Pengertian A/B Test dan Pengaplikasiannya

Apr 22, 2021 | BLOGGING, TECHNOLOGY | 0 comments

Anda pasti sudah pernah mendengar istilah A/B test atau A/B testing. Tapi, apa, sih, yang dimaksud dengan itu?

A/B Test atau biasa dikenal dengan pengujian terpisah adalah proses membandingkan dua versi halaman web, email, atau aset pemasaran lainnya dan mengukur perbedaan performa. Anda melakukan ini dengan memberikan satu versi ke satu grup dan versi lainnya ke grup lain. Kemudian Anda dapat melihat bagaimana kinerja setiap variasi. Anggap saja seperti kompetisi. 

Anda mengadu dua versi aset Anda satu sama lain untuk melihat mana yang lebih unggul. Mengetahui aset pemasaran mana yang bekerja lebih baik dapat membantu menginformasikan keputusan di masa mendatang terkait halaman web, salinan email, atau apa pun. 

Jika Anda sudah membeli paket cloud hosting, dan sedang membangun website murah terpercaya, Anda bisa menggunakan cara ini untuk membantu menaikkan engagement website Anda nantinya. 


Bagaimana Cara Kerja Pengujian A/B?

Untuk memahami cara kerja pengujian A/B, mari kita lihat contohnya. 

Bayangkan Anda memiliki dua desain berbeda untuk landing page—dan Anda ingin tahu mana yang akan berkinerja lebih baik. Setelah Anda membuat desain, Anda memberikan satu versi landing page ke satu grup dan mengirim versi kedua ke grup lainnya agar mendapatkan feedback dari mereka. Kemudian Anda melihat bagaimana performa setiap landing page dalam metrik seperti trafik, klik, atau konversi. 

Landing page 1 untuk grup A

Landing page 2 untuk grup B

Dengan membuat A/B testing komparasi seperti ini, kita jadi tahu bagaimana responden atau pengguna berinteraksi dengan setiap elemen di landing page. Jika salah satu berkinerja lebih baik dari yang lain, bagus! Anda dapat mulai menggali alasannya, dan itu mungkin menginformasikan cara Anda membuat halaman tersebut untuk masa depan.

Baca juga: 3 Langkah Mudah Membuat Buyer Persona


Mengapa Anda Perlu Melakukan A/B Testing?

Sebagai pemilik website, apalagi website bisnis, kita tentu ingin web kita banyak dikunjungi, mudah digunakan, dan menghasilkan konversi. Tapi untuk mencapai itu, diperlukan sebuah strategi atau langkah konkret. Di sinilah A/B testing mengambil peranan.

Beriku beberapa alasan pentingnya A/B testing:

1. Menyelesaikan Masalah Pengguna

Calon konsumen yang mengunjungi situs Anda datang dengan tujuan khusus yang ingin mereka capai. Mungkin untuk memahami lebih lanjut tentang produk atau layanan yang Anda tawarkan, membeli produk, membaca konten menarik yang Anda tampilkan di situs tersebut, atau sekadar melihat-lihat. 

Apa pun tujuannya, mereka mungkin mengalami beberapa masalah umum saat mencapai tujuan tersebut, seperti: bisa jadi konten yang membingungkan atau sulit menemukan tombol CTA yang ingin mereka klik seperti beli sekarang, minta demo, dll.

Baca juga: Cara Cek dan Memilih Nama Domain Website

Tidak dapat mencapai tujuan mereka mengarah pada pengalaman pengguna yang buruk. Hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat konversi situs Anda. Karena itu, Anda dapat menggunakan data-data yang dikumpulkan menggunakan analytics tools yang dapat memberikan gambaran mengenai perilaku visitors seperti Google Analytics

Dengan Google Analytics, Anda akan dapat mengatasi permasalahan tersebut dan menaikkan nilai konversi situs sehingga mudah terindeks oleh mesin pencari.

2. Dapatkan ROI Lebih Baik dari Lalu Lintas yang Ada

Seperti yang mungkin sudah sering Anda dengar jika biaya untuk menaikkan kualitas trafik dalam mesin pencari seperti Google begitu besar. Maka, untuk mengurangi besar biaya tersebut, Anda dapat menggunakan A/B Testing yang dapat membantu memaksimalkan nilai trafik serta menaikkan nilai konversi tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan lagi. 

Dengan melakukan A/B Testing, ROI (Return of investment) Anda akan bertambah tinggi. Terkadang, perubahan sekecil apa pun pada situs yang sudah melewati A/B Testing, akan dapat membantu menaikkan nilai ROI secara signifikan.

3. Kurangi Bounce Rate Pada Situs

Bounce rate dapat diartikan persentase dari sikap pengunjung yang langsung meninggalkan situs web setelah mengunjungi beberapa detik atau baru mengakses satu halaman. 

Menurut Yoast SEO, bounce rate yaitu situasi ketika pengunjung tidak melakukan apa pun ketik mengunjungi satu halaman di suatu website, tidak menekan menu lain, tidak klik CTA (Call to Action), atau hal-hal lainnya. Hanya beberapa detik membaca konten, kemudian menutup halaman. 

Jika ada banyak pengunjung yang melakukan hal tersebut pada situs Anda, maka nilai konversinya akan semakin turun dan dapat berakibat buruk pada rank di mesin pencari. Ada beberapa yang menyebabkan hal tersebut terjadi, seperti konten yang tidak menarik dengan bahasa yang sulit dipahami, call to action yang membingungkan, tidak ada sitemaps yang jelas, atau hal-hal lainnya.

Baca juga: Cara Optimasi SEO Pencarian Konten Melalui Suara

Maka, untuk mengurangi terjadinya bounce rate pada situs yang tengah Anda kembangkan, gunakan A/B Test di awal begitu usai pengerjaan dengan menguji beberapa elemen page yang berbeda-beda.

4. Lakukan Modifikasi Berisiko Rendah

Anda sudah memiliki website yang berjalan lama dan ingin menggunakan A/B Test? Maka, lakukan perubahan kecil mulai dari hal-hal yang sederhana, daripada merombak secara total secara besar-besaran. 

Pertama, analisis terlebih dahulu setiap halaman yang ada di website beserta konten yang Anda tampilkan. Jika kesulitan, Anda dapat mengonsultasikannya dengan tim yang lebih memahami mengenai website murah mengenai bagian mana saja yang sekiranya perlu dirombak. Umumnya, homepage merupakan halaman dasar yang harus Anda perbaiki dengan memastikan:

  • Header dan subheader sudah menggunakan bahasa konten yang tepat sesuai tujuan bisnis Anda. 
  • Deskripsi produk atau layanan. 
  • Menambahkan call to action yang lebih jelas dan mudah diklik oleh pengunjung.

Bagian-bagian tersebut dapat Anda uji menggunakan A/B Test dengan menyediakan beberapa versi yang dapat ditunjukkan ke beberapa tim dalam internal perusahaan. Minta mereka untuk memberikan feedback ke semua versi. 

Dari sana, Anda akan dapat mengetahui versi mana yang lebih efektif untuk menaikkan ROI. Jadi, dengan perubahan kecil tersebut, risiko yang berbiaya besar dapat dihindari. Nilai konversi website pun akan meningkat secara perlahan-lahan.

5. Mencapai Peningkatan yang Signifikan secara Statistik

Pengujian A/B sepenuhnya didorong oleh data tanpa ada ruang untuk menebak. Anda dapat dengan mudah menentukan “pemenang” dan “pecundang” berdasarkan peningkatan signifikan secara statistik pada metrik seperti waktu yang dihabiskan di halaman, jumlah permintaan demo, rasio pengabaian keranjang, rasio klik-tayang, dan sebagainya.


Bagaimana Anda Melakukan A/B Test?

Pengujian A/B menawarkan cara yang sangat sistematis untuk mengetahui apa yang berhasil dan yang tidak berhasil dalam kampanye pemasaran tertentu. Secara umum, langkah-langkah A/B Test adalah:

1. Melakukan Riset Terlebih Dahulu

Sebelum merancang rencana A/B Testing, pastikan untuk melakukan riset terlebih dahulu mengenai kinerja situs web saat ini. Ada banyak tools yang dapat membantu melakukan riset tersebut, contohnya adalah Hotjar. 

Melalui Hotjar, Anda akan memperoleh range usia yang mengunjungi situs, menu-menu mana saja yang sering diklik, halaman mana yang biasa dikunjungi dan untuk tujuan apa. Bahkan, Anda bisa mendapatkan bagian yang paling mendetail yaitu di section apa biasanya pengunjung bertahan lama. 

Dari situs tersebut, Anda dapat mengetahui bagian mana saja yang nantinya harus diperbaiki dan dilakukan uji A/B. 

2. Amati Hasil dan Rumuskan Hipotesis

Dari data-data yang sudah diperoleh tadi, Anda dapat mulai menganalisisnya untuk mencapai tujuan yang ingin diraih. Dari analisis tersebut, Anda dapat merumuskan hipotesis yang tepat dalam menyusun strategi menaikkan nilai konversi situs. 

Setelah Anda menyiapkan hipotesis, ujilah dengan berbagai parameter seperti seberapa besar keyakinan Anda untuk menang, dampaknya pada sasaran makro, seberapa mudah menyiapkannya, dll. 

3. Mulai Jalankan Pengujian

Setelah menentukan rumus hipotesis yang tepat dari data yang ada, maka saatnya untuk Anda mulai melakukan pengujian A/B. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu:

  • Menguji secara terpisah untuk setiap halaman web yang berisikan informasi, misalnya informasi tentang paket cloud hosting yang berada di URL berbeda. 
  • Melakukan MVT yaitu metode pengujian metode yang mana perubahan dilakukan pada beberapa bagian halaman web, dan variasi dibuat untuk semua kemungkinan kombinasi.
  • Melakukan pengujian pada beberapa halaman secara bersamaan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada elemen-elemen tertentu.

Baca juga: Cara Mengoptimalkan Potensi Influencer Marketing Bagi Pemula


Jadi, setelah tahu apa itu A/B Test secara menyeluruh, tertarik untuk mulai menggunakannya? Namun, pastikan sebelum melakukan pengujian, Anda harus mengumpulkan semua data-data yang diperlukan terlebih dahulu dan membuat perencanaan yang matang.

Demikian ngobrol-ngobrol kita kali ini, sampai jumpa di topik lainnya.

Salam,
~eL

Traktir Kopi!

 

Suka dan merasa konten di blog ini berguna buat Anda?

Traktir saya kopi supaya saya bisa terus membuat konten-konten yang bermanfaat.

Thank you. 🙂

 

Nih buat jajan

Related Articles

Step by Step Migrasi dari Blogspot ke WordPress Self Hosted

Beberapa waktu lalu kita sudah pernah ngobrol tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum migrasi dari Blogspot ke WordPress. Nah, jika Anda sudah mantap jiwa raga (halah), sekarang kita bahas langkah-langkah migrasinya. Migrasi atau pindah antarplatform layaknya...

Persiapan Sebelum Migrasi dari Blogspot ke WordPress Self Hosted

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan sebelum memutuskan untuk migrasi dari Blogspot ke WordPress self hosted. Hal-hal yang perlu dipikirkan matang-matang agar ketika sudah migrasi, blog Anda tidak jadi terbengkalai. Sebelum masuk ke pembahasan, perlu...

Comments

0 Comments

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *