traktir saya kopi supaya saya bisa terus membuat konten-konten yang bermanfaat.

Thank you. 🙂

 

Nih buat jajan

Related Articles

Step by Step Migrasi dari Blogspot ke WordPress Self Hosted

Beberapa waktu lalu kita sudah pernah ngobrol tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum migrasi dari Blogspot ke WordPress. Nah, jika Anda sudah mantap jiwa raga (halah), sekarang kita bahas langkah-langkah migrasinya. Migrasi atau pindah antarplatform layaknya...

Persiapan Sebelum Migrasi dari Blogspot ke WordPress Self Hosted

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan sebelum memutuskan untuk migrasi dari Blogspot ke WordPress self hosted. Hal-hal yang perlu dipikirkan matang-matang agar ketika sudah migrasi, blog Anda tidak jadi terbengkalai. Sebelum masuk ke pembahasan, perlu...

Comments

0 Comments

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *