27 November 2023

Review Microsoft Designer, Aplikasi Desain Grafis Berbasis AI

Design
Mencoba Microsoft Designer
Foto: generated with Image Creator in Microsoft Designer

Setelah sukses dengan GitHub Copilot dan Bing Chat GPT 4, lagi-lagi Microsoft membuat gebrakan baru: Microsoft Designer. Microsoft Designer adalah aplikasi desain grafis berbasis AI yang ditenagai oleh DALL.E 3 dan GPT 3.5.

Pertama kali diperkenalkan pada tanggal 22 Oktober 2022 di acara “Surface Fall”. Dirilis dan dapat dicoba oleh umum pada tanggal 27 April 2023 (preview release).

Sekadar ngobrol, Microsoft telah menginvestasikan miliaran dolar dan bermitra dengan OpenAI, pengembang DALL.E dan GPT. Jadi jangan heran apabila dalam urusan per-AI-an, perusahaan teknologi raksasa ini selalu paling depan.

Lalu, bagaimana performa dan kualitas Microsoft Designer? Apakah aplikasi ini dapat menggeser hegemoni Canva yang menggurita? Mari kita bahas dan ulas.


Fitur-Fitur Microsoft Designer

Microsoft Designer merupakan web application yang artinya digunakan menggunakan web browser. Dalam hal ini, hanya browser Edge . Sama seperti Canva, Pixlr, atau Adobe Express.

Sebagai graphic design application, Microsoft Designer dilengkapi dengan banyak fitur yang memungkinkan kita mendesain produk digital untuk sosial media dan sebagainya.

  1. DALL.E 3 dan GPT 3.5
Microsoft Designer

Mari kita bahas khusus tentang Artificial Intelligence (AI) yang disematkan di dalam Microsoft Designer. Seperti yang saya sampaikan di awal, aplikasi desain ini ditenagai oleh DALL.E 3, AI versi terbaru untuk membuat gambar, dan GPT 3.5.

Di versi 3, gambar yang dihasilkan lebih detail, terutama saat men-generate anatomi tubuh manusia seperti tangan. FYI, di kalangan seniman manusia, tangan dan jemari adalah anatomi yang paling sulit digambar.

Selain itu, karena digunakan secara bersamaan dengan GPT 3.5, DALL.E 3 dapat menerjemahkan dan mengerti prompts yang lebih panjang dan kompleks.

  1. Image Creator Gratis

Saya mencoba fitur Image Creator dengan beberapa prompt. Gambar yang dihasilkan membuat saya tercengang sambil bergumam, “Busyet! Keren banget!” Di titik ini, para ilustrator mungkin perlu berhenti sejenak lalu duduk menyesap kopi dan ngudud sambil merenungi nasib. Bercyandaaa. 🤣

Image Creator di Microsoft Designer

Sayangnya, ukuran image yang dihasilkan hanya square, tidak seperti Pixlr X atau Adobe Express yang memungkinkan kita membuat image AI generator berbagai ukuran. Tetapi kalau urusan kualitas, biarlah gambarnya sendiri yang berbicara.

Aplikasi sejenis lainnya juga ditenagai oleh AI untuk fitur Image Creator mereka, tetapi kebanyakan berbayar. Karena saat ini masih preview release, Image Creator di Microsoft Designer masih gratis.

Saya tidak mendapat informasi lebih lanjut apakah fitur ini akan tetap gratis atau tidak, tetapi yang jelas Microsoft sendiri menyebutkan bahwa di masa depan, beberapa fitur hanya dapat digunakan oleh pengguna Microsoft 365 berbayar.

Note:
  • Image Creator Microsoft Designer tidak terintegrasi dengan Image Creator yang dihasilkan di Bing. Tetapi yang dihasilkan di Bing bisa dimasukkan atau diedit di Microsoft Designer.
  • Featured image untuk artikel ini juga dibuat menggunakan Image Creator di Microsoft Designer.
  • Saat artikel ini ditulis, tidak ada batasan jumlah image yang bisa kita generate.
  1. Design Creator

Fitur ini digunakan untuk mendesain menggunakan AI. Apakah ini saatnya giliran saya sebagai desainer untuk duduk menyesap kopi sambil merenungi nasib?

Design Creator Microsoft Designer

Untungnya tidak. Mungkin belum. Itu karena desain yang dihasilkan tidak spektakuler alias biasa-biasa aja. Dan entah kenapa, di poin ini saya justru merasa lega. 😮‍💨

Design Creator

Dengan prompt “An Instagram post for our biggest sale of the year extending from Black Friday to Cyber Monday”, saya pilihkan dua hasil desain yang menurut saya cukup. Sisanya ya gitu, deh.

  1. Backround Remover

Uh yeah, tersedia juga fitur background image remover. Tapi … kualitas dan kerapiannya masih perlu ditingkatkan, pun sangat tergantung pada foto yang kita gunakan. Hal ini dapat dimaklumi karena sampai hari ini, belum ada software desain yang benar-benar bisa mengalahkan Adobe Photoshop dalam hal background remover. BTW, di Photoshop kita hapus background-nya manual.

Berikut hasilnya. Dari kiri ke kanan: foto asli, hasil tanpa background, hasil setelah ditambahi bacground untuk melihat kerapiannya.

Seperti Anda lihat, hasilnya sangat tergantung pada foto yang Anda gunakan. Foto dengan background ramai dan kontrasnya kurang, jelas sulit.

Walaupun begitu, sebagai desainer yang haroream menghapus latar belakang foto, saya pribadi punya harapan besar terhadap fitur Background Remover yang disematkan di dalam Microsoft Designer. Tolonglah itu DALL-E dilatih untuk menghapus background dengan sempurna.

  1. Blur Background

Sesuai namanya, fitur Blur Background digunakan untuk membuat efek blur pada latar belakang foto. Hasilnya? Tergantung foto yang Anda gunakan. Beberapa memuaskan, beberapa yang lain tidak. Untuk beberapa foto, AI-nya cukup cerdas untuk mengisolasi dan memisahkan antara objek mana yang harus dipilih untuk fokus dan objek mana yang dibuat blur. Di foto yang kontrasnya kurang, hasilnya jadi blur semua.

  1. Generative Erase

Generative Erase adalah fitur untuk menghapus sebuah objek dari gambar dan mengisinya dengan background gambar yang bersangkutan. Mirip dengan patch tool di Photoshop. Ini fitur yang sangat mantab!

Dari foto di bawah, bisakah Anda menebak objek apa yang saya hilangkan?

  1. File Format

File format saat di-download menjadi prioritas utama saya. Saat ini, hanya tersedia 3 format image yang bisa diunduh yaitu PNG, JPEG, dan PDF. Sayang sekali, padahal jika Microsoft benar-benar serius mengembangkan Microsoft Designer, seharusnya mereka juga menyediakan format WebP atau AVIF agar bisa sedikit menggeser Canva.

Iya, ya, kenapa aplikasi desain grafis jarang yang kompatibel dengan WebP? Padahal, kan bisa dibuat dengan Node.js .

10 Alasan Mengapa Kita Perlu Menggunakan Format WebP untuk Image di Blog
BACA JUGA

10 Alasan Mengapa Kita Perlu Menggunakan Format WebP untuk Image di Blog

WebP adalah format gambar generasi terbaru yang dikembangkan oleh Google. Format ini dirancang khusus untuk digunakan di web dengan fokus pada …

Baca Selengkapnya
  1. Template
Template di Microsoft Designer

Tersedia banyak pilihan template untuk membuat desain sosial media. Bagus atau tidak template-nya, itu relatif. Tapi kalau Anda sudah terbiasa dengan template-template yang tersedia di Canva, sepertinya akan sedikit mengeluh ketika menggunakan Microsoft Designer.

Tools yang Berguna untuk Blogger Non-desainer
BACA JUGA

Tools yang Berguna untuk Blogger Non-desainer

Sebagai blogger, Anda tentu kerap bersinggungan dengan ngedit foto, membuat infografis, dan elemen pendukung tulisan lainnya. Tapi, bagaimana jika …

Baca Selengkapnya
  1. Editor
Editor Microsoft Designer

Sekarang mari kita bahas editornya. Barangkali karena masih preview release, tidak banyak yang bisa kita lakukan di editor dan butuh lebih banyak penambahan. Meski desain bukan tentang software, FYI aja, semakin sederhana sebuat software desain, maka semakin tinggi pula skill yang dibutuhkan.

Beberapa tool yang saya perlukan tapi tidak/belum tersedia di Microsoft Designer:

  • Alignment. Vertical & horizontal alignment untuk membuat objek berada di tengah-tengah layar.
  • Margin dan bleed.
  • Grid layout.
  • Text effect.
  1. Assets/Stocks

Tersedia assets atau stocks berupa foto, grafis (ilustrasi dan ikon), serta video. IMO, tidak ada yang istimewa dari fitur yang satu ini karena banyak sekali platform penyedia stock images, baik yang gratis maupun yang berbayar.


Akses

Apabila Anda tertarik menggunakan Microsoft Designer, silakan login menggunakan akun Microsoft atau buat dulu bagi yang belum punya. Tak perlu khawatir, membuat akun Microsoft gratis, kok.

  • Hanya untuk pengguna browser Edge. Tapi atas dasar ilmu pengetahuan saya mencobanya di web browser Brave dan Microsoft Designer bisa digunakan tanpa kendala. Yang terpenting, punya akun Microsoft.
  • Masih gratis. Ketika artikel ini ditulis (November 2023), Microsoft Designer masih dapat diakses secara gratis, tetapi seperti yang saya sampaikan di awal, nantinya beberapa fitur hanya akan tersedia untuk pengguna Microsoft 365 berbayar.
  • Versi mobile masih dalam tahap pengembangan. Sampai saat ini, baru bisa digunakan di desktop atau laptop, dan Android. Untuk pengguna iOS masih dalam tahap pengembangan.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari halaman resminya, keterbatasan akses disebabkan saat ini Microsoft Designer masih di tahap preview atau initial release. Meskipun begitu, sesuai percobaan yang saya lakukan, sepanjang Anda punya akun Microsoft, Anda bisa menggunakannya di browser mana saja.

Infonya memang cukup simpang siur, tetapi saya menyimpulkan bahwa yang mereka maksud dengan “hanya pengguna Edge” adalah Microsoft Designer menjadi fitur built in di browser Edge dan dapat diakses langsung dari sidebar.


Kesimpulan

Kesimpulannya, jika dibandingkan dengan aplikasi lain yang sejenis, Microsoft Designer berada di rating “cukup”. Favorit saya adalah fitur Image Creator dan Generative Erase.

Sebagai desainer profesional (((profesional))), sayangnya saya belum bisa menggunakan Microsoft Designer untuk proyeknya klien karena tool di editornya juga cukup terbatas. Sebagai personal, saya lebih banyak menggunakan untuk membuat featured image blog ini, lain tidak.

“Apakah lebih bagus dibanding Canva?”

Itu, kan pertanyaan Anda? Well, saya kira tidak. Mungkin belum. Tetapi di fitur Image Creator, Microsoft Designer tetap juaranya. Beneran, deh. Anda perlu mencobanya. Mumpung gratis. *eh

Barangkali ini kesimpulan yang prematur mengingat Microsoft Designer masih dalam tahap preview. Tidak menutup kemungkinan opini saya akan berubah, terutama apabila Microsoft Designer mendapatkan hidayah sehingga menyediakan format WebP untuk hasil desain. Kita lihat saja nanti. (eL)

S H A R E:

Langit Amaravati

Langit Amaravati

Web developer, graphic designer, techno blogger.

Aktivis ngoding barbar yang punya love-hate relationship dengan JavaScript. Hobi mendengarkan lagu dangdut koplo dan lagu campursari. Jika tidak sedang ngoding dan melayout buku, biasanya Langit melukis, belajar bahasa pemrograman baru, atau meracau di Twitter.

Komentar