Pemudik Pemula, Sebuah Cerita

Pemudik Pemula, Sebuah Cerita

Malam itu saya telantar di Terminal Bus Bekasi karena bus terakhir menuju Bandung baru saja berangkat beberapa menit sebelumnya, dipalak preman setempat, dan nyaris ditipu tukang ojek. Saya naik bus menuju Jatibening dengan maksud naik bus ke Bandung dari sana, tapi karena saat itu sudah pukul 11 malam, hal yang sama pun terulang: tak ada lagi bus menuju Bandung. Perjalanan dilanjutkan ke Terminal Kampung Rambutan. Nyaris tengah malam, barulah saya bisa duduk tenang di bus jurusan Garut. Bus terakhir malam itu. Tapi drama belum berakhir.

Sebentang Harap dari Bumi Cidadap

Kematian Nunun (61), warga Kampung Kutaluhur, Desa Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ini bukanlah kisah fiksi. Bukan pula sekadar angka statistik. Nunun adalah satu dari daftar panjang korban pertambangan batu kapur di Kawasan Karst Citatah. Pun, kecelakaan serupa jelas bukan yang pertama, dan sayangnya tidak jadi yang terakhir.

Aktivitas penambangan di Citatah sudah dilakukan sejak tahun 1970-an dan selama itu pula gejolak tak terelakkan. Kecelakaan kerja dan isu lingkungan hanya dua dari sekian banyak polemik. Di satu sisi, tebing-tebing karst berusia jutaan tahun yang membentang dari Padalarang sampai Rajamandala ini mesti segera diselamatkan untuk mencegah kerusakan alam lebih jauh. Tapi di sisi lain, ribuan pekerja menggantungkan hidupnya dari sini.

Berangkat dari kegelisahan itu, para pemuda sekitar memulai langkah konkret untuk menyelamatkan pegunungan karst sekaligus kampung halaman yang mereka diami.

Merencanakan Perjalanan Tanpa Mimpi Buruk

Merencanakan Perjalanan Tanpa Mimpi Buruk

Saya memandangi satu-satunya koper yang tersisa di baggage conveyor dengan tatapan gamang. Tidak yakin apakah itu koper saya atau bukan, tapi karena tak ada lagi koper yang keluar dan nyaris semua orang sudah meninggalkan baggage claim area, saya pun mengambilnya dan segera tahu bahwa ITU BUKAN KOPER SAYA.

Saya tidak tahu di mana koper saya berada, entah tertukar atau hilang. Yang jelas, kejadian selanjutnya cukup membuat sakit kepala. Tertahan di bandara, berdebat dengan petugas bandara dan maskapai yang seringnya ngehe. Bahkan setelah kerepotan-kerepota klaim itu, tidak ada jaminan koper saya akan ditemukan. 

Membuat Custom Post Layout dengan Gutenberg

Membuat Custom Post Layout dengan Gutenberg

Pada dasarnya Gutenberg nyaris sama dengan visual editor atau page builder. Walau fitur-fiturnya tidak seliar Divi atau Elementor, tapi bagi Anda yang selama ini menggunakan theme non-visual editor dan merasa terkungkung (((terkungkung))) dengan layout yang terbatas, Gutenberg jelas sebuah jalan terang.

Ada beberapa fitur yang bisa Anda manfaatkan agar tampilan blog lebih estetis.

Share This