Sebuah penelitian di Vermont menemukan bahwa konsumen lebih suka membeli keju “tukang”. Hal itu dikarenakan mereka merasa keju “tukang” menyediakan “pengalaman indrawi” yang lebih lengkap. Ini adalah faktor dari kedua sifat intrinsik, seperti perasaan lebih baik. Dan sifat ekstrinsik, seperti kegembiraan menemukan sesuatu yang benar-benar kita sukai.

Selaras akan hal itu, pembeli yang mengetahui bahwa suatu produk adalah hasil kerajinan tangan dapat memberikan kontribusi positif pada perasaannya. Sandal wanita misalnya, tentu banyak sekali produk-produk sandal wanita handmade yang dijual di pasaran. Nah, pembuatan sandal yang beragam model itu pun pasti mempunyai kisah di balik pembuatannya.

Sebagaimana kita tahu, sandal sudah menjadi kebutuhan primer bagi seseorang. Fungsinya pun tidak hanya sebatas alas kaki, tetapi sudah beralih sebagai penunjang penampilan. Berbagai merek pun bertebaran baik dari produk pengrajin lokal maupun produk impor. Sayangnya, produk impor lebih disukai ketimbang produk handmade lokal. Mengapa bisa begitu?

Kendala Utama Para Pengrajin Sandal Wanita Handmade

Menurut penuturan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Manajemen, Hesti Indah Kresnarini. Pengrajin Indonesia masih terkendala dengan masalah pemasaran akibat pembinaan yang masih kurang tepat sasaran. Menurutnya, dari pihak Kemendag dan Dekranas memang sering mengadakan pameran untung pengrajin. Hanya saja, pesertanya hanya itu-itu saja dan tidak merata.

Sandal dan sepatu lukis handmade – Slight Shoes

Harusnya, pameran dilakukan per generasi. Apabila sudah mengikuti satu sampai empat pameran, maka pengrajin sudah siap dilepas. Dan bergantian dengan pengrajin lainnya sehingga semua pengrajin Indonesia bisa mandiri memasarkan produk-produknya. Kendala lain yaitu permasalahan mengakses dana dari perbankan. Hal ini diungkapkan langsung oleh mantan wakil presiden Boediono.

Boediono menegaskan kerajinan menjadi salah satu bagian dari 14 lini industri kreatif yang menjadi unggulan pemerintah. Maka, sudah sepantasnya masalah-masalah yang menerjang industri kerajinan Indonesia diselesaikan oleh pemerintah. Namun menurut Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono pemerintah Indonesia belum melakukan tindakan apa pun.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah mulai berupaya membantu pembiayaan para pelaku industri kerajinan. Sebagaimana kita tahu bahwa pelaku usaha di sektor kerajinan tangan, mayoritas adalah skala kecil dan menengah. Salah satunya pengrajin sandal wanita.

Bentuk Nyata Peran Pemerintah Membantu Eksistensi Pengrajin

Untuk menangani permasalahan tersebut. Pengamat ekonomi dari LIPI menjelaskan pemberian modal bisa diwujudkan melalui bantuan finansial skala mikro.  Bisa dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan ditambah dengan suku bunga yang rendah. Selain itu pemerintah juga bisa memberikan stimulus kepada para pelaku usaha dengan cara memberi bantuan pemasaran ke pasar nasional dan internasional. Atau mengadakan pameran dan melakukan kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara sahabat.

Qlapa Market – Januari 2018 – Kota Kasablanka, Jakarta Selatan

Dengan beberapa solusi tersebut, produk kerajinan dan bidang industri kreatif bisa menjadi salah satu sektor tambahan untuk memperkuat daya ekspor. Dengan begitu, para pegrajin sandal wanita pun mampu mencukupi kehidupan sehari-harinya dan mampu memasarkan produknya serta bersaing di pasar global.

 

Brand Pengrajin Sandal Wanita yang Eksis Berkat Marketplace Produk Handmade Tanah Air

Adanya marketplace yang mulai bermunculan di Indonesia sangat membantu para pengrajin lokal dalam memasarkan produk. Tidak terkecuali pengrajin sandal wanita. Apa saja brand-brand tersebut? Simak ulasan brand sepatu wanita yang bisa ditemukan di Qlapa:

  • Rajut Merajut. Brand asli Tegal yang memproduksi kerajinan tangan dengan cara merajut. Selain sandal wanita, ada produk lain seperti pensil, dompet, tas dan lain sebagainya.
  • Amoa. Brand asal Bandung ini bukan hanya ahli dalam membuat sepatu flip on, Amoa juga pandai membuat produk yang pas untuk acara informal. Sepatu dan sandal wanita dari Amoa sangat cocok untuk menemani jalan-jalan ke mal, kafe dan taman.
  • ETC.CO Atau Ethnic Collaboration merupakan brand asal ibu kota Jakarta. ETC.CO membuat sandal wanita dengan memakai kain batik pada setiap desain produknya. Setiap produknya pun dibuat limited edition sehingga terkesan eksklusif.
  • Fecos. Brand asal Bandung ini menyediakan berbagai pilihan alas kaki, dari sepatu sampai sandal wanita. Brand yang sudah berdiri sejak tahun 2012 ini menggunakan kulit sintetis untuk tiap platform-nya.
  • Prajna. Brand asal Semarang ini memproduksi berbagai alas kaki handmade berbahan kulit kerbau yang dikombinasikan dengan kain etnik. Untuk pilihan sandal, Anda bisa menemukan model sepatu sandal wanita maupun selop di brand ini. Dengan sandal wanitanya, Anda akan tampil cantik, elegan, namun tetap santai.
  • Sendalan. Brand yang satu ini dijual oleh pengrajin asal Jakarta. Sendalan menyediakan berbagai pilihan untuk Anda yang kurang betah memakai sepatu yang tertutup.
  • Zaralde Shoes merupakan brand asal kota kembang Bandung. Sepatu dan  sandal wanitanya berbahan kulit sintetis dan berpadu dengan kanvas ini sangat cocok dikenakan ketika jalan-jalan.
  • Kaki Collection. Memproduksi berbagai jenis alas kaki. Salah satu yang paling hit adalah jenis sandal wanita hak berseri Summer Kitten Heels. Meski berhak tinggi, tetapi Anda tidak akan merasa pegal saat memakainya.

 

Sandal Handmade Qlapa

Terlepas dari tantangan yang dihadapi oleh para pengrajin, saya pribadi optimis terhadap progres produk-produk handmade Indonesia. Bukan hanya dari segi kualitas produk itu sendiri, tetapi juga dari geliat pasar yang semakin teredukasi.

Kesimpulannya, dengan menggunakan produk-produk handmade asli Indonesia, kita sedang menggunakan produk-produk terbaik yang dibuat dengan cinta. Juga sedang berkontribusi aktif terhadap perekonomian negeri sendiri.

Salam,
`eL

Share This