15 August 2022

Perbedaan WordPress.com dengan WordPress.org

WordPress Blogging
Perbedaan wordpress.com dengan wordpress.org
Foto: Langit Amaravati

Teman-teman pasti sudah sering mendengar blogging platform WordPress, baik yang wordpress.com maupun wordpress.org. Meskipun namanya mirip, tapi tahukah Anda bahwa keduanya berbeda? Apa saja perbedaannya?

Nah, bagi Anda yang belum familiar atau sedang berencana migrasi dari Blogspot ke WordPress , kali ini kita bahas tentang perbedaan antara wordpress.com dengan wordpress.org.


WordPress sebagai Open Source Software

WordPress software

Untuk membuat blog atau situs web, kita perlu sebuah software. Software ini memudahkan kita untuk menulis, mengedit, memasukkan gambar, dan mempublikasikan tulisan ke internet hingga bisa dibaca oleh banyak orang. Kita tidak bisa menulis di Ms. Word lalu begitu saja mengunggahnya sebab browser tidak bisa mengenali itu.

Software tersebut berisi —secara sederhana— sintaks atau coding yang dibuat memakai satu atau beberapa bahasa pemrograman . Bisa Python, PHP, Vue, dan sebagainya. Tapi jangan khawatir, Anda tak perlu ngoding sendiri karena sudah tersedia software-software yang sudah jadi dan bisa dipakai, ada yang gratis ada juga yang berbayar.

Software untuk ngeblog inilah yang disebut sebagai blogging platform. WordPress adalah salah satunya. Sering juga disebut CMS (Content Management System).

Terlepas dari siapa penemu dan sejarahnya, WordPress (berikutnya saya sebut “platform”) adalah blogging platform dengan lisensi open source software . Sebagaimana open source, WP bisa digunakan, diubah, dan didistribusikan oleh siapa saja alias GRATIS.

Anda bisa mengunduh core file WordPress dan menggunakannya untuk membuat situs web secara gratis. Jika Anda membedah folder wordpress yang telah diunduh, Anda akan mendapatkan struktur folder dan file seperti ini. Ada folder wp-admin, wp-content, wp-includes, dan file lainnya. Tidak disarankan untuk mengubah nama folder atau file.

Pada perkembangannya, WP menjadi berbasis komunitas, dikembangkan oleh komunitas. Para developer dari seluruh dunia bisa berkontribusi untuk mengembangkannya. Mereka kemudian disebut sebagai WordPress developer.

Wordpress = open source software untuk membuat blog atau website.

Mau Jadi WordPress Theme Developer? Kuasai Dulu Hal-Hal Ini
BACA JUGA

Mau Jadi WordPress Theme Developer? Kuasai Dulu Hal-Hal Ini

Apa, sih, yang dimaksud dengan WordPress theme developer? Secara sederhana, developer yang membuat theme WordPress (WP). Theme WP from scratch, ya. …

Baca Selengkapnya

Yang Diperlukan untuk Membuat Situs Web

“Jadi kapan, nih, mau ngobrolin perbedaannya?”

Sabar atuh. :D

Untuk membuat situs web atau blog, kita memerlukan:

  1. Platform — Sudah dibahas di bab sebelumnya
  2. Domain — Alamat web
  3. Hosting — Untuk menyimpan data-data web kita
  4. Theme — Untuk mengatur tampilan. Ada theme gratis, ada juga yang berbayar
  5. Internet
Cara Cek dan Memilih Nama Domain Website
BACA JUGA

Cara Cek dan Memilih Nama Domain Website

Meski terkesan sederhana, nama domain memiliki peran penting dalam sebuah digital marketing. Nama domain kita nantinya akan digunakan untuk mengakses …

Baca Selengkapnya

WordPress.com

WordPress.com

Merupakan blogging service yang dibuat oleh sebuah perusahaan bernama Automattic. Sama seperti Blogspot yang dimiliki oleh Google. Bedanya, Blogspot dibangun memakai platform Blogspot (setahu saya menggunakan Python) dan bukan open source.

Sedangkan wordpress.com, sesuai namanya, dibangun menggunakan WordPress (basisnya PHP), open source software yang sudah kita bahas di bab sebelumnya. CEO WordPress.com kebetulan co-founder core WordPress itu sendiri.

WordPress = software
wordpress.com = perusahaan
blogging service

Dengan menggunakan wordpress.com, Anda hanya perlu sign up, setup, lalu voila, blog Anda jadi. Gratis? Ada yang gratis, ada yang berbayar.

Sebagai blogging service, Automattic menyediakan:

  • Software WordPress yang sudah terinstal dan siap pakai.
  • Menyediakan hosting.
  • Menyediakan domain.
  • Gratis dan berbayar.

Jika Anda menggunakan wordpress.com untuk membuat blog/website, domain (alamat blog Anda) akan menjadi seperti ini: https://namadomain**.wordpress.com**. Ada wordpress.com di belakangnya.

Untuk post, permalink-nya akan seperti ini: https://namadomain.wordpress.com/judul-artikel.


WordPress.org

WordPress.org

Karena WordPress sebagai open source software dikembangkan oleh komunitas, tentu perlu sebuah wadah untuk para developer dan para penggunanya. Maka dibuatlah wordpress.org. Di sini, Anda bisa mengunduh software WordPress, membaca dokumentasi (untuk pengguna dan developer), serta mengunduh theme dan plugin.

Blog atau website yang dibuat menggunakan software WordPress sering disebut juga WordPress self-hosted .

Seperti dibahas di bab sebelumnya, untuk membuat situs web, kita perlu software atau blogging platform, hosting, dan domain. Nah, Anda bisa download software WP secara gratis dan menginstalnya. Tapi, Anda harus menyediakan hosting dan domain sendiri karena mereka hanya menyediakan software-nya.

Analoginya, Anda diberi pondasi (core WordPress). Terserah mau bangun rumahnya di tanah mana, alamat mana, mau dibangun tipe 21 atau rumah a la istana. Anda yang memilih alamat, Anda yang membeli dan bayar tanahnya, dll.

Siapa yang bangun? Ya kita sendiri. DARI AWAL. Dari mulai beli tanah/hosting, memilih alamat/domain, memasang pondasi/core WordPress, mempercantik rumahnya/theme.

Bisa dibikin apa aja? TERSERAH. WordPress cukup powerfull untuk bikin “sekadar” blog sampai e-commerce. Ya tapi jangan mimpi bikin web kayak Toped atau marketplace lain. Beda pondasi eta mah.

  • Tidak perlu membeli software tapi harus membeli hosting.
  • Meskipun begitu, Anda masih perlu membuat atau memiliki akun wordpress.com untuk keperluan gravatar dan Jetpack

Perbandingan WordPress.com vs WordPress.org

Agar perbandingannya lebih terlihat jelas, kita bandingkan WordPress.com free plan dengan WordPress.org.

wordpress.com wordpress.org
Harga Gratis Berbayar
Domain wordpress.com .com, .id, .co, dll.
Hosting Automaticc Hosting provider pihak ketiga
Disk space 3GB Tergantung paket hostingnya
Gratis SSL Tergantung paket hostingnya
Google Analytics
Google Search Console
Free theme
Theme dari luar
Plugin
Akses ke cPanel
Membuat dan Memasang Google Search Console di Blogspot dan WordPress
BACA JUGA

Membuat dan Memasang Google Search Console di Blogspot dan WordPress

Ngeblog tak melulu perkara menulis, ngeblog juga perkara teknis. Mau tidak mau, kita mesti bersinggungan dengan SEO, pageview, DA, PA, serta tool-tool …

Baca Selengkapnya

Frequently Asked Questions

  • Q: Mana yang lebih baik, wordpress.com atau self-hosted?
    A: TERGANTUNG KEBUTUHAN. Kalau cuma ngeblog hore-hore tanpa ada kebutuhan kustomisasi dan monetisasi mah wp.com free plan juga cukup.
  • Q: Kalau mau bikin perusahaan?
    A: Self-hosted, dong.
  • Q: Saya mau pakai domain TLD tapi tetep mau pakai hosting di WP dot com, bisa?
    A: Bisa. Anda bisa upgrade ke minimal personal plan.
  • Q: Kalau untuk bloger yang mulai monetisasi?
    A: Self-hosted. Sebab kamu akan butuh banyak tools & plugin.
  • Q: Di mana instal wordpress core?
    A: cPanel atau control panel apa pun yang digunakan oleh hosting provider Anda.
  • Q: Kalau saya mau pindah dari WP dot com ke WP dot org bisa?
    A: Bisa.
  • Q: Kalau sebaliknya, pindah dari WP dot org ke WP dot com?
    A: Bisa, packing semua konten dari WP dot org dan pindahkan (import) ke WP dot com.
  • Q: Bisakah dari Blogspot pindah ke WP dot com?
    A: Bisa.
  • Q: Dari Blogspot langsung ke WP self-hosted?
    A: Bisa. Sering disebut sebagai migrasi.

Kesimpulannya, WordPress adalah software untuk membuat website. Wordpress.com adalah sebuah perusahaan penyedia layanan untuk membuat blog gratis, sama seperti Blogspot. Sedangkan wordpress.org adalah website komunitas tempat Anda bisa mengunduh software WordPress. (eL/Foto: eL)

S H A R E:

Langit Amaravati

Langit Amaravati

Web developer, graphic designer, techno blogger.

Aktivis ngoding barbar yang punya love-hate relationship dengan JavaScript. Hobi mendengarkan lagu dangdut koplo dan lagu campursari. Jika tidak sedang ngoding dan melayout buku, biasanya Langit melukis, belajar bahasa pemrograman baru, atau meracau di Twitter.

Komentar