Panduan Modifikasi Konten Offline Menjadi Konten Online

Jun 25, 2021 | BLOGGING, TECHNOLOGY | 0 comments

Penerapan strategi digital marketing terbukti sangat efektif di zaman sekarang. Pelaku usaha kini banyak yang berusaha untuk go digital, salah satunya dengan mengembangkan website. Tak sulit, Anda bahkan bisa memanfaatkan kupon beli hosting untuk menerima layanan hosting murah dan membangun website bisnis. Setelah itu persiapkan konten-konten online yang menarik bagi para calon konsumen.


Konten Online

Apa sebenarnya konten online itu?

Konten online merupakan konten yang dipublikasikan di media online. Konten ini bisa ditemukan di berbagai jenis platform mulai dari media sosial, website, email, dan lain sebagainya.

Pemanfaatan konten online dalam dunia digital marketing semakin diminati karena memang terbukti efektif untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Salah satu teknik yang perlu Anda pahami di dunia digital marketing ini adalah pembuatan konten online. Anda bisa membuat konten yang sepenuhnya baru atau memodifikasi konten offline menjadi online. Inilah yang akan kita pelajari kali ini, bagaimana caranya mengubah konten offline menjadi konten online yang menjangkau banyak calon konsumen.

Baca juga:

Konten offline merupakan konten yang kita temui di media offline. Konten ini bisa kita temui di media cetak seperti majalah. Konten pemasaran offline juga mudah kita temukan di billboard maupun media offline lainnya.


Modifikasi Konten

Kreativitas menjadi bekal penting bagi Anda yang ingin terjun ke dunia digital marketing. Sebisa mungkin kreativitas ini harus terus diasah untuk menghasilkan konten-konten efektif yang punya kualitas tinggi.

Sebagai bahan referensi, berikut cara-cara memodifikasi konten offline menjadi konten online.

1. Pahami Maksud Konten

Langkah pertama yang harus dilakukan yakni memahami terlebih dahulu apa maksud dari konten yang akan dimodifikasi. Tentu akan sulit bagi Anda untuk memodifikasi konten jika tak paham dengan garis besar maksud konten tersebut. Cari tahu apa pesan yang ingin disampaikan dari konten tersebut. Pahami apa tujuannya agar lebih mudah untuk mengubahnya dalam bentuk yang lain.

Baca juga:

Modifikasi konten dari bentuk offline ke online tidak harus selalu sama persis, bukan? Bagian terpentingnya adalah konsep dari konten tersebut sama namun dijadikan dalam versi atau bentuk yang berbeda. Jadi pahami saja garis besar maksud dari konten yang akan diubah. Anda tak harus menyajikannya dalam bentuk sama karena pasti akan terkesan membosankan.

2. Tentukan Media Pemasangan Konten

Langkah berikutnya adalah menentukan media. Ada banyak sekali pilihan media online yang bisa Anda gunakan untuk memasang konten tersebut. Entah itu website, Instagram, Twitter, Youtube, Tiktok, dan sebagainya.

Setiap platform memiliki karakteristik dan fitur yang berbeda-beda. Misalnya, Anda akan memasang konten tadi di media sosial Instagram. Anda bisa membuat konten dalam bentuk gambar yang menarik untuk diunggah di feed. Bisa juga mengunggahnya dalam bentuk story.

Baca juga:

Akan jadi berbeda lagi jika Anda menggunakan Youtube sebagai media pemasangan konten. Artinya Anda harus mengubah konten offline tadi dalam bentuk video supaya bisa diunggah di Youtube. Beda lagi jika Anda akan mengunggah konten marketing tadi di Podcast. Artinya, Anda perlu membuat materi Podcast yang menarik sesuai dengan konten di media offline tadi.

Paling mudah bagi Anda untuk mengubah konten offline ke dalam bentuk konten online yang akan diunggah di website. Biasanya bentuknya sama-sama berupa tulisan hanya perlu dikembangkan lebih jauh lagi. Bila Anda belum memiliki website bisnis, maka buatlah secepatnya. Anda bisa menggunakan layanan hosting terbaik dan memanfaatkan SSL murah untuk mengembangkan website bisnis yang efektif.

3. Buat Pengembangan Konten

Jika ingin mengubah konten offline ke media online maka Anda harus bersedia mengembangkan konten tersebut. Tentu konten yang akan diunggah di media online memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dari konten offline. Jadi dibutuhkan pengembangan konten meskipun sebaiknya tetap diusahakan tidak melenceng jauh dari konten aslinya.

Di sinilah Anda akan merasakan betapa pentingnya memahami maksud dan tujuan dari sebuah konten. Jika Anda paham betul konten yang akan dimodifikasi maka tak akan sulit untuk mengembangkannya. Misalnya, Anda akan mengubah konten iklan dalam poster ke dalam bentuk video Youtube. Tentu dibutuhkan pengembangan agar konten tersebut cocok diunggah dalam wujud video.

Baca juga:

Proses pengembangan konten ini membutuhkan strategi brainstorming yang baik. Anda sebaiknya mencari referensi dari banyak sumber agar bisa mengembangkan konten secara optimal. Pastikan bahwa proses pengembangan konten berjalan efektif sehingga konten online yang akan dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal.

4. Sesuaikan dengan Tren

Penting sekali untuk memahami tren apa yang saat ini sedang berlangsung di masyarakat. Jika ingin mencuri perhatian masyarakat maka Anda harus bisa ikut dalam arus tren yang sedang terjadi saat ini. Ubah konten offline tadi menjadi konten online dengan menyesuaikan tren yang saat ini tengah berkembang.

Demi menyesuaikan tren, maka tak ada salahnya untuk mengubah isi konten tadi supaya lebih menarik. Namanya juga modifikasi, maka tak harus sama persis dengan konten aslinya. Anda bisa menyesuaikan isi konten dengan tren supaya lebih terhubung ke masyarakat. Ingat, masyarakat akan lebih tertarik dengan konten yang relatable dengan kehidupan mereka.

Baca juga:

Apalagi zaman terus berkembang. Jika Anda menyajikan konten yang sama tanpa ada penyesuaian dengan tren maka akan terkesan sangat membosankan. Jadi sangat penting untuk mencari referensi dari berbagai sumber. Tonton sebanyak mungkin video maupun iklan. Dengarkan sebanyak mungkin Podcast atau bisa juga dengan mencari referensi dari media sosial Instagram dan Twitter.

5. Temukan Cara Lain Penyampaian Konten

Jangan menyampaikan konten dengan metode yang sama. Jika Anda ingin memodifikasi suatu konten maka carilah cara lain untuk menyampaikan konten tersebut. Ubahlah cara penyampaian pesan dengan membuat skenario yang berbeda. Misalnya, Anda bisa membuat cerita yang berbeda meskipun isi iklan pada konten tersebut sama. 

Apabila Anda ingin menampilkan konten marketing tadi di website, maka cobalah buat cerita yang menarik untuk ditunjukkan. Anda bisa mengarang cerita sendiri yang tujuan akhirnya sama dengan konten offline yang dimodifikasi. Jika belum ada website bisnis sendiri, segera buat dengan beli hosting agar biaya pembuatannya jauh lebih murah.

Baca juga:

Lain halnya jika Anda ingin membuat konten di Youtube. Maka cerita yang disampaikan akan lebih fleksibel karena dikemas dalam bentuk video. Pesan yang disampaikan juga bisa dimodifikasi dengan lebih leluasa karena cara penyampaiannya lewat gambar bergerak dan audio yang mendukung.


Itulah tadi cara memodifikasi konten offline menjadi konten online. Anda sebaiknya segera menyediakan wadah yang tepat untuk melakukan digital marketing yang efektif. Selain media sosial, gunakan juga website bisnis yang dikembangkan secara optimal. Pilih layanan jasa hosting berkualitas dan jangan lupa untuk menggunakan SSL murah yang mereka tawarkan. 

Salam,
~eL

Traktir Kopi!

 

Suka dan merasa konten di blog ini berguna buat Anda?

Traktir saya kopi supaya saya bisa terus membuat konten-konten yang bermanfaat.

Thank you. 🙂

 

Nih buat jajan

Related Articles

Step by Step Migrasi dari Blogspot ke WordPress Self Hosted

Beberapa waktu lalu kita sudah pernah ngobrol tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum migrasi dari Blogspot ke WordPress. Nah, jika Anda sudah mantap jiwa raga (halah), sekarang kita bahas langkah-langkah migrasinya. Migrasi atau pindah antarplatform layaknya...

Persiapan Sebelum Migrasi dari Blogspot ke WordPress Self Hosted

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan sebelum memutuskan untuk migrasi dari Blogspot ke WordPress self hosted. Hal-hal yang perlu dipikirkan matang-matang agar ketika sudah migrasi, blog Anda tidak jadi terbengkalai. Sebelum masuk ke pembahasan, perlu...

Comments

0 Comments

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *