Patah Hati? Ha Ha Hanjir

Kalau Anda sudah berusia kepala 3, pernah menikah lebih dari satu kali, dan sudah pernah berurusan dengan berbagai macam bajingan lelaki, Anda akan sampai kepada pertobatan bahwa cinta hanyalah lelucon. Dan patah hati tak lebih dari sekadar lelucon lain. Tapi hati seorang perempuan tetaplah hati perempuan, bukan babadotan. Bahkan hati perempuan seperti saya pun masih bisa patah, berserak-serak, berdarah-darah.

Seumur-umur, setelah patah hati berkali-kali, baru kali ini saya “berhasil” menangis di angkot dan membuat penumpang lainnya salah tingkah. Ini memang bukan insiden patah hati paling menyakitkan, tapi kami sedang merencanakan pernikahan sebelum akhirnya dia pergi. Perempuan mana pun pasti merasa sedih. Padahal saya sudah memilih model kebaya, sudah melobi Bapak dan Ibu, sudah mempersiapkan diri agar bisa memenuhi syarat calon istri yang ia tentukan. Tapi toh, saya tidak cukup baik untuk dia. Dan mungkin untuk lelaki mana pun.

Tapi bukan itu yang sebetulnya ingin saya bahas kali ini. Saya justru ingin menceritakan cara saya menangani batalnya pernikahan yang baru saja terjadi.

[heading centered=”yes” margin_bottom=”no” large=”no” background=”no”]Obat Patah Hati[/heading]

Saya bukan dokter cinta, dan ini bukan resep. Apa yang saya lakukan untuk mengobati patah hati bisa saja berguna untuk Anda, bisa juga tidak. Lalu apa yang saya lakukan? Bekerja. Mengkonversi energi negatif menjadi tenaga. Dalam waktu 36 jam ini, saya hanya tidur 4 jam, itu pun karena kolaps. Apa? Mem-bully mantan di Twitter? Belum, nanti saja kalau saya sedang kumat.

Apa yang saya hasilkan? Saya membuat dua buah proyek personal. Lebih tepatnya, membuka dua buah toko.

[big_heading centered=”no”]1. Ready to Print Blogger Planner[/big_heading]

Blogger Planner adalah proyek yang saya buat untuk blog ini. Yup, saya membuat desain blogger planner untuk dijual. Ini produk digital, pembeli hanya perlu mengunduh file-nya dan mencetak sendiri. Lebih efektif daripada jika menjual buku secara fisik.

Karena ini -katakanlah- pilot project, jadi baru ada satu buah blogger planner yang ada di shop. Berikut tampilannya.

Saya akan cerita sedikit tentang blogger planner yang saya buat ini. Isinya ada 33 halaman (termasuk kover depan dan belakang). Sebetulnya saya agak bingung ketika menentukan harga. Tadinya saya memakai 1 kotak susu Aksa (42 ribu) sebagai nilai tukar, tapi takutnya terlalu mahal. Setelah melakukan riset pasar dan daya beli para pengunjung blog saya, juga memperhitungkan biaya lain yang harus dikeluarkan pembeli untuk mencetaknya. Maka, saya mematok angka 35 ribu rupiah sebagai harga jual.

Rencana ke depannya, saya juga akan membuat beberapa seri untuk blogger dengan niche spesifik. Seperti food blogger, beauty blogger, travel blogger, dan lain-lain. Ini contohnya:

blogger planner
Food Blogger Planner Series

Jika Anda tertarik dan ingin tahu detailnya, mangga jalan-jalan ke shop. Jika niche blog Anda belum ada di sana, Anda boleh rikues. Tapi tidak, untuk blogger planner saya tidak menerima custom designNyeuri sirah euy mun kudu nyieun saurang hiji mah. 😀

[big_heading centered=”no”]2. Custom Casing Handphone[/big_heading]

Kali ini saya bekerja sama dengan Ciptaloka dan membuka toko di web mereka. Tugas saya hanyalah mendesain, sedangkan produksi dan pengiriman sepenuhnya ditangani oleh Ciptaloka. Tahu tidak? Mendesain casing handphone itu ternyata menyenangkan dan menyembuhkan hati yang sedang patah. Hahaha. Meski jujur saja, pouch handphone saya sendiri warnanya hitam kelam, tapi senang aja membuat dan melihat casing yang lucu-lucu. Ini contoh desainnya:

Toko di sana sengaja saya namai “Pandora Box” supaya sama dengan blog ini. Agar tidak random, desain dibagi per seri. So far, baru ada 6 seri, 2 di antaranya sudah Anda lihat di atas. Ini seri lainnya:

Sebagai bentuk sarkasme saya terhadap kisah percintaan, maka saya pun mengeluarkan seri sarimbit (emangnya batik?) eh versi couple. Ini baru satu sih, next mau bikin yang lebih sweet and hot.

Tujuh belas desain dalam waktu 1 hari. Keren ya? Kurang patah hati gimana coba? Agar saya tidak terjerumus ke dalam hardselling, lebih baik Anda lihat-lihat saja langsung ke Pandora Box, jangan lupa unggah di medsos dan tandai saya kalau casing-nya sudah sampai, nanti saya kasih sun jauh. #eh

Nah, kalau casing mah Anda boleh rikues, kok. Mau desain kayak apa? Tapi … tapi nih, saya tidak menerima permintaan seperti “Bikinin casing ilustrasi wajah aku, Teh,” atau “Aku mau dong casing kartun karakter wajah aku.” Karena saya tidak bisa membuat ilustrasi semacam itu dan karena harganya juga berbeda. 😀

Karena ada sekitar 2 juta pertanyaan di thread Facebook, maka saya membuat daftar FAQ seperti biasa:

[accordion title=”Untuk HP merek apa?” is_open=”no”]

[checklist type=”checked” margin_bottom=”no”]

  • iPhone
  • Samsung
  • Asus
  • Xiaomi
  • Lenovo
  • LG
  • Blackberry
  • Oppo
  • Sony Xperia

[/checklist]

[/accordion]

[accordion title=”Tipe atau Model?” is_open=”no”]

Silakan dicek langsung di Toko Pandora Box. Klik desain yang Anda inginkan, nanti ada pilihan merek dan model HP. Tersedia juga pouch dengan 3 ukuran.

[/accordion]

[accordion title=”Harga?” is_open=”no”]

Harga bervariasi, di kisaran 95-120 ribu. Exclude ongkir.

[/accordion]

[accordion title=”Apakah saya bisa mengubah warna latar?” is_open=”no”]Ya. Untuk beberapa desain saya sengaja membuat latar transparan supaya pembeli bisa memodifikasinya.[/accordion]

[accordion title=”Apakah saya boleh rikues?” is_open=”no”]Seperti yang saya jelaskan di atas, sepanjang permintaan Anda masuk akal, saya akan membuatkannya.[/accordion]

[accordion title=”Model HP saya tidak ada di daftar, bolehkah saya rikues?” is_open=”no”]Model yang tersedia adalah model-model terbaru. Jika model HP Anda keluaran setidaknya 1 tahun terakhir tapi tidak ada di daftar, saya akan mengirimkan permintaan ke Ciptaloka. Disetujui atau tidak, itu tergantung kepada mereka. [/accordion]

[accordion title=”Bentuk casing-nya hanya casing belakang dan pouch?” is_open=”no”]Saat ini iya.[/accordion]

[accordion title=”Ada tidak yang pake hiasan manik-manik atau bentuknya variasi, gitu? Eskrim, kek. Bentuk kue kek.” is_open=”no”]Sayangnya tidak ada. Kenapa? Jawabannya sederhana: ongkos produksi.[/accordion]

[icon icon=”mobile” color=”” size=”small” icon_solid=”no”][/icon][spacing margin=”no” border=”no”][/spacing]

Apakah setelah mengerjakan dua proyek ini patah hati saya sembuh? Setidaknya saya stabil, tidak tergoda untuk mention di Twitter atau mawa bedog ka Wonogiri #eh. Saya juga tidak tahu apakah kewarasan saya permanen atau tidak karena sekarang masih dalam masa inkubasi. Mohon ingatkan saya untuk tidak membuat postingan menye-menye di blog atau catatan pikageuleuheun di Facebook. Oh iya, dengan ini saya juga menyatakan bahwa para antropolog lulusan UNPAD sudah masuk daftar hitam. (Apa? Generalisasi? Serah gue dong, gue yang punya hati kok) <– tanda-tanda analgesiknya abis

Oke, demikian jualan curhat kali ini, semoga softselling. Sebagai closing statement, saya akan mengutip status Facebook saya: cinta boleh tumbuh lalu mati, bajingan boleh datang dan pergi, tapi hati dan isi kepala kita harus dijaga agar tetap keren. Akhirul kalam, bersatulah janda-janda seluruh Indonesia!

Salam,
~eL

20 thoughts on “Patah Hati? Ha Ha Hanjir

  1. Cemungut teteh..
    Nah, kalau semua yang patah hati energinya bisa disalurkan kayak gini, mungkin Indonesia akan lebih banyak inovasinya. Heu, naon sih..
    Hidup janda! #eh hahaha.. 😀

  2. “cinta boleh tumbuh lalu mati, bajingan boleh datang dan pergi, tapi hati dan isi kepala kita harus dijaga agar tetap keren”

    Yes!
    Ini keren
    Saya belum pernah sih merasakan patah hati, tapi pernah merasakan terpuruk. Dan saat itu saya hanya bisa menangis. Membaca ini, saya jadi malu, betapa tak produktifnya saya huhuhuhu

  3. kueren mbak.. sangat menginspirasi. salam kenal dari blogger pemula ya ?

  4. Kereeeen terus, kereen wae mau sakit hati atau tidak aku tetap suka. Keep that fire teeeh

  5. Astagahhh… closingnya chaaaann….. wkwkwk…

Leave a Reply


%d bloggers like this: