Anak saya, Aksa (5 th), memegang prinsip bahwa segala sesuatu dalam hidup ini haruslah berwarna, termasuk nasi. Dia hanya mau makan nasi kuning dan nasi uduk yang notabene mengandung santan. Karbohidrat favorit lainnya adalah nasi tutug oncom. Diversifikasi pangan sudah lama diterapkan di keluarga kami, tapi Aksa, dengan segala dalih GTM-nya, selalu punya alasan untuk tidak makan.

Kecukupan gizinya menjadi PR yang tak pernah selesai.

Jika di bulan-bulan biasa, saya rela merogoh kantong lebih dalam untuk mengajaknya makan di gerai-gerai makanan yang tersebar di sepanjang Jalan Amir Machmud, Cibabat. Yang penting dia mau makan. Tapi di bulan Ramadan seperti ini, kebanyakan warung makan tutup atau baru mulai buka pada sore hari. Mau tidak mau, saya harus putar otak. Apa lagi solusinya kalau bukan memasak sendiri.

Untuk memecahkan masalah nasi putih, saya mencoba membuat nasi kongbap: nasi yang dicampur dengan biji-bijian sehingga selain “berwarna”, juga memiliki manfaat lebih jika dibandingkan nasi putih biasa.

Ngomong-ngomong soal menanak nasi, Anda yang mengenal saya pasti tahu bahwa saya selalu bermusuhan dengan dapur. Masak nasi pakai rice cooker yang tinggal jetrek aja bisa jadi “gigih keneh” atau berubah bentuk jadi bubur.

Nah, kebetulan nih saya punya rice cooker baru karena yang lama sudah rusak: Rice Cooker Cosmos Harmond CRJ-6288. Si merah dengan kapasitas 2 liter yang memiliki berbagai manfaat selain memasak nasi.


Cara Memasak Nasi Kongbap

  • Siapkan 2 cup beras dan 1 sachet kongbap.
  • Cuci beras seperti biasa.
  • Tambahkan 1 sachet kongbap, aduk rata.
  • Supaya nasi tidak terlalu keras, bisa ditambahkan air dari takaran biasa.
  • Tanak nasi dalam rice cooker.
  • Tunggu hingga matang.
  • Aduk nasi sebentar ketika sudah matang.
  • Hidangkan.

Tutorial macam apah inih? Hahaha. Anda yang food blogger atau mamah-mamah muda militan mungkin akan tertawa membaca “resep” di atas. Tapi bagi saya, mampu memasak nasi tanpa insiden berarti adalah sebuah prestasi. 😀

Daaannn … ternyata Aksa suka karena nasinya “berwarna”.

Thank to rice cooker baru kesayangan.

Manfaat nasi kongbap*:

  • Nasi Kongbap Multrigrain Mix menurunkan Index Glikemix, nasi putih biasa, dengan campuran biji – bijian utuh & alami, indeks glikemiks nasi Kongbap hampir setara dengan nasi merah.
  • Kongbap Multrigrain Mix mengandung biji – bijian berserat tinggi. Nasi Kongbap dapat mengendalikan porsi makan kita dan bikin kenyang lebih tahan lama.
  • Biji – bijian yang terkandung dalam setiap sajian Kongbap Multrigrain Mix masih dalam bentuk utuh & alami tanpa tambahan zat apapun. Nasi kongbap Multrigrain Mix efektif sebagai sumber serat kamu sehari – hari.

(Sumber: mykongbap)


Testimoni Rice Cooker Cosmos Harmond

Tumben-tumbenan ya saya ngebahasnya rice cooker, biasanya mah komputer. But, karena ini “device” baru, tetep harus ada acara unboxing, dong. 😀

Selama beberapa hari menggunakan rice cooker anti gores ini saya menemukan mencatat beberapa hal yang menggembirakan:

  • Teknologi harmond membuat panci tahan gores sehingga tidak akan terkelupas walau digosok dengan besi. Ini menenangkan karena lapisan yang terkelupas sangat berbahaya jika dikonsumsi sebab bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.
  • Multi fungsi. Bisa digunakan untuk menanak nasi, menghangatkan, mengukus, dan menggoreng. Kemarin saya coba mengukus minipow dan hasilnya sama seperti ketika mengukus di dandang biasa, bahkan lebih mudah. Alasan lainnya, karena saya emang enggak punya dandang, sih. 😀
  • Watt kecil.
  • Meski dinyalakan terus dengan mode menghangatkan, nasi tidak lantas berubah jadi benyek atau keras.
  • Kapasitas 2 liter. Sebetulnya ini terlalu besar bagi saya yang hanya tinggal berdua dengan Aksa, but overall, suka karena ruang kukusnya juga jadi lebih besar.
  • Pancinya ada pegangan. Ah ini nih yang paling bikin gembira, jadi ketika mengambil panci rice cooker tidak harus memakai jurus capit kepiting lagi.
KapasitasPanciMemasakMenghangatkanTegangan
2.0 literHarmond400 watt70 watt220 volt

Untuk tahu lebih lanjut keunggulan Rice Cooker Cosmos Harmond atau penasaran dengan harganya, temen-temen boleh langsung intip ke webnya langsung.

Oke atuh, sekian dulu cerita-cerita soal masalah keibuan. Besok mau nyobain bikin brownies kukus, ah. 🙂

Salam,
~eL

Share This