Sepekan di OmahSelo Jogja

Hujan masih deras ketika taksi online yang kami tumpangi sampai di OmahSelo Jogja. Gegas, saya, Aksa, dan Kak Ijul (Indah Julianti S, co-founder KEB)  turun dari mobil.

Saat menginjakkan kaki di tempat parkir, tak banyak yang saya harapkan. Saya dan Aksa yang waktu itu tiba dari Solo hanya ingin beristirahat.

Tapi ketika sampai di dalam, saya tertegun. Lebih tepatnya terkesima.

Alih-alih disuguhi lobi atau lorong sempit a la penginapan, kami justru disuguhi taman indoor bermandikan sinar matahari. Kalau tidak melihat deretan kamar di kanan kiri, barangkali saya akan salah mengira sedang masuk ke kebun belakang  rumah seseorang.  😀

Bagi seorang musafir yang membawa anak balita dan akan tinggal lama, guest house suasana rumah seperti inilah yang memang dibutuhkan. Buktinya, begitu kamar dibuka dan saya beres-beres, Aksa langsung mengeluarkan mainan kereta api dan “ngalapak” di pinggir taman.

Sebelum pamit, Kak Ijul memperkenalkan saya dengan Mas Teguh, manajer operasional di OmahSelo dan berpesan, “Kalau butuh apa-apa, bilang sama Mas Teguh, ya.”

Anda sudah bisa menebak bantuan macam apa yang saya minta pertama kali. Iya, betul, meminta PASSWORD WIFI karena ada deadline pekerjaan yang harus dituntaskan malam itu juga.  And you know what? Sinyalnya bagus, cocok untuk Anda yang menginap di sini sambil kerja atau yang fakir kuota. *eh

Well, perjalanan kali ini memang bukan murni untuk liburan melainkan untuk mengisi workshop atas undangan Komunitas Emak-Emak Blogger. Yaaa … jalan-jalan keliling Yogya mah bonus. 😀

Aksa sudah tidur karena kelelahan. Bersamaan dengan petang yang turun perlahan dan hujan yang masih menandak-nandak di luar, saya menyeduh kopi di dapur lalu menyalakan laptop. 

Di sinilah, saya dan Aksa akan tinggal selama seminggu. Berawal dari tempat inilah petualangan kami di kota gudeg, kota yang sejak SMP saya impikan akan dimulai. 

Harap abaikan anak kecil yang lagi yoga ini

Taman

Sudah langsung betah dalam waktu 3 detik. 😀

Kamar Superior di OmahSelo

Saya dan Aksa menempati kamar superior di lantai satu, berhadapan langsung dengan taman. Kamarnya cukup luas, lengkap dengan lemari baju dan satu set meja kerja. Tempatnya bersih dan -ini yang paling saya suka- ada jendela yang bisa dibuka tanpa merasa kehilangan privasi. Mungkin karena ambient-nya rumah kali, ya.

Kamar mandinya luaaasss. Kalau ada ember, mungkin saya bakalan tergoda untuk nyeuseuh da. Ada shower lengkap dengan air panas juga. Saya yang di Cimahi jarang mandi, seminggu di Yogya justru jadi rajin. Padahal Yogya di bulan November lagi dingin-dinginnya, lho. 

Di sini memang tidak disediakan pemasak air di tiap kamar seperti di hotel, tapi kalau Anda mau bikin kopi, please jangan menyeduh kopi pakai air shower kayak kawan-kawan saya dulu. Ada dispenser dan dapur yang bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

 

Fasilitas Umum dan Ruangan Lainnya

Lantai 1

Rabu, hari kedua kami tinggal di OmahSelo, tiba-tiba listrik mati. Saya yang hari itu dikejar-kejar editor karena masih “ngutang” layout-an buku jadi punya alasan untuk mangkir lalu kelayapan. *eh

Penasaran dengan ruangan lainnya, saya minta izin Mas Teguh untuk keliling-keliling dan mengambil ratusan beberapa foto. Di lantai 1, ada 2 spot taman yang saya ceritakan di awal. Di tengah-tengahnya terhampar (lu kira rumput, Chan?) sofa warna hijau yang difungsikan sebagai ruang tamu sekaligus ruang tivi. Di ruang tamu dan taman inilah Aksa lebih sering menghabiskan waktu.

Ada dapur, garasi, meja makan, dan beberapa ruangan lainnya. Selain beberapa kamar tipe superior dan deluxe, di lantai 1 juga ada 1 kamar backpacker dengan kapasitas 4 bed. Jadi kalau Anda bepergian bersama rombongan atau keluarga besar, kamar backpacker ini bisa jadi alternatif tempat menginap.

Ruang tamu

Tempat makan di pinggir taman

Stasiun kereta api 😀

Backpacker Room

Dapur

Garasi

Ini bukan properti penginapan

Lantai 2

Ketika saya dan Aksa lanjut ke lantai 2 dan sampai di balkon, saya memekik gembira karena di sanalah sebuah perpustakaan kecil berada. Lengkap dengan kursi-kursi dan meja untuk nongkrong atau ngopi-ngopi asyik. Sayang saya enggak sempet ngecek detail koleksi bukunya. Bukan apa-apa, takutnya betah dan enggak mau pulang. Repot kalau saya tinggal di Yogya, soalnya rumah mantan di kota deket situ. *eh curhat

Begitu masuk ke ruang utama lantai dua, pandangan saya langsung terpusat pada dua sofa merah yang diletakkan di masing-masing sisi dan tanaman-tanaman dalam pot. Menurut Simbok a.k.a Mbak Olenka, pemilik OmahSelo, taman di lantai dua ini mau dibikin taman gantung a la Babilonia.  

Di lantai 2 ada musala dengan kapasitas 20 orang. Cukup untuk salat berjamaah asalkan ada imam yang halalnya. *lalu curhat lagi 

Ruang tamu lantai 2

Perpustakaan di balkon

Taman gantung di lantai 2

Musala

Dapur lantai 2

Shared bathroom

Pemandangan dari balkon

Lingkungan Sekitar

OmahSelo terletak di Perumnas Condong Catur, Depok, Sleman. Berada persis di pinggir persimpangan sehingga mudah ditemukan.

Suasananya ya suasana perumahan, cocok banget kalau kita memang mencari tempat menginap yang tenang dan jauh dari keramaian.

Di sini memang agak jauh dari minimarket, tapi untuk kebutuhan sehari-hari, Anda bisa belanja di toko kecil persis di depan OmahSelo.

 

Ndak usah khawatir juga dengan masalah makan karena di sekitar banyak sekali tempat makan dari mulai nasi rames, penyetan, toko roti yang uenak, dan makanan berat lainnya. Kalau ingin menu lain, Anda bisa berjalan sekitar 300 meter ke Jalan Candi Gebang. Di sana, di sepanjang jalan, berderet-deret tempat makan.

Cuma untuk Anda yang baru pertama kali ke Yogya seperti saya, jangan pernah coba-coba untuk mencari angkot. Kenapa? Pokoknya jangan. 😀

Rumah Sakit

  • RS Condong Catur: 200 meter
  • RS JIH: 900 meter
  • RS Panti Rapih: 5 km
  • RS Mata Yap: 6 km
  • RS Hermina: 4 km
  • RS Sardjito: 6 km
  • RS Akademik UGM: 7,5 km

ATM

  • BRI: 280 meter (Jalan Manggis)
  • BNI: 550 meter (Pamela 6)
  • ATM Bersama: 550 meter (Pamela 6)

Tarif Menginap di OmahSelo Jogja

Anda pasti penasaran kan dengan tarif menginapnya? Tapi, sebelumnya saya ingin menginformasikan bahwa jika Anda menginap bersama atau memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Anda bisa mendapatkan diskon sebesar 30%. Ini karena OmahSelo memang dekat dengan komunitas ABK dan sadar betul bahwa banyak orang tua yang membawa anaknya untuk berobat/terapi ke RS Condong Catur. Selain itu, ada beberapa fasilitas untuk anak ABK yang bisa Anda gunakan, tentu saja tanpa biaya tambahan.

Untuk tarif detailnya, bisa dilihat di tabel di bawah ini:

Alamat OmahSelo Jogja

Jalan Wijayakusuma No. 340

Condong Catur, Yogyakarta

55283

Kontak & Pemesanan

Teguh: 0813-9063-1092

Tadinya saya dan Aksa memang akan menginap selama sepekan dari hari Selasa sampai hari Minggu, pulang hari Senin. Sayangnya tiket kereta harus dimajukan karena tiba-tiba saya dapat panggilan syuting di Bandung *dikeplak. Oke, saya harus mengisi workshop lain di Bandung. Jadilah kami mesti pulang Sabtu malam, hanya beberapa jam setelah workshop dengan KEB Yogya selesai.

Sama seperti saat datang, hujan pun mengiringi kepulangan kami. Setelah pamit pada Mas Teguh dan keluarganya, kami diantar Kak Ijul dan Mas Iman menuju Stasiun Tugu.

Dini hari itu, saat peluit kereta Mutiara Selatan dibunyikan dan kereta mulai bertolak dari stasiun, pandangan saya berlabuh keluar jendela, mengeja malam terakhir di Kota Yogya. Kota ini dan Solo memberi kesan yang begitu dalam bukan hanya karena tempat-tempatnya yang romantis, tapi juga kehangatan dan sambutan orang-orangnya. 

Di luar, terlihat sisa-sisa gerimis. Diam-diam, saya berjanji dalam hati untuk kembali suatu saat nanti. Ke Yogya, ke OmahSelo.   

Salam,
~eL

Share This