Sebuah perjalanan bagi saya dan Aksa ibarat membuat titik demi titik di bentangan peta bumi. Semakin banyak tempat yang kami kunjungi, semakin jauh jejak tapak kaki, semakin bersemangat pula kami membuat titik yang lain, melakukan perjalanan yang lain.

Beberapa minggu lalu saya melakukan perjalanan kerja sekaligus liburan ke Solo dan Yogya, tentu saja bersama Aksa. Saya sudah gugup luar biasa karena itu perjalanan terjauh kami yang pertama. Tapi dengan perencanaan yang baik dan detail, selama seminggu lebih tidak ada insiden berarti. Yaaa … paling-paling saya yang nyasar di Yogya karena salah membaca peta dan insiden menunggu angkot selama berjam-jam. PADAHAL DI YOGYA TIDAK ADA ANGKOT.

NEXT DESTINATION: BALI ZOO

Sejak saat itu, saya yang pernah berpikir sejuta kali sebelum mengajak Aksa pergi menjadi saya yang dikit-dikit pengen piknik. Namun, melakukan perjalanan atau liburan bersama anak jelas tidak bisa dilakukan tanpa perencanaan. Sebab seperti kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan. *Naon sih?

Tujuan berikutnya ke mana? Baliii …!

Bukan tanpa alasan saya memilih Pulau Dewata sebagai tujuan wisata berikutnya. Pertama, ini akan jadi pengalaman pertama Aksa naik pesawat. Kedua, saya ingin memperkenalkan beragam budaya kepada Aksa. Ketiga, banyak tempat menarik yang bisa kami kunjungi. Keempat, mengunjungi Bali Zoo, tempat wisata sekaligus edukasi yang pernah saya lihat di IG-nya pasangan Sabai Dieter dan Ringgo Agus.

Berikut perencanaan yang saya lakukan.

1. Membuat Itinerari

Berkaca dari pengalaman perjalanan sebelumnya, membuat rencana liburan dengan detail akan meminimalisasi kejutan-kejutan yang tidak perlu. Liburan hore dan spontan memang seru kalau kita lajang, tapi kalau pergi bersama balita? Kasihan anaknya bila harus terlunta-lunta di perjalanan.

So, saya membuat semacam itinerari dengan detail.

  • Lama perjalanan.
  • Perkiraan tanggal keberangkatan dan kepulangan.
  • Moda transportasi dari Bandung ke Bali dan sebaliknya, termasuk tiket.
  • Moda transportasi dari kosan ke bandara dan pilihan transportasi selama di Bali.
  • Membuat daftar tempat wisata yang akan dikunjungi, hunting tiket (jika ada), dan membuat jadwal.
  • Merinci semua biaya yang diperlukan dan pengeluaran-pengeluaran tak terduga.
  • Membuat daftar barang bawaan.

2. Hunting Tiket Masuk Bali Zoo

Karena Bali Zoo sudah masuk ke itinerari, jadi tempat inilah yang pertama saya cek. Biasalah, cari-cari tiket paling murah. πŸ˜€

Pas saya tanya-tanya ke teman yang berdomisili di Bali mah, konon tiketnya lumayan. Eh, tapi pas saya cek penerbangan dan hotel di Traveloka, ternyata ada juga tiket ke Bali Zoo dan harganya lebih ramah di kantong freelancer. Jujur, saya baru tahu kalau di Traveloka bisa pesan tiket wisata juga, biasanya kan saya beli tiket kereta, pesawat, dan booking hotel aja.

Cara booking tiket Bali Zoo di Traveloka

Harga tiket Bali Zoo

Saya coba booking tiket untuk saya dan Aksa, kena 207 ribu. Sudah termasuk pajak dan asuransi. Oh ya, untuk anak-anak di bawah 13 tahun, harga tiketnya lebih murah dari orang dewasa.

Alamat Bali Zoo: Jalan Raya Singapadu, Sukawati, Singapadu, Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali 80582, Indonesia.

3. Hunting Tiket Pesawat dan Hotel

Langkah berikutnya adalah mencari tiket pesawat sekaligus hotel. Enaknya booking tiket pesawat dan hotel di Traveloka adalah mudah dan murah. Kita enggak perlu rempong nyari tiket pesawat lalu hotel karena ada fasilitas flight + hotel package.

Hotel murah di Bali

4. Mempersiapkan Dana dan Lainnya

Detail tanggal sudah, tiket sudah, hotel sudah. Berikutnya adalah mempersiapkan dana perjalanan dan mengatur jadwal pekerjaan. Sebelum melakukan perjalanan jauh, biasanya saya akan menyelesaikan semua pekerjaan tiga hari sebelum hari H. Meski yaaa … yang namanya freelancer mah enggak ada hari liburnya.

**

Dari beberapa review yang saya baca di Traveloka, sih, Bali Zoo memang cocok sebagai wahana hiburan sekaligus edukasi untuk anak-anak. Anda yang kebetulan sedang merencanakan liburan, boleh deh mencoba booking tiket Bali Zoo di Traveloka. Atau mau tiket lain di kota lainnya? Adaaa … banyak.

Sambil nulis ini saya udah kelayapan ke tempat wisata di Bandung dan kota lain. Hahaha. Ya, gimana ya, bagi saya fasilitas pesan tiket wisata online begini memang sebenar-benar kemudahan. Selain enggak perlu ngantre, saya juga enggak perlu googling harga tiket, nanya-nanya teman, atau menelepon ke tempat wisata yang bersangkutan. Kalau begini, kan, bisa dengan mudah merencanakan jadwal liburan dan dana yang mesti dipersiapkan.

Ketika saya memperlihatkan foto harimau dan atraksi yang ada di Bali Zoo, Aksa sudah berseru-seru gembira dan bertanya-tanya terus kapan kami akan ke sana. β€œNda, lihat halimau, yuk. Nda, aku mau kacih makan lusa,” begitu terus setiap hari.

Iya, Nak, nanti kita ke Bali Zoo untuk melihat harimau dan memberi makan rusa. Nanti kita ke Bali, membuat titik perjalanan lain di peta bumi yang luas ini.

Salam,

~eL

Share This