24 August 2022

Manfaat WHOIS Privacy Protection untuk Melindungi Data Pribadi Kita

Blogging
whois privacy protection
Foto: Langit Amaravati

Setiap kali beli hosting dan domain murah , setiap kali itu pula kita memasukkan data-data pribadi seperti nama, alamat email, nomor telepon, bahkan alamat rumah. Data-data ini memang diperlukan sebagai salah satu syarat pendaftaran domain baru.

Karena datanya bersifat publik, artinya setiap orang di seluruh dunia bisa tahu di mana kita tinggal. Tanpa bermaksud menakut-nakuti, tapi jujur saja, itu hal yang cukup mengerikan.

Lalu, bagaimana dengan privacy protection atau perlindungan privasi? Bagaimana kita yakin bahwa data-data tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab?

Kabar baiknya, kita bisa melindunginya agar hanya pihak tertentu yang dapat mengakses data pribadi kita. Bagaimana caranya? Mari kita ngobrol-ngobrol lebih jauh.


Apa itu WHOIS Privacy Protection?

Data-data registrant (pendaftar) domain disimpan dalam sebuah database. Database ini disebut WHOIS.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, WHOIS bersifat publik, artinya SEMUA ORANG bisa mengakses data-data pribadi kita. Meskipun kebijakan ini dimaksudkan untuk transparansi, tetapi pada praktiknya justru menjadi bumerang. E-mail dan nomor telepon di WHOIS menjadi sasaran para spammer dan penipu, rumah kita bisa jadi sasaran kejahatan karena alamatnya tertera, dan sebagainya.

Berbahaya? Tentu. Bisa dicegah? Pasti.

Untuk itulah upaya-upaya melindungi data pribadi terus dilakukan.

Nah, secara sederhana, WHOIS Privacy Protection merupakan cara untuk melindungi dan menyembunyikan data-data domain kita dari publik atau pihak-pihak yang tidak memiliki kepentingan.

Fitur ini biasanya disediakan oleh hosting provider tempat kita membeli hosting, domain, atau sewa VPS .


Manfaat Menggunakan WHOIS Privacy Protection

Tak kenal maka tak sayang, begitu kata pepatah. Sebelum menggunakan fitur keamanan untuk website yang satu ini, tentu Anda perlu mengetahui keuntungannya. Jadi, mari saya jelaskan mengapa kita memerlukan privacy protection:

1. Melindungi data pribadi

Ini sudah jelas. Data-data kita seperti alamat e-mail, IP address, nomor telepon, dan alamat rumah tak lagi bisa diakses publik. Hanya pihak-pihak yang memiliki kepentingan yang bisa mengaksesnya.

2. Mencegah kejahatan dan pencurian data

Diakui atau tidak, internet adalah taman bermain yang berbahaya. Seorang pakar web security pernah mengatakan bahwa informasi lebih berharga daripada emas, termasuk informasi domain kita. Anda tentu tak ingin data-data web Anda diperjualbelikan di deep web, bukan?

Oh tidak, saya tidak sedang menakut-nakuti. This happens all the time.

Dengan adanya WHOIS privacy protection, hal itu bisa dicegah.

3. Meminimalisasi spam dan cyber crime

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa e-mail Anda penuh spam? Dari mana para spammer, mendapatkan alamat e-mail kita? Mereka mendapatkannya dari banyak sumber, salah satunya dari WHOIS database.

Oke, sih, kalau spam, tapi cyber crime? Really?

Well, sejauh pengetahuan saya, spamming adalah salah satu metode cyber crime atau kejahatan dunia maya. Seberbahaya apa? Sebagai gambaran, satu e-mail berisi worm (salah satu jenis malware) pernah melumpuhkan setidaknya 10 juta komputer di seluruh dunia.

Dan, sekali lagi, hal ini bisa dicegah jika kita menggunakan WHOIS privacy protection.

4. Kontrol terhadap informasi pribadi

Dengan menggunakan fitur ini, Anda punya kontrol terhadap informasi pribadi apa saja yang bersedia Anda bagi kepada publik, termasuk kepada hosting provider tempat Anda membeli domain.


Cara Mengaktifkan WHOIS Privacy Protection

Dilihat dari manfaatnya, WHOIS privacy protection adalah fitur yang kita perlukan, bukan hanya demi keamanan, tetapi juga demi rasa tenang. Lalu, bagaimana caranya? Apakah kita harus belajar ngoding atau menyewa pakar keamanan web? Hmmm … tentu saja tidak perlu serepot itu.

Bila Anda membeli hosting atau VPS di Niagahoster, Anda bisa sekaligus membeli privacy protection untuk melindungi domain Anda.

WHOIS privacy protection Niagahoster
Fitur Privacy Protection Niagahoster

“Teh, saya sudah punya hosting dan domain di Niagahoster, tapi belum punya domain protection. Bisa diaktifkan sekarang?”

Bisa. Anda bisa membeli dan mengaktifkannya dari member area. Atau bila memerlukan bantuan lebih lanjut, silakan hubungi tim Customer Success Niagahoster.


Frequently Asked Questions

  • Apakah pengguna domain gratis seperti blogspot.com atau wordpress.com perlu domain privacy protection?
    Tidak. Secara teknis, yang Anda miliki adalah subdomain. Domain utamanya sendiri dimiliki dan didaftarkan atas nama Blogspot dan WordPress.
  • Setelah membeli fitur ini di Niagahoster, apakah perlindungan bisa langsung diaktifkan?
    Ya. Setelah transaksi selesai, saat itu juga langsung aktif.
  • Apakah saya perlu membayarnya setiap tahun?
    Ya, sama seperti domain.
  • Bila kita sudah mengaktifkan protection, apakah data-data domain kita masih bisa dilihat jika menggunakan VPN/proxy?
    Tidak.
  • Apa bedanya WHOIS protection dengan registrar lock?
    WHOIS protection untuk melindungi dan menyembunyikan informasi domain kita, sedangkan registrar lock untuk mencegah domain kita ditransfer atau didaftarkan atas nama orang lain.
  • Untuk mengecoh penjahat, bolehkah kita memasukkan data-data palsu di contact information saat mendaftarkan domain?
    Saya pribadi tidak menyarankan itu. Informasi ini berguna untuk membuktikan bahwa Anda benar-benar pemilik yang sah dari domain tersebut. Misal, jika terjadi perselisihan dengan pihak lain. Informasi kepemilikan ini juga berguna jika misalnya karena satu dan lain hal domain Anda didaftarkan oleh pihak lain.

Ok, sekian ngobrol-ngobrol kita tentang pentingnya WHOIS privacy protection kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel berikutnya. (eL)

T A G S:

S H A R E:

Langit Amaravati

Langit Amaravati

Web developer, graphic designer, techno blogger.

Aktivis ngoding barbar yang punya love-hate relationship dengan JavaScript. Hobi mendengarkan lagu dangdut koplo dan lagu campursari. Jika tidak sedang ngoding dan melayout buku, biasanya Langit melukis, belajar bahasa pemrograman baru, atau meracau di Twitter.

Komentar