Mendapatkan Penghasilan dari Blog? Why Not?

Last updated Jul 28, 2019 | BLOGGING | 18 comments

Cara Mendapatkan Penghasilan dari Blog

Yang saya maksud dengan penghasilan di sini bukan hanya berupa materi yang nominalnya bisa diukur dengan angka, tapi juga penghasilan lain yang tidak kalah berharga: ilmu, teman, pengalaman, keahlian baru, dan jodoh. *ehgimana?

Dunia blog semakin hari semakin riuh, semakin banyak para blogger yang ingin mendapatkan keuntungan berupa materi dalam waktu singkat, padahal belajar menulis saja baru kemarin sore.

Memang tidak salah karena itu manusiawi, tapi seperti yang dikatakan bos baru saya, kitalah yang menentukan posisi kita di muka bumi ini, bukan orang lain. Jadi, segala sesuatunya tergantung Anda.

Saya pribadi lebih senang menetapkan keseimbangan antara idealisme dengan realitas. Maksudnya, saya tidak keberatan menggunakan blog untuk mendapatkan materi, tapi bersamaan dengan itu saya tidak lantas menjual idealisme.

Contoh, setiap placement article yang masuk ke blog ini akan di-screening dan diedit baik itu dari sisi teknis maupun konten. Karena saya tahu, meloloskan artikel mereka tanpa uji kelayakan sama saja dengan mempertaruhkan karier kepenulisan yang sudah saya bangun sejak 21 tahun silam. Itu sebabnya mengapa sebelum menyetujuinya, saya selalu bertanya apakah artikelnya boleh diedit atau tidak.

Kalau kualitas artikelnya “parah” sekali, biasanya saya akan menolak. Songong? Uang bisa dicari, Mas, Mbak. Brand datang dan pergi. Tapi standar kualitas dibangun dengan berdarah-darah, naif kalau saya menghancurkannya begitu saja. It is my blog, my rule. End of conversation. *ditabok


CARA MENDAPATKAN PENGHASILAN DARI BLOG

Konon, ada 1001 cara untuk mendapatkan penghasilan dari blog. Ada cara-cara elegan, ada pula yang brutal. As I said before, segala sesuatunya tergantung kepada Anda. Oke, tanpa banyak prakata lagi, begini cara saya mendapatkan penghasilan dari blog:

1. Lomba Blog

Ikut lomba blog itu seperti melemparkan dadu, kadang menang, kadang kalah. Tapi, saya yakin semua blogger juga tahu bahwa lomba blog adalah “ladang” yang cukup menggiurkan. Jika menang, jumlah penghasilan berupa materi biasanya cukup besar, tergantung lombanya.

Sampai hari ini, hadiah lomba paling besar yang pernah saya dapat adalah 5 juta rupiah, lebih dari itu belum pernah. Jika Anda ingin tahu bagaimana rasanya mendapatkan hadiah lomba sebesar puluhan juta, coba tanya Mbak Arin atau Mbak Ira Guslina.

Update per Juli 2019 hadiah lomba blog paling besar: uang tunai 10 juta dan laptop seharga 14 juta.

Keuntungan lain dari ikut lomba blog adalah melatih keahlian menulis. Ini yang tidak bisa dinilai dengan uang. Selama ikut lomba blog, saya sudah pernah mencoba berbagai gaya dan posisi. Pada saat bersamaan, saya juga melatih keahlian mendesain.


2. Sponsored Post

Sponsored post atau postingan berbayar tentu sudah Anda kenal. Pengertian mudahnya sih, Anda diminta untuk menulis tentang sebuah topik berdasarkan syarat dan ketentuan brand dan Anda dibayar untuk itu. Placement article dan endorse saya masukkan ke dalam kategori sponsored post juga. Bayarannya bisa berupa produk, uang, voucher, atau gabungan beberapa di antaranya.

Penghasilan yang berupa materi tentu berbeda-beda, tergantung kepada tarif setiap blogger. Ada yang ratusan ribu, ada pula yang sampai jutaan rupiah. Para blogger militan biasanya sudah punya ratecard atau daftar tarif tersendiri, sementara blogger “mualaf” seperti saya kadang masih suka-suka menentukan tarif.

Dari mana mendapatkan sponsored post? Sponsored post bisa datang dari berbagai sumber. Ini beberapa sumber yang saya tahu:

  • Grup/komunitas. Beberapa grup atau komunitas biasanya memposting informasi tentang job review. Tentu saja disertai dengan syarat dan ketentuan. Misalnya, jumlah follower Twitter sekian, Alexa rank sekian, Klout Score sekian. Cara apply-nya pun tidak begitu sulit, biasanya hanya diminta nama, nomor telepon, email, dan URL blog.
  • Brand. Ada beberapa brand yang lebih senang menghubungi blogger secara langsung. Itu sebabnya mengapa laman “About Me” yang dilengkapi dengan kontak sangat penting. Agar brand bisa dengan mudah menghubungi Anda. Jangan lupa pula untuk mencantumkan kontak (email, nomor telepon, or whatsoever) di profil media sosial yang Anda miliki. Dari mana brand mendapatkan informasi blog Anda? Dari banyak sumber. Dari daftar pemenang lomba blog, misalnya.
  • Rekomendasi. Have I told you bahwa membangun jaringan dengan sesama blogger itu sangat penting? Kadang, ketika seorang blogger di-hire untuk sponsored post, brand juga meminta rekomendasi blogger lain. Jadi, baek-baeklah kepada blogger yang sering dapet job, siapa tahu direkomendasikan. *eheum
  • Agensi. Siapa bilang cuma artis yang punya agensi? Kita para blogger juga punya agensi, banyak malah. Fungsi agensi adalah menghubungkan brand dengan influencer atau blogger dan mereka mendapatkan fee untuk itu. Keuntungan tergabung dengan agensi adalah kita tidak perlu kukurilingan mencari job karena sudah tersedia di situs web agensi. Caranya juga mudah, Anda hanya perlu mendaftar, mengisi profil, mengajukan proposal penawaran kepada brand jika ada job posting.
  • Tip: Buatlah sebuah sponsored post yang se-soft selling mungkin. Karena blogger “menjual” manfaat, bukan produknya.
  • Contoh sponsored post soft selling: “Selamat Tinggal Anyang-Anyangan!”

3. Reportase

Anda sudah pernah datang ke event-event yang diadakan oleh brand? Sudah pernah merasakan mendapat “uang transport”? Well, harap diingat bahwa saya tidak menyarankan Anda untuk hanya pergi meliput ke event-event yang menyediakan uang transport. Saya hanya sedang mengatakan bahwa ya, ada beberapa event yang memberikan benefit berupa materi.

Apakah dengan menerima bayaran seperti ini artinya Anda adalah blogger mata duitan? Nope. I called it rational. I mean, emang kalau ada orang ngasih duit karena Anda datang ke acaranya dan menulis liputan terus Anda akan menolak? Pamali menolak rezeki teh, aikamu. Saya sendiri kerap menganggap itu sebagai “sponsored post terselubung”.

  • Tip: Setiap kali datang ke event, dibayar atau tidak, pastikan Anda tetap menulis reportase. Biar disayang brand? Bukan, tapi untuk belajar dan mengasah teknik-teknik jurnalistik.

4. Buzzer

Perlukah saya menjelaskan poin yang ini? Saya yakin deh, pasti Anda sudah pernah menjadi buzzer dari brand atau campaign tertentu. Buzzer biasanya bergerak di berbagai media sosial, paling banyak sih di Twitter.

Tarif buzzer juga bervariasi, dari mulai 50 ribu/twit sampai jutaan rupiah. Tergantung jumlah follower dan seberapa berpengaruh si buzzer. Jutaan? Seriously, konon tarif Agnez Mo sekitar 8 juta untuk satu kali retweet. Dari mana pekerjaan buzzer ini berasal? Sama seperti sponsored post, ada yang dari komunitas, brand, agensi, dan rekomendasi.

  • Tip: Ketika Anda sedang menjadi buzzer dari brand A, pastikan Anda tidak menjadi buzzer atau menghadiri event dan livetweet untuk brand kompetitornya. For the God sake, be a professional, will you?

5. Jual Diri

Aha. Ini poin yang paling menarik kalau menurut saya. Sebetulnya, jual diri tidak berhubungan langsung dengan blog yang Anda kelola, melainkan dengan keahlian yang Anda punya. Misalnya, Anda kerap membuat postingan atau tutorial fotografi. Pembaca akan notice kalau Anda adalah fotografer, bukan? Nah, ketika ada pembaca yang sedang membutuhkan jasa fotografer, bukan tidak mungkin dia akan menghubungi Anda.


Setiap blogger, yang pemula maupun yang militan, tentu ingin menghasilkan sesuatu dari blognya. Entah itu sekadar pembaca, pengetahuan, teman, atau materi. Namun, selama saya berkecimpung di dunia blogging, ada satu hal yang saya pahami, bahwa tidak ada seorang pun yang sanggup menetapkan batas antara realitas dengan idealisme kecuali saya sendiri.

Karena uang adalah benda penuh paradoks. Uang bisa mengubah siapa saja, termasuk saya, termasuk Anda. Uang bisa pula membuat seseorang menggadaikan idealismenya, mempertaruhkan kualitas penulisannya.

Sekali lagi, mau memonetisasi blog atau tidak, segala sesuatunya tergantung Anda. Pesan saya cuma satu: kalau ada brand yang meminta rekomendasi blogger berdedikasi, you know where to contact me. #eh

Cheers,
~eL

Related Articles

Cara Paling Baik Saat Menolak Tawaran Sponsored Post

Cara Paling Baik Saat Menolak Tawaran Sponsored Post

Tidak semua tawaran sponsored post bisa kita terima. Kadang, kita terpaksa menolak dan merelakannya bahagia meski bersama yang lain. Memang, pamali ceunah kalau menolak rezeki. Tapi seperti kata pepatah, mencintai tak harus memiliki. (Ieu rek ngomongkeun naon sih...

Website Bisnis, Menjaring Peluang di Era Ekonomi Digital

Website Bisnis, Menjaring Peluang di Era Ekonomi Digital

Indonesia, Kepulauan DigitalBill Gates tidak bercanda ketika mengatakan, "Jika bisnis Anda tidak ada di internet, maka bisnis Anda akan gulung tikar." Kedengarannya memang agak berlebihan, tapi di era ekonomi digital, go online adalah hal yang tak bisa...

Pengertian dan Istilah-Istilah SEO untuk Pemula

Pengertian dan Istilah-Istilah SEO untuk Pemula

Apa yang dimaksud dengan SEO? Apa manfaatnya untuk blog atau web yang kita kelola? Meskipun peringkat bukanlah segalanya, tapi sebagai blogger saya kira kita perlu memahami SEO agar blog kita terhindar dari bahaya laten kesepian. Hmm ... maksud saya, sepinya trafik,...

Comments

18 Comments

18 Comments

  1. Bedelhoki

    Wohoho bagis banget sist, ane jadi tau ternyata banyak juga jalan monetisasi blog. Jujur aja selama ini anemcuma baru make yang point no 1 aja ^_^
    Oke deh mulai sekarang anemcoba tuk ke,bangin lagi. Tngkiu inponya

    Reply
  2. Ade Delina Putri

    Closingnya bikin hahahihi. Tapi aku stuju smua poinnya. Sayangnya aku newbie utk urusan monetisasi jd blm bisa nentuin tarif hiks

    Reply
  3. nufazee

    Pilihlah lomba yg anda sukai bukan yg bikin frustasi, wekeke, keren teteh petuahnya, tau aja eike sering frustasi dg riuh nya lomba yang sdg digelar hehe

    Reply
  4. meta maftuhah

    Setuju teh, job akan datang seiring meningkatnya kualitas kita. Jangan mau instant, semua pembelajaran pasti akan ada bayarannya.

    Reply
  5. Walter

    Bagus.
    Tapi sebenarnya satu yang masih kurang dan tampaknya masih sulit ditinggal adalah penghasilan dari iklan berupa banner dsb, contoh Google Adsense.
    Udah pernah nyoba semuanya, tapi yang paling sedap sih dari poin nomor 2 hehe

    Salam kenal teh 😀

    Reply
  6. Pakde Cholik

    Beberapa poin juga saya laksanakan yaitu lomba, job review, pasang iklan. Buzzer punya akun tapi nggak laku nih. Reportase juga belum pernah dapat job.
    Terima kasih tipsnya.
    Jangan lupa ikut GAku ya.
    Salam hangat dari Jombang

    Reply
  7. Euisry Noor

    Tulisannya cihuy, Teh. Jadi keingetan sederet PR untuk mengupgrade blog :D.

    Reply
  8. Okti Li

    Yang komen bakal direkomendasikan juga kalo ada job kan Teh? ��

    #aikamu #weuhgawe

    Reply
  9. ulu

    Saya pengen membangun bisnis sendiri dr blog euy. Review juga mau, sponsored post juga mau, tapi pengen ada line sendiri yg mereknya Bandung Diary. Tahun ini kudu jadi, dari tahun2 sebelumnya cuma ide doang aheuheuheuheuehu…..

    Reply
  10. rush

    pemaparan cara menghasilkan uang dari blog yang ada di sini sangat berbeda dibandingkan dengan blog-blog lainnya..

    Reply
  11. Alvian

    Saya suka dengan ide yang no 5, personal branding via blog dan JUAL DIRI!

    Reply
  12. reni dwi astuti

    Baru sebagian yang bisa saya terapkan, harus belajar banyak nih sesuai dg sharing dr Teh Langit …

    Reply
  13. Dini Puspita

    (((blogger mualaf))) ???

    Kak, ingat-ingat aku ya kak kalau ada yg butuh rekomendasi, hahaha ?

    Reply
  14. Ucig

    21 tahun..keren teh 🙂
    Nuhun tulisannya..

    Reply
  15. WilliamLesi

    keren aku juga mba sering ikutan lomba Blog loh mba… 🙂

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This