Review Wireless Keyboard Robot KM4000

Jika programmer lain lebih suka menggunakan mechanical keyboard dengan bunyi tuts yang nyaring karena konon ada kepuasaan tersendiri saat ngoding, saya justru sebaliknya. Lebih menyukai keyboard yang lembut dan -kalau bisa- tanpa suara seperti keyboard pada laptop.

Untungnya, sekarang ini tidak sulit lagi mencari keyboard dengan fitur silent seperti yang saya butuhkan. Sesuai dengan judulnya, kali ini kita ngobrol tentang keyboard.


Keyboard yang Saya Inginkan Butuhkan

Jadi begini, keyboard yang sebelumnya saya gunakan berisiknya luar biasa, tutsnya sering delay ketika dipakai, dan tentu saja pakai kabel. Sebagai pekerja malam, maksudnya sering bekerja pada malam hari, suara keyboard yang berisik jelas mengganggu anak-anak yang tengah lelap juga mengganggu konsentrasi ketika bekerja.

Maka, saya memutuskan untuk mengganti dengan keyboard yang memiliki fitur silent tapi dengan harga terjangkau kantong freelancer seperti saya. Kalau bisa, sih, wireless agar tidak terlalu banyak kabel pakuranteng di atas meja. Oh, satu lagi, harus warna hitam supaya serasi dengan meja kerja dan laptop.

Pilihan pertama jatuh pada Logitech MK295. Harganya juga cukup terjangkau, 375 ribu. Logitech adalah merek peripheral yang sudah cukup sering saya gunakan dan tak pernah kecewa dengan kualitasnya. Sayangnya, setelah dilihat-lihat desain tuts keyboard-nya nyaris sama seperti keyboard pada umumnya. Meskipun dilengkapi fitur silent, tapi tutsnya yang tinggi akan membuat kesulitan mengetik dan pasti bakalan banyak calacah nyelap sehingga susah dibersihkan.

Setelah berpikir keras selama kurang lebih 7 menit, akhirnya saya memutuskan untuk membeli kandidat kedua: wireless keyboard merek Robot tipe KM4000. Ini kali pertama saya memakai merek Robot atau Vivan Robot. Mula-mula agak degdegan juga, sih. Jadi, mari kita coba (dibaca dengan nada Sisca Kohl).


Wireless Keyboard Robot KM4000

Dengan dimensi 43 cm x 13 cm dan tinggi 2,3 cm, KM4000 lebih panjang dari “adiknya” Robot KM3000. Desain secara keseluruhan cukup ringkas dan kasual. Entah mengapa saya memang tidak suka keyboard dengan desain atau tampilan terlalu fancy apalagi yang warna-warni.

Wireless Keyboard tampak atas

Tampak samping (atau bawah?)

Karena wireless alias tanpa kabel, bisa sedikit mengurangi kesemrawutan kabel yang pakuranteng di meja. Menggunakan USB receiver (bukan bluetooth), kompatibel dengan laptop saya yang memang tidak ada bluetooth-nya. Oh ya, karena ini combo, 1 receiver digunakan untuk keyboard sekaligus mouse. Hemat USB port-nya.

Untuk keyboard menggunakan baterai AAA, sedangkan mouse menggunakan baterai AA. Konon, masih bisa digunakan dari jarak 20 meter. Tapi rek nanaonan nya ngetik jauh-jauh teuing? Itu ngetik apa LDR?

1. Desain Tuts Keyboard

Bentuk tutsnya hampir sama dengan tuts laptop. Datar dan rendah. Persis seperti yang saya inginkan. Bedanya, jika keyboard laptop biasanya menggunakan bahan karet, tuts KM4000 sepertinya terbuat dari plastik. Meskipun begitu, tetap nyaman ketika digunakan.

Tuts rendah dan datar seperti tuts laptop

Salah satu hal unik dari wireless keyboard KM4000 adalah desain water drop pada tutsnya. Jadi, tidak seperti tuts keyboard yang benar-benar datar, di tuts KM4000 ada semacam cekungan bulat di tengahnya. Ini membuat jari kita tidak tisoledat ketika mengetik. Cerdas juga desainer produknya.

Tuts-tutsnya cukup lembut. Tidak ada kesulitan saat digunakan mengetik cepat sekalipun.

Fitur water drop di tuts wireless keyboard KM4000

2. Suara

Saat ditekan satu per satu, memang tidak ada suara sama sekali. Tetapi ketika dipakai mengetik seperti biasa apalagi jika mengetiknya cepat, masih ada klik-klik samar. Tombol spasi tidak silent, ada suara klik yang jelas ketika ditekan. Barangkali memang didesain demikian.

So far, saya tidak terganggu dengan suaranya. Masih jauh lebih baik daripada keyboard yang saya gunakan sebelumnya.

3. Kelengkapan Tombol

Terdiri dari 106 tombol.

  • Lengkap dengan numlock
  • Tidak ada tombol dan lampu indikator untuk on/off
  • Ada lampu indikator untuk capslock dan numlock
  • Ada lampu indikator untuk penanda baterai

Meskipun tidak bisa dimatikan dan dihidupkan, tetap dilengkapi dengan power saver. Keyboard akan mati sendiri jika selama beberapa saat tidak digunakan.


Mouse Robot KM4000

Ukuran mouse cukup besar, 11 x 7 cm dengan tinggi kurang lebih 4 cm. Bentuknya yang ergonomis membuat mouse Robot KM4000 ini nyaman digenggam. Sayangnya saat nge-drag atau blok, tombol kiri harus ditekan agak keras karena kalau tidak nanti lepas.

Bobotnya hanya sekitar 57 gram tanpa baterai, tidak terlalu berat tapi juga tidak terlalu ringan. Sedikit lebih ringan daripada mouse Logitech M185.

Sesuai namanya, tombol kirinya begitu senyap. Tidak ada suara klik sedikit pun. Juara memang. Sebaliknya, tombol kanan mengeluarkan suara “klik” samar ketika ditekan. Barangkali memang didesain demikian agar kita bisa membedakan mana salah dan mana benar, eh, agar kita bisa membedakan keduanya dan tidak salah klik.

Ketika pertama kali digunakan, mouse tidak langsung berfungsi. Harus menunggu beberapa detik sampai pointer bisa digerakkkan. Jika lelah menunggu kepastian, Anda bisa mematikan dulu mouse lalu menyalakannya kembali dan mouse langsung bisa digunakan.

Ada lampu indikator di bawah mouse sehingga kita tahu jika mouse sedang menyala atau tidak. Berbeda dengan merek Logitech yang meskipun ada lampunya, tapi tidak menyala.


Deskripsi Wireless Keyboard KM4000

  • Harga: 180 ribu (bervariasi di beberapa marketplace)
  • Isi: 1 unit keyboard, 1 unit mouse, 2 buat baterai, 1 receiver
  • Koneksi: USB receiver, 1 receiver digunakan untuk keyboard dan mouse
  • OS support: Windows 7, 8, 10, Mac X 10.8

Kesimpulan

Setelah menggunakannya selama seminggu lebih, saya cukup puas dengan performa keyboard wireless combo Robot KM4000 ini. Dengan harga 180 ribu lengkap dengan mouse dan baterai, bisa dibilang wort to buy.

Minus? Satu-satunya kekurangan -jika itu bisa disebut kekurangan- adalah tidak adanya tombol dan lampu indikator on/off. Tapi itu bisa dimaafkan dan saya kira tidak terlalu esensial.

Salam,
~eL

Langit Amaravati

Web developer, graphic designer, techno blogger.

Peminum kopi fundamentalis. Hobi mendengarkan lagu dangdut koplo dan campursari. Jika tidak sedang ngoding dan melayout buku, biasanya Langit melukis, belajar bahasa pemrograman baru, atau meracau di Twitter.

Traktir Kopi

Suka artikel-artikel di blog ini dan merasa artikel di sini berguna buat kamu? Traktir saya kopi agar saya bisa terus membuat konten-konten bermanfaat.

Nih buat jajan

2 thoughts on “Review Wireless Keyboard Robot KM4000”

  1. Aku juga barusan beli keyboard baru beberapa bln kmrn. Bukan programmer sih, tapi aku suka suaranya mechanical keyboard hahaha Kyk renyah gitu ahahaha

    Nggak selegit keyboard jadul sih, tapi mayan seru ngetiknya karena suaranya renyah hehe

    Reply
  2. Fasilitas wireless memang bikin gak ribet dan bikin mobile ya Mbak. Kerja di sudut manapun, gampang ngangkut-ngangkutnya. Apalagi saat berada di tempat yang luasnya terbatas.

    Reply

Leave a Comment

You cannot copy content of this page