Mana yang Lebih Bagus, Blogspot atau WordPress?

Last updated Jul 28, 2019 | BLOGGING, BLOGSPOT, WORDPRESS | 31 comments

Blogspot vs WordPress

Sebetulnya ini bahasan basi, sudah jutaan blogger yang menulis tentang perbedaan antara WordPress dengan Blogspot. Tapi meskipun jutaan artikel sudah bertebaran di internet, pertanyaan “Bagusan mana sih WordPress ama Blogspot?” terus-menerus diajukan, mau tak mau saya terpanggil juga untuk menuliskan ini.

Jadi, mana yang lebih baik, Blogspot (BP) atau WordPress (WP)? Jujur, saya tidak bisa memberikan jawaban yang absolut, semuanya relatif. Tim Renata WordPress mengatakan bahwa WP lebih baik, sedangkan tim BP mengatakan bahwa Blogspot adalah CMS paling cihuy. Saya mah orangnya moderat da, pantang memihak kalau tidak ada bayarannya. *kumaha?

Anyway, karena setiap kali saya membahas tentang teknologi selalu ada yang berkomentar, “Aduh, saya mah gaptek” Bagi Anda yang belum familiar dengan hosting, domain, dan istilah-istilahnya, saya akan merekomendasikan Anda untuk membaca artikel ini terlebih dahulu.

2. Kode HTML, CSS, Javascript, dll.

Anda tentu sudah sering mendengar istilah-istilah ini. Well, kode HTML dan para sepupunya adalah bahasa pemrograman yang membangun sebuah situs web, termasuk blog yang kita gunakan. Kode-kode ini disimpan di dalam template.

Karena web browser (Chrome, Mozilla, dll.) tidak bisa membaca data “telanjang”, maka kode-kode ini diperlukan agar browser bisa menampilkan data sesuai dengan yang kita inginkan.

HTML (Hypertext Markup Language) digunakan untuk mengatur konten, sedangkan CSS (Cascade Styling Sheets) lebih ke desain dan tampilan seperti layout, background, warna huruf, dan lain-lain. Contoh kode HTML:

  • <h1>Heading</h1> ► kata atau kalimat akan ditampilkan sebagai heading/judul
  • <i>Italic</i> ► kata/kalimat akan ditampilkan miring
  • <li>Bullet</li> ► ini untuk bullet

Ruang kelas: Belajar kode HTML di W3School

Anda tak harus paham koding atau programming karena itu tugas mulianya para web designer dan web developer. Tapi setidaknya, pahami hal-hal dasar. Contoh, mengubah warna huruf aja dulu. Gaptek itu bukan alasan untuk berhenti belajar. Percaya sama saya, ini untuk kebaikan Anda sendiri.

3. Theme/Template

Theme/template adalah tampilan blog, sederhananya sih begitu. Di dalamnya terdapat kode HTML, CSS, dan lain-lain. Template WP tidak bisa digunakan di BP, begitu juga sebaliknya, karena basis kodenya berbeda. Setiap platform memiliki kelebihan dan kerumitan masing-masing. Perbedaan antara template WordPress dengan Blogspot akan kita bahas di subbab selanjutnya.

4. Domain & Hosting

FYI, domain dan hosting adalah dua hal yang berbeda. Domain merupakan alamat situs web/blog kita, sedangkan hosting adalah bunganya rumahnya. Hosting atau web hosting adalah tempat data-data blog kita disimpan. Teks, foto, video, plugin, template, semuanya disimpan di dalam hosting.

Domain bersifat unik. Artinya tidak ada domain yang sama di belantara internet. “Tapi Teh, saya punya blog dengan domain ininamadomain.com dengan ininamadomain.net, kok.” Iya, itu berbeda, beda ekstensi.

JENIS DOMAIN:

  • Subdomain atau free domain ► domain gratis yang disediakan oleh platform. Alamatnya “numpang”. Contoh: www.langitamaravati.blogspot.com.
  • Top Level Domain (TLD)/custom domain ► domain berbayar, memiliki banyak sekali pilihan ekstensi. Contoh: www.langitamaravati.com.

ANATOMI DOMAIN

EKSTENSI TOP LEVEL DOMAIN

TLD memiliki beberapa jenis ekstensi, yang paling umum digunakan oleh personal atau perusahaan adalah dot com. Biasanya, ekstensi ini menandakan bidang sebuah situs web.

Contoh:

  • .org ► untuk organisasi.
  • .edu ► lembaga pendidikan.
  • .go.id ► lembaga pemerintah di Indonesia. Yang satu ini tidak bisa dimiliki oleh sembarang web sebab harus ada persetujuan dan verifikasi dari Kementrian Komunikasi dan Informatika.
  • .co.id ► hampir sama dengan .com, .id = Indonesia, artinya ini web dari/dibuat oleh orang Indonesia.

PENGERTIAN WEB HOSTING

Fasilitas penyimpanan data-data sebuah blog/web. Tempatnya disebut server. Ketika kita membuat blog di platform gratis, data-data blog kita disimpan di server mereka. Analoginya, sih, kita ngekos di tempat Blogspot/WordPress. Untuk blog gratisan, kedua platform ini memiliki kapasitas penyimpanan data yang berbeda:

  • WordPress.com ► 3GB
  • Blogspot ► 15GB (termasuk Gmail, Google Drive, Google Photos, dll)

JENIS WEB HOSTING

Berdasarkan kepemilikan, web hosting dibagi ke dalam dua kategori:

  • Free hosting ► hosting gratisan, data kita disimpan di server BP atau WP.
  • Self hosting ► hosting berbayar. Artinya kita tidak lagi numpang, melainkan punya rumah sendiri.

FAQ DOMAIN & HOSTING

Banyak pertanyaan mengenai domain dan hosting yang diajukan kepada saya. Pertanyaan sama tapi datang dari orang yang berbeda-beda. Seriously, rasanya sudah seperti customer service. Jadi dengan FAQ ini, semoga pertanyaan Anda semua terakomodasi dengan baik. Please, saya capek, lho, ditanya kapan nikah mulu. (eh kok jadi ke sini bahasannya?)

  • Kalau untuk blog, ekstensi TLD apa yang paling bagus?
    Saya menyarankan dot com karena lebih umum dan lebih mudah dideteksi oleh SERP.
  • Bagaimana kalau ekstensi .com tidak tersedia?
    Ekstensi lain yang bisa dipilih adalah .co.id, .net, .co, dan .id.
  • Jika saya membeli domain, apakah saya masih bisa menggunakan Blogspot atau WordPress?
    Iya, basis platformnya tetap sesuai dengan yang Anda pilih.
  • Saya menggunakan Blogspot, perlukah saya membeli hosting?
    TIDAK. Blogspot akan tetap menggunakan hosting Blogspot, tidak bisa dipindahkan ke self hosting.
  • Saya menggunakan Blogspot, apa bedanya antara domain gratis dengan TLD?
    Hanya dua perbedaannya: pertama, nama domain. Kedua, custom domain di Blogspot tidak bisa memakai protokol https, hanya http.
  • Saya menggunakan WordPress, bisakah saya hanya membeli domain tanpa membeli hosting?
    BISA. Tapi akses untuk memodifikasi theme dan memasang fitur serta plugin jadi terbatas. Singkatnya, Anda enggak bisa ngapa-ngapain.
  • Apa perbedaan antara WordPress.com dengan WordPress.org?
    Di WordPress.com Anda bisa membuat blog gratis dengan akses terbatas, bisa juga menggunakan TLD tapi hosting tetap memakai WordPress. Di WordPress.org Anda harus sudah punya hosting dan domain sendiri, bisa memakai domain dan hosting yang dibeli dari hosting provider pihak ketiga.
  • Saya ingin membeli TLD di WordPress.com tapi ingin punya akses untuk memodifikasi theme serta mengunggah plugin. Bagaimana caranya?
    BISA. Beli paket yang business plan, asal tahan aja dengan harganya: 24.92 USD per bulan dan harus dibayar per tahun, artinya 299.04 USD atau 3,8 juta per tahun.
  • Bolehkah saya membeli domain dan hosting dari WordPress.org?
    Boleh. WordPress.org berafiliasi dengan beberapa hosting provider, salah satunya (dan yang paling populer) adalah Bluehost. Sekali lagi, asal tahan aja dengan harganya.
  • Teteh beli domain dan hosting di mana?
    Saya sudah pernah memakai 3 hosting provider yang berbeda, sekarang memakai Dewaweb.
  • Kenapa beli hosting di Dewaweb?
    Kalau harus jujur, hosting yang saya pakai sekarang adalah “hadiah” dari Dewaweb karena dulu pernah jadi personal assistant sekaligus SEO content writer di sana. Tapi, so far jarang ada masalah dan yang paling penting, Ninja-nya siap sedia selama 24 jam, udah melebihi siaganya pacar. Jadi saya akan terus pakai ini.
  • Hosting provider apa yang Teteh rekomendasikan?
    Bluehost *ditabok Mr. Khuram.
  • Tapi kan … harganya …. anu.
    Saya memakai Paket Hunter, 900 ribu/tahun. Mahal? Relatiflah, tahun ini malah mau upgrade ke paket corporates karena kebutuhan kapasitas yang semakin besar.

Perbedaan Antara Blogspot vs WordPress

Karena tidak banyak perbedaan antara Blogspot yang free domain dengan TLD, juga agar adil, saya akan membahas perbedaan antara BP, WP.com, dengan WP.org (dengan asumsi memakai self hosting).

1. Akses

Yang dimaksud akses di sini bisa berupa mengganti template, memodifikasi kode, memasang fitur pendukung seperti Google Analytics, Alexa rank, dan lain sebagainya. Harap dicatat bahwa Blogspot dimiliki oleh Google sehingga semua fasilitas untuk keperluan statistik bisa digunakan di Blogspot. Verifikasinya pun mudah karena terintegrasi dengan Google Account yang kita miliki.

AksesBlogspotWordPress.comWordPress.org
Custom domain
HostingBlogspotWordPressSelf hosting
TemplateFree & PremiumFreeFree & Premium
Custom CodeHanya template
premium
Google Analytics
Alexa Tools
Plugin
Google Adsense
Google Search Console

2. Karakteristik

Seperti yang saya katakan sebelumnya, ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda.

DeskripsiBlogspotWordPress.comWordPress.org
PengoperasianMudah, cocok untuk Anda
yang baru belajar ngeblog.
Mudah, cocok untuk Anda
yang baru belajar ngeblog.
Sedikt lebih rumit.
Cocok untukBlog personalBlog personalBlog personal, web perusahaan,
atau portfolio online.
Kapasitas15GBMulai dari 3GBMulai dari 200MB
Basis kodeHTMLCSSCSS
PermalinkDefault.Customize.Customize

TRAFIK
Saya tidak tahu apanya yang salah, tapi jika membandingkan trafik/pageview yang didapat, kalau di BP pageview 500 doang sih sehari juga dapet, itu organik, lho. Kalau di WP (.com & .org) 200 aja ngesot. Saya curiga kalau Blogspot memakai bot supaya bloggernya merasa bahagia.

SEO

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa WP lebih baik di mesin pencari. Karena belum ada data statistik yang valid juga karena apa yang terjadi pada blog-blog saya justru sebaliknya, jadi saya memutuskan netral untuk poin yang ini. Yang pasti, SEO sebuah blog/artikel sangat tergantung pada optimasi SEO yang dilakukan oleh blogger itu sendiri.

TROUBLESHOOTING

Berikut beberapa masalah yang sering dihadapi ketika menggunakan Blogspot dan WordPress.

Blogpsot:

  1. Hasil instalasi template yang tak seindah demonya. Perlu mengatur ulang kode HTML dan layout-nya.
  2. SPAM dan direct URL. Meskipun dengan tingkat keamanan yang berlapis (termasuk deteksi otomatis link hidup di kolom komentar) SPAM organik (like a human) selalu bisa menembus Blogspot. Itu karena kita tidak bisa melihat URL asli sampai kita mengklik nama komentator. Sama halnya dengan para blogger bandel yang memasukkan direct link (link blog post terbaru) di URL nama. Kita tidak akan tahu, ujug-ujug teh broken link weh. Kalau di WordPress, kan, link di kolom komentar kelihatan. Jadi kalau ada yang tidak berkenan atau terindikasi SPAM, tinggal edit URL atau hapus komentarnya.
  3. Broken link. Menghapus broken link di Blogspot itu sudah seperti menunggu si dia yang tak kunjung melamar: melelahkan.

WordPress.com:

  1. Tidak bisa pasang Google Analytics, tidak bisa verifikasi Google Search Console, tidak bisa pasang plugin. Ruang gerak sangat terbatas.

WordPress.org/self hosting:

  1. Low disk space/kapasitas. Ini masalah krusial yang sering dihadapi ketika menggunakan WordPress self hosting. Kapasitas sangat tergantung kepada uang yang kita keluarkan paket yang kita gunakan. Kalau di Blogspot, dengan kapasitas sebesar 15GB dan kualitas server mereka (serius, enggak pernah down), kita mau unggah apa aja suka-suka kita.
  2. Plugin crash. Satu saja plugin yang crash, bisa menyebabkan blog tidak bisa diakses.
  3. Hosting provider. Kadang, masalah justru datang dari hosting provider. Server down-lah, inilah, itulah.

Referensi tambahan: Cara Mengatasi Low Disk Space

3. Harga

Nah, ini yang paling penting. Selama ini banyak blogger yang beranggapan bahwa WordPress lebih bergengsi karena lebih mahal. Padahal sebetulnya tidak persis seperti itu. Yang lebih tepat adalah WordPress lebih mahal karena fitur dan kemampuannya juga berbeda.

DeskripsiBlogspotWordPress.comWordPress.org
DomainMulai dari 75 ribu/tahunUSD 48/tahun
atau 624 ribu/tahun
(kurs 13 ribu)
Gratis
HostingGratisGratisMulai dari 180 ribu/tahun
Temp PremiumMulai dari 150 ribuN/AMulai dari USD 49
PluginN/AN/AGratis & berbayar.
Mulai dari USD 2

4. Template

BP dan WP memakai basis kode yang berbeda. Apa yang bisa ditampilkan di WP, belum tentu bisa ditampilkan di BP, begitu juga sebaliknya. Beberapa efek visual yang mudah saja digunakan di WP seperti hover, parallax, entrance animation, bisa juga digunakan di BP, tapi harus otak-atik kode HTML-nya. Jadi please, yang pakai Blogspot enggak usah nanya gimana caranya tampilan blog bisa seperti blog saya atau blognya Mbak Yuni karena saya enggak ngerti. Sebetulnya bisa, meski tidak sama persis, tapi ya itu tadi, harus bisa modif kode HTML-nya.

Sekarang Blogspot sudah dilengkapi dengan empat macam template yang lebih clean, sayangnya belum bisa secetar WordPress.

DeskripsiBlogspotWordPress.comWordPress.org
Pilihan templateBanyak piliha, yang gratis
maupun premium.
Tapi ya, variasinya segitu doang.
Banyak tapi terbatas
untuk dimodifikasi.
Buanyak.
Tapi mahal.
TampilanStandar blog personal.Standar blog personal.Anda mau tampilan
blog sekece apa?
Bisa.
Efek visualTerbatas.Terbatas.Bebas.
Online shopN/AN/A

FREE TEMPLATE

Blogspot:

  1. Goyaabi Template
  2. Beauty Templates
  3. Templateism

WordPress

  1. WordPress
  2. Colorlib
  3. Themememe

PREMIUM TEMPLATE

Blogspot:

  1. Langit Amaravati (iya ini promosi)
  2. Etsy

WordPress

  1. Envato
  2. Almazia Pratita
  3. Langit Amaravati (lagi)

Jadi, lebih baik mana, Blogspot atau WordPress? Semua tergantung kepada penggunaan dan goal apa yang ingin Anda capai. Untuk blog personal, Blogspot cukup. Tapi kalau untuk web perusahaan, saya akan merekomendasikan WordPress self hosted.

WordPress juga bisa digunakan untuk online shop karena bisa dipasangi plugin WooCommerce, tapi untuk transaksi on-site harus dilengkapi dengan plugin lain yang berbayar. Untuk online shop sih saya lebih merekomendasikan Magento, Presta Shop, atau Shopify.

Oh iya, seperti yang saya tulis dalam status Facebook, selama ini para blogger selalu beranggapan bahwa untuk menang lomba blog itu harus menggunakan WordPress dengan theme premium, dilengkapi ratusan plugin dan efek visual yang uwow. Padahal tidak tepat seperti itu.

Ketika masih menggunakan Blogspot, saya sering kok menang lomba blog, mengalahkan mereka yang memakai WordPress. Pun ketika sudah menggunakan WordPress dengan theme premium, saya sering kalah oleh mereka yang menggunakan Blogspot.

Intinya, platform apa pun yang kita gunakan hanyalah fasilitas. Kitalah yang berperan besar menentukan kemenangan kita sendiri. Ini saran klise tapi sudah terbukti manjur: optimalkan potensi dan semua sumber daya yang Anda miliki. Sebab seperti kata orang-orang bijak, hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Salam,
~eL

Related Articles

Website Bisnis, Menjaring Peluang di Era Ekonomi Digital

Website Bisnis, Menjaring Peluang di Era Ekonomi Digital

Indonesia, Kepulauan DigitalBill Gates tidak bercanda ketika mengatakan, "Jika bisnis Anda tidak ada di internet, maka bisnis Anda akan gulung tikar." Kedengarannya memang agak berlebihan, tapi di era ekonomi digital, go online adalah hal yang tak bisa...

Pengertian dan Istilah-Istilah SEO untuk Pemula

Pengertian dan Istilah-Istilah SEO untuk Pemula

Apa yang dimaksud dengan SEO? Apa manfaatnya untuk blog atau web yang kita kelola? Meskipun peringkat bukanlah segalanya, tapi sebagai blogger saya kira kita perlu memahami SEO agar blog kita terhindar dari bahaya laten kesepian. Hmm ... maksud saya, sepinya trafik,...

Membuat Custom Post Layout dengan Gutenberg

Membuat Custom Post Layout dengan Gutenberg

Sejak resmi dirilis sebagai default editor di WordPress 5.0 awal Desember lalu, Gutenberg membuat jagad WordPress agak gempar. Kegemparan bukan hanya terjadi di kalangan blogger pengguna self hosted, tapi juga di kalangan developer dan jutaan pengguna WordPress...

Comments

31 Comments

31 Comments

  1. herva yulyanti

    mantap teh dikupas setajam bedog ieu, aku yg pemula jd bener2 tahu pisan 🙏🏻😁 aku ge beranggapan nu menang wae mah nu wp tp ternyata salah oge 😁 baiklah aku akan giat belajar biar menang dan mengharumkan Cimohay 😂

    Reply
  2. Ade Delina Putri

    Makin mantep mau pindah hosting sendiri deh. Dan aku adalah salah satu yang berpikir bahwa krn tema Teteh keren makanya menang haha

    Reply
  3. Anggi Putri

    kalau punyaku sih blogspot dan belum coba sama sekali wordpress jadi ya belum paham dan merasakan wordpress hehe…

    Reply
  4. Triani Retno A

    “pantang memihak kalau tidak ada bayarannya” —-> kenapa suka sama kalimat ini, ya? 😀

    Aku pake blogspot semua. Belum dapat hidayah buat nyoba WordPress walaupun sering takjub lihat blog temen2 yang berbasis WordPress.

    Reply
  5. enny

    makasih banget teh sudah bikin tulisan ini, hilang sudah rasa penasaran gimana caranya bikin blog kayak teteh atau jeng yuni hihi. Mau tanya ke email rasanya nggak enak , jadi googling kesana kemari belum nemu karena nggak tahu keyword yang pas. Syukurlah follow blog teteh dapat jawaban plus ilmu baru. Nuhuuun ^_^

    Reply
  6. Daeng Ipul

    Kalau saya yang ditanya, ya jawaban saya pasti WordPress lebih baik. Alasannya? Gak tahu, pokoknya lebih baik aja 😂

    #TimWordPressGarisKeras

    Reply
  7. sandi iswahyudi

    sudah pernah coba blogpsot tapi gak paham. akhirnya belajar wordpress dan paham. sampai sekarang masih pakai wp.

    Reply
  8. untungwahyudi

    sangat informatif nih.saya yang buta banget perihal blog, khususnya soal desain blog, jadi pengin belajar, duh…masih sempat gak ya? 🙂

    Reply
    • LangitAmaravati

      Strukturnya enggak. Tetap ada tahun dan tanggal publish.

      Reply
  9. Roy Vandi Tambunan

    lebih suka wordpress banyak fitu fitur nya. buat pemula bisa belajar dari blogspot dulu

    Reply
  10. Bai Ruindra

    Saya malah tidak paham wktu pindah ke WP, akhirnya nyaman saja di BP.

    Reply
  11. suga tangguh

    Pernah kemakan arus mau pindah ke wp tapi nggak nyaman juga. Hati emang gak bisa dipaksa ya, teh.

    Reply
  12. Eko Nurhuda

    Platform dan template sama sekali gak mempengaruhi menang-tidaknya kita di lomba blog kok. Setuju banget sama ini karena ngalamin sendiri. Tapi gak usah dirinci lah ya tar dikira sombong hihihihi.

    Intinya, menang-kalah lomba blog ya murni faktor konten, sama sekali gak ada hubungan dengan platform dan template. Kalo mendukung bagusnya tampilan konten sih mungkin iya, tapi itu kan bukan faktor mutlak dalam penilaian. Tampilan oke kalo kontennya jeblok masa iya mau juri mau menangin?

    Aku sendiri bolak-balik pindah Blogspot-WordPress karena alasan-alasan tertentu. Yang terakhir sih alasan gak penting banget, biar bisa make theme premium seharga $59 yang udah lama banget dianggurin hehehe.

    Reply
  13. Rani

    Nyimak sambil ngunyah kuaci, banyak ilmu baru, nuhun ya uchan

    Reply
  14. emanuella aka nyonyamalas

    Makin ngerasa saya buang duit tapi ga optimal manfaatin fiturnya. Hatur nuhun teh…. Salam sayaaang :*
    .
    *trus lanjut nguplek google hihihi

    Reply
  15. nona nurul

    “Intinya, platform apa pun yang kita gunakan hanyalah fasilitas. Kitalah yang berperan besar menentukan kemenangan kita sendiri”

    Bener banget ini teh. Aku sekarang ngeblog buat nuangin hobi nulis dulu, gak terlalu serius banget ngehias blog ato mikirin SEO.

    Reply
  16. ayanapunya

    Saya kemarin pakai wordpress selfhosted dan sudah nyaman banget sama si wp. Tapi gara-gara kapasitas hosting mendadak tinggal 30{02d8985cb44908aab44f386f6bd0e95916cda84c60bf28944fb245c4f338b584} akhirnya saya migrasi ke blogspot deh. Hik. Memang sih perlu duit lebih kalau mau tetap pakai wp. Heu

    Reply
  17. Nita Oktifa

    Info yang sangat bagus terutama bagi saya yang masih “ijo” didunia ini. Masih berasa kliyengan sih, butuh beberapa kali baca lagi. Terima kasih Mbak.

    Reply
  18. cakfadil

    Jujur saya berhenti membaca post ini di bagian *[accordion title=”Saya menggunakan Blogspot, perlukah saya membeli hosting?” is_open=”no”]TIDAK. Blogspot akan tetap menggunakan hosting Blogspot, tidak bisa dipindahkan ke self hosting.[/accordion]* yang saya jadikan penekanan disini, apa bener blogspot hanya mengandalkan hosting primary dari google saja? Maaf saya orang masih awam. Admin, mohon dibalas ya. Saya suka membaca post ini.

    Reply
    • langitamaravati

      Iya, Blogspot semua dihosting ke servernya Blogspot. Tapi kalau domain TLD bisa kok beli dari pihak ketiga.

      Reply
  19. Anis Khoir

    Pernah galau juga antara pake BP atau WP self hosting. Dan sekarang punya dua-duanya, jadi sedikit tahu perbedaannya.

    Reply
  20. Enrika

    Terima kasih kak. Sangat membantu kita- kita yang masih awam soal blog 😊

    Reply
  21. ophi ziadah

    alhamdulillah ada pencerahan meski kudu pelan2 mencernanya setelah baca ini, aku lg galau “nafsu” migrasi ke wordpress pdhal blom paham juga makhluk macam apa sih WP ini…

    Jadi nimbang2 lagi deh nih

    Reply
  22. Reffi Dhinar

    Bantu banget buah nambah wawasan mbaak, tengkyyu

    Reply
  23. vani

    Sekedar sharing mbak, blog saya pakai WP self hosted. Dulu banget awal nulis blog pakainya blogspot, lalu pindah ke WP. Baru dua hari ini saya langganan SSL di hosting (telat tahunya kalau itu pengaruh banget ke penilaian Google). Ternyata trafficnya meningkat setelah jadi https. Sedangkan blogspot secara otomatis sudah https, jadi mungkin memang secara rangking lebih baik daripada WP yang tidak https. Saya juga masih pelajari terus soal ini.

    Reply
  24. Rani

    Mau percaya atau tidak wordpress lebih mendominasi page one di serp.

    Intinya kalau mau serius. WordPress adalah kunci

    Reply
  25. Pendi

    Masih tahap belajar aku mbak😅🙏

    Reply
  26. Shafira

    Wah jadi mulai paham nih mbak langit.. makasih yaa..

    Reply
  27. Tommuane Mandar

    apa betul ya Blogspot hanya sampai 15 GB? kalau misalnya mau upgrade lagi itu caranya gmn?

    Reply
    • Langit Amaravati

      Setahu saya iya, 15GB gabung dengan produk Google lain. Kalau mau upgrade bisa beli cloud tambahan Google Drive-nya.

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This