6 Trik Optimasi SEO yang Tak Lekang oleh Zaman

May 7, 2021 | BLOGGING | 0 comments

Dunia SEO selalu bergerak dan berubah. Google sendiri mermperbarui algoritmanya secara berkala sehingga persaingan di kancah SERPs semakin ketat. Hal ini tentu menyulitkan bagi kita sebagai blogger, juga bagi bisnis yang baru saja beralih dari bisnis konvensional ke bisnis online.

Namun, dari sekian banyak perubahan, ada beberapa trik SEO yang tak pernah lekang oleh zaman. Trik-trik ini sudah terbukti ampuh meski tentu saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk melihat hasilnya.

Apa saja trik tersebut? Mari kita ngobrol lebih jauh.

Disclaimer: artikel ini disadur dari artikel Yoast dengan berbagai penambahan. Artikel aslinya bisa Anda baca di sini.


Trik Optimasi SEO

Keenam trik yang akan saya bahas tidak bersifat absolut. Maksudnya, selain ini tentu saja ada trik optimasi SEO lainnya.

1. White Hat SEO

Banyak sekali trik-trik kotor di dalam dunia SEO atau yang lebih dikenal dengan istilah “black hat SEO”. Saking banyaknya, saya tidak bisa menyebutkannya satu per satu. Tapi yang jelas, link manipulation & praktik sejenis hanya akan berhasil untuk sesaat.

Kalau terus-menerus dilakukan, hanya tinggal tunggu waktu sampai web kita menghilang dari mesin pencari. Maka teruslah berada di jalan kebenaran (((jalan kebenaran))), hanya gunakan trik optimasi SEO yang sesuai dengan Google Webmaster Guidelines.

2. Optimasi Speed Website

Kecepatan loading adalah salah satu ranking factors atau yang memengaruhi peringkat web kita di hasil pencarian (SERPs). So, mempercepat loading speed masih menjadi trik SEO yang perlu terus dilakukan.

Sayangnya, untuk pengguna Blogspot loading speed masih menjadi isu yang sulit dipecahkan. Tapi untuk pengguna WordPress, saya pernah menulis artikel tentang itu:

3. Konten Berkualitas

“Nyawa” utama sebuah website adalah konten, lain tidak. Maka membuat konten yang berkualitas dan bermanfaat bagi pembaca masih menjadi trik SEO yang berlaku dari masa ke masa.

  • Riset
    Luangkanlah waktu untuk melakukan riset tentang topik yang akan ditulis agar kita benar-benar menguasainya. Kalau cara riset tulisan pasti sudah pada paham, kan?
  • Komprehensif
    Dalam arti ditulis secara lengkap dan mendalam. Lengkap dan mendalam di sini bukan berarti harus dipanjang-panjangkan sehingga ngayayay. Intinya satu topik itu tuntas dibahas dalam satu artikel. Bisa dibagi 2 atau 3 artikel jika terlalu panjang.
  • Tata Bahasa
    Tata bahasa selalu saya tekankan, terutama untuk para blogger baru. Poin ini memang “hanya” perkara teknis, tapi ingatlah bahwa blogger adalah penulis dan seorang penulis perlu paham tata bahasa.

4. Fokus pada Pembaca

Menulislah untuk manusia. Menulislah untuk pembaca. Jangan hanya terpaku pada keyword atau cara kerja mesin pencari. Ingatlah bahwa cara kerja mesin pencari berdasarkan pada perilaku pengguna.

Ketika melakukan pencarian di Google Search, apa yang pengguna harapkan? Tentu saja untuk mencari informasi dan agar masalah mereka teratasi. Pertanyaannya adalah, apakah konten kita memang menawarkan solusi yang mereka cari?

Menulislah untuk pembaca, bukan untuk mesin pencari.

-eL

Menulis konten yang bermanfaat dan solutif bagi pembaca tak harus berupa tutorial atau sejenisnya. Bisa saja berupa ulasan produk, cerita keseharian, edukasi tumbuh kembang anak, dan lain sebagainya. Intinya, pembaca mendapatkan insight baru. Bisa berupa pengetahuan, hiburan, skill yang bertambah, dll.

5. On-page SEO

Selain untuk optimasi SEO, on-page SEO yang di-handle dengan baik juga bisa menahan laju bounch rate. Khusus untuk topik ini, nanti saya buatkan artikel baru, deh, supaya lebih lengkap.

6. Perbarui Konten Secara Berkala

Misalnya begini, hari ini artikel A berada di page one, besok bisa jadi ada di halaman 275 alias entah di mana. Mengapa demikian? Karena ada konten dari web-web lain yang lebih relevan. Namanya juga persaingan.

Lalu bagaimana agar artikel A kembali berada di posisi strategis? Dengan diperbarui, caranya bermacam-macam. Bisa jadi:

  • Konten ditambahkan dengan value lain.
    Contoh: Anda punya artikel berisi ulasan micellar water untuk kulit berjerawat. Panjang artikelnya sendiri hanya 500 kata dan peringkatnya tidak terlalu bagus. Anda bisa memperbarui artikel tersebut dengan menambahkan keyword yang dikeceng (riset dulu) dan menambahkan konten. Misalnya, do and don’ts perawatan wajah berjerawat.
  • Keyword disesuaikan/ditambahkan dengan query yang paling banyak mendatangkan trafik (lihat di GSC).
    Pernah lihat laporan query di Google Search Console? Jika pernah, Anda pasti melihat bahwa kueri (kata/frasa/kalimat yang diketikkan oleh pengguna di search bar) kadang tidak sesuai dengan keyword yang kita targetkan. Nah, kueri-kueri itu bisa kita jadikan sebagai target keyword selanjutnya atau bisa kita tambahkan di artikel yang bersangkutan.
  • Menggabungkan dengan artikel lain yang topiknya serupa atau merge content (hati-hati dengan permalink-nya).
    Contoh: Anda punya dua artikel. Artikel pertama membahas destinasi wisata di Raja Ampat, artikel kedua membahas penginapan di sana. Nah, keduanya, kan, berhubungan. Jadi bisa disatukan.
  • Hindari juga keyword cannibalization. Tentang ini saya belum begitu paham, masih harus baca-baca lagi, mohon maaf kalau tidak bisa banyak menjelaskan.

Tip: Hati-hati ketika memperbarui konten. Konten yang selalu berubah akan mencurigakan.

Saya sendiri tidak selalu melakukan ini. Ada beberapa artikel yang peringkatnya jatuh dan dibiarkan begitu karena memang sudah waktunya, pun kontennya memang sudah tidak relevan.

Oh ya, setelah kita memperbarui konten, jangan lupa untuk ajukan remove search cache dulu di GSC agar konten lama tidak tampil di hasil pencarian. Kemudian submit konten baru agar diindeks ulang.


FAQ

  • Q: Apakah share ke medsos juga termasuk optimasi SEO?
    A: Nope. SEO kan, search engine optimization yang artinya optimasi di mesin pencari. Sumber trafiknya organik, kalau medsos sumber trafiknya referral.
  • Q: Gimana agar website saya page one?
    A: TIDAK ADA yang namanya web page one. Yang ada hanya artikel page one, itu pun untuk kueri tertentu.
  • Q: Apakah sponsored post termasuk link manipulation?
    A: Yup. Idealnya, link-nya pakai sponsored post atau non-referral. Tapi kita kan cari duit, cuy. Link-nya harus do-follow. Jadi yaaa … ya gitu lah.
  • Q: Berapa banyak internal link dalam satu artikel?
    A: Tergantung panjang artikel, sekitar 3-5 link.
  • Q: Ranking factors ada 200 lebih, apa saja?
    A: Tidak ada yang tahu semuanya dan itu tidak penting. Nulis mah nulis weh.
  • Q: Saya sudah pakai Yoast, tapi kok artikel saya gak ada yang page one?
    A: Nggg … begini, Yoast adalah tools untuk ngecek apakah artikel kita sudah sesuai dengan “kaidah” SEO, bukan untuk membuat page one. Lagi pula tidak semuanya yang ada di Yoast harus dituruti.

Oke, saya cukupkan sekian ngobrol-ngobrol tentang optimasi SEO kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel lainnya.

Cheers,
~eL

Traktir Kopi!

 

Suka dan merasa konten di blog ini berguna buat Anda?

Traktir saya kopi supaya saya bisa terus membuat konten-konten yang bermanfaat.

Thank you. 🙂

 

Nih buat jajan

Related Articles

Step by Step Migrasi dari Blogspot ke WordPress Self Hosted

Beberapa waktu lalu kita sudah pernah ngobrol tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum migrasi dari Blogspot ke WordPress. Nah, jika Anda sudah mantap jiwa raga (halah), sekarang kita bahas langkah-langkah migrasinya. Migrasi atau pindah antarplatform layaknya...

Persiapan Sebelum Migrasi dari Blogspot ke WordPress Self Hosted

Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan sebelum memutuskan untuk migrasi dari Blogspot ke WordPress self hosted. Hal-hal yang perlu dipikirkan matang-matang agar ketika sudah migrasi, blog Anda tidak jadi terbengkalai. Sebelum masuk ke pembahasan, perlu...

Comments

0 Comments

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *